Obat Penenang
Tindakan yang dilakukan Suwoto diduga akibat obat penenang yang dikonsumsinya habis.
Sehingga pelaku mengamuk dan menyerang istri dan mantunya.
Sabetan sabit membuat korban menjerit kesakitan.
Syaiful Arif, suami Erna langsung berlari ke kamar dan mendapati istrinya bersimbah darah.
Syaiful melarikan melarikan istrinya ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan.
Erna yang mengalami luka parah terus mengerang kesakitan.
Mendengar menantunya kesakitan, Kamsinga (istri Suwoto) keluar rumah untuk melihat kondisi menantunya tersebut.
Namun, tanpa disangka dari belakang Suwoto keluar rumah sambil membawa sabit lalu membacok punggung istrinya.
Pelaku Dilumpuhkan Polisi
Pelaku Suwoto rupanya mengamuk hingga nyaris melukai warga lainnya.
Bahkan, kedatangan petugas kepolisian membuat Suwoto makin beringas.
Dia mencoba melawan warga dengan sabit yang dibawanya.
"Dia berusaha mengejar warga sambil membawa sabit. Terpaksa kita lumpuhkan di paha kanan dan kiri," ujar Kanit Intel Polsek Dukun, Aiptu Darmanto saat di Puskesmas Mentaras, Minggu (6/10/2019).
Suami korban, Syaiful, tidak bisa menutupi kesedihannya mengetahui istrinya tewas di tangan ayahnya.
Sedangkan, Kamsinga, istri Suwoto harus dilarikan ke RSUD Ibnu Sina Gresik.
"Istri pelaku mengalami luka berat,"tandas Aiptu Darmanto.
Punya Riwayat Gangguan Jiwa
Menurut tetangga korban, Rozak, pelaku sudah lama mengidap gangguan jiwa dan sering kambuh.
"Sekitar 20 tahunanlah, sudah pernah dirawat ke rumah sakit jiwa (RSJ) Menur, Surabaya," kata dia.