John Surtees

John Surtees adalah satu-satunya juara GP500 (pendahulu MotoGP) yang juga berhasil menjadi juara F1


zoom-inlihat foto
john-surtess-di-gp-monaco-1963.jpg
Instagram/gp_corner
John Surtess di GP Monaco 1963

John Surtees adalah satu-satunya juara GP500 (pendahulu MotoGP) yang juga berhasil menjadi juara F1




  • Informasi awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM – John Surtees sampai saat ini adalah satu-satunya juara balap GP500 (pendahulu MotoGP) yang juga berhasil menjadi juara F1.

John Surtees disebut-sebut sebagai satu di antara legenda GP500/MotoGP terbesar sepanjang masa.

Dia mendapat julukan Figlio del Vento atau Putra Sang Angin.

John Surtees pernah menjadi ambassador Racing Steps Foundation dan mendirikan Henry Surtees Foundation.

Pembalap Inggris ini menghembuskan nafas terakhir pada 10 Maret 2017.[1]

John Surtess
John Surtess

Baca: Hari Kopi Internasional

  • Kehidupan dan karier awal #


John Surtees lahir di Tatsfield, Inggris pada 11 Februari 1934, sebagai anak tertua dari tiga bersaudara.

Keluarga Surtees juga mempunyai latar belakang balap.

Jack Surtees, ayahnya, adalah pemilik toko sepeda motor di Tamworth Road, Croydon, Inggris Selatan.

Jack pernah menjadi juara British motorcycle sidecar tiga kali.

Maka, tidak mengherankan jika  Surtees sudah mempunyai motor sejak umur sebelas tahun, bisa mengendarai sekaligus memperbaikinya.

Namun, Surtees didiskualifikasi setelah panitia tahu bahwa dia masih di bawah umut.

Dia kemudian mengawali karier balapnya di grasstrack dan juga memenangkannya.

Pada umur 16 tahun, Surtees meninggalkan sekolah dan magang menjadi mekanik di Vincent, sebuah perusahaan sepeda motor.

Road race pertamanya ada di Brands Hatch pada 1950, menggunakan Triumph 250.

Ketika hujan saat race, Surtees mampu memimpin balapan, tetapi kemudian terjatuh.

Surtees akhirnya berhasil meraih kemenangan pertamanya di Sirkuit Aberdare park, South Wales.

Dia mengatakan bahwa race tersebut adalah race yang paling berpengaruh dalam hidupnya.

Itulah pertama kalinya dia merasa menjadi pembalap, bukan sekadar mekanik.

Surtees merasa motor menjadi satu dengannya, termasuk mencetak karier balapnya.

Pada 1951, Surtees menjadi pembicaraan karena memberi perlawanan kuat pada Geoff Duke, dikenal sebagai Iron Duke, dalam ACU race di Sirkuit Thruxton.

Empat tahun kemudian, Joe Craig, kepala tim balap Norton, mensponsori karier balapnya Surtees.

Surtees memenangkan 68 dari 76 race yang dia ikuti.[2]

Pada 1962, Surtees menikahi Patricia Burke, tetapi mereka bercerai pada 1979.

Dia kemudian menikahi Janis Sheara, namun juga berakhir dengan perceraian pada 1982.

Pada 1987, Surtees kembali menikah, dengan Jane Sparrow.

Mereka memiliki tiga anak bernama Leonora, Edwina, dan Henry.[3]

Baca: Bioskop Permata

  • Kelas 350cc dan 500cc #


Pada 1956, Norton mengalami kesulitan finansial dan Surtees memutuskan pindah ke MV Agusta.

Pada musim pertamanya di MV Agusta, dia berhasil menjuarai kelas 500cc.

Dia turut terbantu oleh kenyataan bahwa Duke ditangguhkan dari kompetisi oleh FIM selama enam bulan.

Namun, pada 1957, Surtees gagal mempertahankan gelar juara dan hanya meraih peringkat ketiga pada akhir musim.

Surtees kembali meraih juara pada 1958 secara spektakuler, dia memenangi setiap GP di 350cc dan 500cc yang diikutinya.

Dia meraih rekor sebagai pembalap pertama yang memenangi gelar ganda (350cc dan 500cc) dalam satu musim.

Surtees kembali meraih gelar juara dunia sampai 1960.

