TRIBUNNEWSWIKI.COM – Seorang laki-laki dikeroyok oleh para anggota Polisi di samping Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (24/9/2019) terekam kamera jurnalis Kompas.com.
Laki-laki tersebut dikeroyok hingga jatuh tersungkur, namun anggota polisi lainnya masih tetap memukulinya.
Dalam melaksanakan kerja jurnalistiknya, jurnalis Kompas.com tersebut justru mendapat intimidasi dan ancaman.
Dikutip dari Kompas.com, peristiwa bermula ketika jurnalis berada di dalam Gedung JCC melihat aparat kepolisian tangah membawa seorang pria dengan usia diatas 30 tahun.
Pria tersebut menganaiak kaos putih dan celana panjang.
Tubuhnya sudah lunglai dan dipapah secara kasar oleh polisi.
Jurnalis Kompas.com itu merekam momen ini dari balik dinding kaca JCC.
Namun, tiba-tiba seorang pejabat yang meminta untuk berhenti merekam.
Jurnalis itu pun kemudian menjelaskan bahwa profesinya sebagai seorang jurnalis sehingga berhak untuk mengabadikan peristiwa tersebut.
Aparat polisi tersebut tidak mempedulikan dan terlihat marah.
Jurnalis itu kemudian menambahkan, profesi jurnalis dilindungi oleh UU Pers.
Tetapi polisi itu tetap memaksa agar video dihapus.
Permintaan ditolak, dan jurnalis itu pun berjalan ke arah pintu kaca JCC.
Disana nampak ada seorang laki-laki lagi yang dipapah oleh polisi, tubuhnya terlihat lemah.
Tak lama, tiba-tiba di belakangnya, ada belasan anggota polisi yang menyeret seorang pria yang tidak mengenakan pakaian.
Pria itu sempat berteriak, "ampun bang!".
Namun, polisi sudah terlanjur murka.
Upaya beberapa anggota polisi berusaha menahan rekan-rekannya yang sedang emosi itu pun tak berbuah hasil.
Jurnalis tersebut spontan meneriaki polisi yang mulai beringas dan meminta mereka untuk berhenti.
Salah seorang komandan polisi yang ada di situ meminta video itu dihapus.