Sampai saat ini Paulus mengaku bahwa pihaknya belum bisa memaparkan tindak pidana apa yang dilakukan para tersangka ini.
Namun tidak menutup kemungkinan, kata dia, pasal yang diterapkan bakal berlapis.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga masih akan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya.
"Tapi saya pikir situasi seperti itu kan pembakaran masuk, pembunuhan mungkin masuk, penganiayaan berat masuk pasti, pengrusakan dan sebagainya. Kita akan terus melakukan pengejaran kepada pelaku itu," ungkapnya.
Warga Pendatang Ditolong Penduduk Asli Papua
Kisah para warga pendatang saat terjadi kerusuhan di Wamena, mengaku dilindungi, diungsikan, dikawal sepanjang hari.
Sejumlah warga pendatang dari Padang, Jawa, Makassar mengungkap kisah bagaimana mereka diselamatkan saat kerusuhan di Wamena.
Dalam kerusuhan tersebut, rumah mereka dibakar.
Salah seorang yang lolos adalah Mus Mulyadi.
Pria asal Sumatera Barat yang memulai ceritanya pada Senin pagi Senin pagi sekitar pukul 08.00, 23 September lalu, sedang berjualan aneka makanan.
Ada sate padang, lontong sayur, dan gado-gado sudah rapi tertata pada wadahnya.
"Saya baru buka.
Pembeli baru satu-dua.
Langsung pecah (kericuhan).
Saya langsung jemput anak saya di sekolah," tutur Mus yang sudah bermukim di Wamena sejak 2006 lalu.
Sekitar 15 menit, pembakaran terjadi di samping SMP.
"Setelah anak saya bawa pulang, kantor bupati dibakar.
Selanjutnya POM bensin dibakar, merembet ke Woma," papar Mus saat ditemui di penampungan Ikatan Keluarga Minang (IKM) di Sentani oleh wartawan Enggel Wolly yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Senin (30/09).
Dalam kondisi tegang, Mus mengaku keluarganya dan ratusan orang lain diselamatkan penduduk asli Wamena.
"Kita 250 orang dibawa ke gereja, diungsikan, diselamatkan.