Namun dia memutuskan keluar dari balap roda dua tersebut, meski masih kompetitif dan belum terkalahkan.

Dia meraih enam gelar juara selama tiga tahun.

Tidak hanya itu, Surtees juga menjadi pembalap pertama yang memenangkan Isle Of Man TT Senior selama tiga kali berturut-turut.

Surtees kemudian memutuskan pindah balap roda empat, Formula One.[4]

Baca: Ferrari Testarossa

  • Karier di Formula One #


John Surtees mulai membalap roda empat pada BRDC International Trophy at Silverstone.

Dia  menggunakan Lotus 18 bermesin Climax-FPF 2.5 L4.

Dua minggu kemudian, Surtees melakukan debut F1 di Monaco.

Dia mendapat posisi kelima belas di kualifikasi dan setelah lap ketujuh dia keluar sirkuit karena ada masalah gearbox.

Pada GP kedua, dia finish di posisi kedua, di belakang Jack Brabham.

Mulai saat itu dia menjadi bahan pembicaraan.[5]

Enzo Ferrari terkesan menjadi penggemar Surtees karena terkesan dengan semangat juangnya.

Enzo menawarkan Surtees pindah ke tim kuda jingkrak pada 1963 dan menjadikannya pembalap utama.

Pada GP Jerman di Nurbruging, Surtees berhasil meraih kemenangan setelah bertarung secara ganas dengan Jim Clark dari Tim Lotus.

Di Italia, Surtees kemudian mendapat julukan Putra Sang Angin dan John yang Hebat, serta dianggap sebagai penyelamat Ferrari.

Di Inggris Surtees dijuluki John Besar dan John yang Pemberani, terutama ketika berhasil memenangkan GP Nurbruging 1964 yang mengerikan dan berbahaya.

John Surtees berhasil menjadi juara F1 pada 1964.

Pada 1965, mendapat cedera besar ketika berkompetisi di North American Can-Am di Kanada.

Surtees memutuskan menghabiskan musim dingin untuk fitness dan pada GP Belgia dia berhasil meraih kemenangan impresif.

Namun dia memutuskan keluar dari Ferrari karena mempunyai masalah dengan Eugenio Dragoni, manajer tim.

Surtees finished 1966 with Cooper, for whom he won the season final round in Mexico. Surtees also won the inaugural Canadian-American (Can-Am) Challenge Cup.

Surtees menyelesaikan musim 1966 bersama Tim Cooper.

Dia kemudian bergabung di Tim Honda dan menyelesaikan musim 1967 di posisi keempat

Pada 1969, Surtees memutuskan membuat tim balapnya sendiri, bernama Team Surtees.

Namun timnya tidak bisa sukses seperti yang diharapkan.

Team Surtees lebih sukses di British and American Championship, di mana dia memenangkannya pada 1970.

Timnya juga terlihat lebih sukses di Formula 2 daripada Formula One.

Surtees keluar dari F1 pada 1978.[6]

Baca: Valentino Rossi

  • Masa tua dan kematian #


John Surtees menghabiskan masa tuanya di pedesaan Inggris.

Dia tertarik dengan arsitektur dan menjalankan bisnis real estate dengan penuh kesuksesan.

Pada 2009, anaknya yang bernama Henry meninggal dalam kecelakaan di Brands Hatch.[6]

Surtees died at St George's Hospital, London, on Friday afternoon after being treat

John Surtees meninggal pada 10 Maret 2017 di Rumah Sakit St George’s, London pada sore hari setelah dirawat karena kondisi pernafasannya memburuk. [7]

(TRIBUNNEWSWIKI/Febri)



Nama John Surtees
Lahir Tatsfield, 11 Februari 1934
Meninggal London, 10 Maret 2017
Istri Patricia Burke (cerai 1979), Janis Sheara (cerai 1982), dan Jane Sparrow
Anak Leonora, Edwina, dan Henry
Dikenal sebagai Pembalap GP500 dan F1
Memenangkan 350cc ( 1958, 1959, 1960), 500cc (1956, 1958, 1959, 1960), F1 (1964)


Sumber :


1. www.gptoday.net
2. www.grandprixhistory.org
3. www.theguardian.com
4. www.motogp.com
5. www.bbc.co.uk


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved