TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kondisi ekonomi di Wamena mulai pulih, tapi harga makanan masih mahal, penyet lele Rp 80 ribu, warga pendatang masih trauma.
Direktur Program Laznas Nurul Hayat, Kholaf Hibatulloh mengatakan pihaknya ikut mendampingi warga Jatim yang kembali dari Wamena.
Banyak pengungsi yang kembali ke Jatim tanpa membawa bekal apapun.
Kemudian, mereka kemnali dalam kondisi psikologis trauma pasca rusuh.
Hingga kini warga Jatim yang kembali dari Wamena mengalami trauma berat.
Bahkan, mereka mengaku enggan kembali ke Wamena.
“Trauma untuk kembali, asesmen lagi.
Suasana di lapangan di pintu Lanud.
Ada rasa trauma berat.
Ada maskapai hercules sudah dihentikan kemarin.
Hari ini (dibuka) yang ada rute dari Wamena ke Sentani,” jelasnya, dikutip dari Tribun Jatim.
Sementara itu, menurut Kholaf aktivitas ekonomi di Wamena mulai bergeliat.
Warung-warung mulai buka, seperti warung masakan padang.
Akibatnya, harga bahan pokok meninggi mengingat ribuan pendatang masih mengungsi di luar Wamena.
“Ekonomi mulai hidup.
Tapi ya begitu harga dari satu ekor ayam sampai Rp 600 ribu.
Penyetan lele Rp 80 ribu,” pungkasnya.
Nurul Hayat Ajak Saring Berita Provokatif Soal Krisis Sosial Wamen
Direktur Program Nurul Hayat, Kholaf Hibatulloh, telah mendata pengungsi dari Wamena yang sempat dipulangkan ke Jawa Timur.
Kebanyakan warga ini tidak ingin kembali ke Wamena lantaran trauma berat.