Sebagaimana diketahui, manajemen AC Milan memecat Marco Giampaolo dikarenakan catatan yang kurang memuaskan diraih oleh AC Milan di bawah Giampolo.
Pemecatan Marco Giampaolo terjadi hanya setelah ia menangani tujuh pertandingan, masa pemerintahan terpendek dalam sejarah klub.
Saat ini, AC Milan berada di urutan ke-13 dalam table Serie A, setelah kalah dalam empat pertandingan dari tujuh pertandingan.
Termasuk ketika mereka harus tunduk 2-0 atas Inter Milan.
Boban mempertimbangkan untuk memecat Giampaolo segera setelah kekalahan mereka dari Inter pada (21/9/2019), tetapi dibujuk oleh Paolo Maldini untuk memberi Giampaolo satu kesempatan lagi.
Baca: Timnya Dikalahkan Barcelona, Pelatih Inter Milan Antonio Conte Luapkan Amarah pada Wasit
Baca: Terbuang dari Inter Milan, Mauro Icardi Janji Beri Segalanya untuk PSG, Buktikan Harga Rp 1 triliun
Namun, Milan kembali kalah dalam dua pertandingan berikutnya melawan Torino dan Fiorentina sebelum kemenangan 2-1 akhir pekan lalu di Genoa.
Dikutip dari Daily Mail, Berlusconi melakukan pembicaraan dengan Boban dan Maldini lama setelah kekalahan derby oleh Inter dan merekomendasikan Giampaolo untuk dipecat.
Giampaolo mengosongkan barang-barang pribadinya dari ruang ganti di markas latihan Milanello klub dan memberi tahu para pemain senior bahwa ia akan pergi sebelum konfirmasi resmi pecah.
Pernyataan AC Milan berbunyi: 'AC Milan mengumumkan telah membebaskan Tuan Marco Giampaolo dari posisinya sebagai pelatih Tim Utama.
"Klub berterima kasih kepada Marco untuk pekerjaan yang dilakukan dan mengucapkan semoga yang terbaik untuknya dalam karir profesionalnya."
(Tribunnewswiki.com/Ami heppy)