Menurut Rosihan, Dosen Ilmu Komputer Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Google baru memblur wajah dan pelat nomor di Google Street View.
"Yang saat ini diblur baru wajah dan pelat nomor kendaraan bermotor," kata Rosihan dilansir oleh Kompas.com.
Hal itu dikarenakan, saat ini sudah ada teknologi pengenalan wajah dan pelat nomor kendaraan.
Sehingga foto yang terdokumentasi oleh Google Street View secara otomatis di upload ke server lalu kemudian langsung disensor.
Menurut dia lagi, saat ini Google Street View belum menerapkan teknologi untuk mendeteksi hal yang tidak pantas, seperti tubuh bugil.
"Teknologi itu adalah teknologi pengenalan tubuh, saat ini belum diterapkan oleh Google Street View," terang dia.
Kendati demikian imbuhnya, masyarakat yang menemukan ada hal-hal yang tidak pantas di Google Street View, dapat segera melapor ke Google untuk segera dihapus.
Ia mencontohkan penerapan teknologi pengenalan tubuh saat ini hanya sebatas game, seperti mendeteksi gerakan tubuh sehingga pemain dalam memainkan video game dapat menggerakkan tubuhnya.
Selain itu, ia juga mengungkapkan dalam 10 tahun terakhir sudah ada penelitian dalam mendeteksi gambar yang tidak pantas seperti foto bugil tadi.
"Tetapi masalahnya yakni sering tidak akurat untuk membedakan warna kulit asli dengan warna baju yang dipakai," ungkap dia.
Mungkin karena hal itu, Google belum bisa menerapkan teknologi untuk mendeteksi foto bugil karena belum ada algoritma yang benar-benar efektif, tidak seperti pengenalan wajah dan plat nomor kendaraan.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/ Abdurrahman Al Farid)