Hari Ini Dalam Sejarah: 7 Oktober 2001 Awal Serangan AS ke Afganistan

Serangan Amerika Serikat ke Afghanistan yang dilakukan pada 7 Oktober 2001 dipicu oleh serangan 11 September


Natalia Bulan Retno Palupi

Hari Ini Dalam Sejarah: 7 Oktober 2001 Awal Serangan AS ke Afganistan
Instagram.com/@ariananews.official
Invasi AS ke Afghanistan 

Serangan Amerika Serikat ke Afghanistan yang dilakukan pada 7 Oktober 2001 dipicu oleh serangan 11 September




  • Informasi


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Serangan Amerika Serikat ke Afganistan yang dilakukan pada 7 Oktober 2001 dipicu oleh serangan 11 September.

Tiga minggu setelah serangan 9/11 yang menimbulkan banyak korban jiwa, Presiden George W Bush mengumumkan dimulainya Operation Enduring Freedom.

Operasi tersebut merupakan sebuah serangan di Afghanistan oleh angkatan bersenjata AS dan bermitra dengan NATO.

Dalam pidatonya, Presiden George W Bush menyebutkan tujuan serangan ini adalah untuk menghancurkan Taliban yang telah menguasai negara itu.

Tujuan lainnya adalah untuk memusnahkan al-Qaeda.

Serangan militer AS ke Afganistan pada 7 Oktober 2001 tersebut akan menjadi awal mula konflik AS-Afganistan yang memakan waktu 18 tahun, menjadikannya perang terpanjang sejak perang Vietnam.

Setidaknya sejak 2009, menurut catatan Misi Bantuan AS di Afganistan (UNAMA) sebanyak 23 ribu orang tewas dan 41r ibu orang lainnya terluka.

Lalu pada Januari 2019, Presiden Afganistan Ashraf Ghani mengatakan 45 ribu anggota pasukan keamanan telah terbunuh sejak 2014.

Hampir 3,5 ribu anggota pasukan koalisi internasional telah tewas sejak invasi pada 2001, lebih dari 2,3 ribu di antaranya adalah orang Amerika.

Angka-angka untuk warga sipil Afganistan lebih sulit untuk diukur. Sebuah laporan PBB pada Februari 2019 mengatakan lebih dari 32 ribu warga sipil tewas.

Watson Institute di Brown University mengatakan 42 ribu pejuang oposisi telah tewas.

Lembaga yang sama mengatakan konflik di Irak, Suriah, Afganistan, dan Pakistan menelan biaya US $ 5,9 triliun sejak 2001. (1) 

  • Sejarah Singkat


Afganistan yang diinvasi pada 7 Oktober 2001 dalam upaya untuk menggulingkan Taliban yang diyakini menyembunyikan Osama bin Laden menjadi sejarah tersendiri bagi AS.

Dijuluki Operation Enduring Freedom, invasi AS ke Afganistan dimaksudkan untuk menargetkan organisasi teroris al-Qaida Osama bin Laden, yang berbasis di negara itu.

Selain itu, seranagn ini menargetkan pemerintah Taliban yang telah memerintah sebagian besar negara sejak 1996.

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah: 11 September 2001 Serangan 11 September (9/11)

Baca: Seorang Hakim Tembak Dirinya Sendiri di Ruang Sidang setelah Bebaskan Terdakwa 5 Pria Muslim

Taliban, yang dianggap telah memberlakukan versi Islamnya yang ekstremis di seluruh negeri serta melakukan pelanggaran HAM terhadap rakyatnya, terutama perempuan, anak perempuan dan etnis Hazara.

Selama pemerintahan mereka, sejumlah besar warga Afganistan hidup dalam kemiskinan total, dan sebanyak 4 juta warga Afghanistan diperkirakan menderita kelaparan.

Sebelum invasi itu terjadi, baik Amerika Serikat dan Dewan Keamanan PBB telah menuntut agar Taliban menyerahkan Osama bin Laden, namun AS tidak mendapat respon memuaskan.

Invasi dimulai dengan pemboman udara terhadap Taliban dan instalasi al-Qaeda di Kabul, Kandahar, Jalalabad, Konduz dan Mazar-e-Sharif.

Pesawat-pesawat koalisi lainnya menerbangkan bantuan kemanusiaan untuk warga sipil Afganistan. Dalam sebuah pernyataan yang direkam yang dirilis ke jaringan televisi Arab-Jazeera, Osama bin Laden menyerukan perang terhadap seluruh dunia non-Muslim.

Setelah kampanye udara melunakkan pertahanan Taliban, koalisi memulai invasinya di darat.

Pada 12 November sekitar sebulan setelah aksi militer dimulai, para pejabat Taliban dan pasukan mereka mundur dari ibukota Kabul.

Pada awal Desember, Kandahar tempat kubu Taliban terakhir dapat ditaklukkan pasukan koalisi.

Pejuang Al-Qaeda terus bersembunyi di wilayah pegunungan Tora Bora di Afganistan, di mana mereka terlibat oleh pasukan Afghanistan anti-Taliban, yang didukung oleh pasukan Pasukan Khusus AS.

Al-Qaeda segera memulai gencatan senjata, yang sekarang diyakini sebagai taktik untuk memungkinkan Osama bin Laden dan anggota kunci al-Qaeda lainnya waktu untuk melarikan diri ke Pakistan.

Pada 2014 menjadi tahun paling berdarah di Afganistan sejak 2001.

Pasukan internasional NATO yang tidak mau tinggal di Afghanistan tanpa batas waktu memilih untuk  mengakhiri misi tempur mereka dan menyerahkannya kepada tentara Afganistan untuk memerangi Taliban.

Hal tersebut menjadi kesempatan bagi Taliban, ketika mereka merebut wilayah dan meledakkan bom terhadap target pemerintah dan sipil. (2) 

  • Taliban


Pada 1979, setahun setelah kudeta tentara Soviet yang menyerbu Afganistan untuk mendukung pemerintah komunisnya.

Muncullah gerakan perlawanan yang didukung oleh AS, Pakistan, Cina dan Arab Saudi, di antara negara-negara lain.

Pada 1989, pasukan Soviet menarik diri tetapi perang saudara berlanjut.

Baca: Pasangan Bugil Bermesraan di Pinggir Jalan Tertangkap Gambar di Google Street View

Baca: KPK Tangkap Tangan Bupati Lampung Utara, Diduga Terkait Proyek Dinas PU dan Koperindag

Dalam kekacauan yang terjadi kemudian, Taliban (yang berarti "siswa" dalam bahasa Pashto) muncul.

Mereka pertama kali menjadi terkenal di daerah perbatasan Pakistan utara dan Afganistan barat daya pada 1994. (3) 

Kelompok ini berjanji untuk memerangi korupsi dan meningkatkan keamanan dan pada saat itu, banyak warga Afganistan yang lelah dengan ekses dan pertikaian para mujahidin selama perang saudara.

Diperkirakan Taliban pertama kali muncul di sekolah-sekolah agama, sebagian besar didanai oleh Arab Saudi, yang mengajarkan bentuk Islam garis keras. (1) 

Taliban melarang televisi, musik, dan bioskop dan tidak menyetujui pendidikan anak perempuan.

(Tribunnewswiki.com/Ami heppy)



Peristiwa Serangan Amerika Serikat ke Afghanistan
   


Sumber :


1. www.bbc.com
2. www.history.com
3. www.britannica.com


Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved