Para mahasiswa lalu melakukan aksi bakar ban di depan Gedung DPRD sambil melakukan orasi.
"Kita menolak RUU KPK, RUU KUHP, itu menjadi tujuan besar kita. Aspirasi masyarakat sudah lama terbungkam karena tidak didengar DPR," kata Limas Kiswandi, perwakilan massa Presiden Mahasiswa Universitas Pasundan.
Baca: Papua Terkini : Korban Meninggal Kerusuhan Wamena Bertambah Jadi 21 Orang
2. Diwarnai aksi bakar ban dan lempar batu
Suasana semakin memanas saat mahasiswa meminta untuk bertemu dengan anggota DPRD Jabar.
Sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dengan aparat kepolisian tepat di pintu masuk Gedung DPRD Jabar.
Para mahasiswa yang merangsek masuk mendapat hadangan dari petugas.
Insiden itu juga diwarnai pelemparan dari mulai botol air kemasan, sepatu, hingga batu.
Ratusan aparat keamanan masih bersiaga di Gedung DPRD Jabar.
Sebuah mobil water canon pun disiapkan di pintu masuk.
Perwakilan mahasiswa bersama polisi berupaya menenangkan massa lewat pengeras suara.
3. Selepas maghrib, mahasiswa bentrok dengan polisi
Bentrokan kembali terjadi setelah maghrib.
Saat itu, para mahasiswa yang masih berkumpul di depan Gedung DPRD Jabar sambil berorasi dan bernyanyi, terlibat bentrok dengan polisi.
Tak jelas apa pemicu kericuhan tersebut, namun para mahasiswa dan polisi terlibat saling dorong kemudian terjadi saling lempar batu.
Akibatnya, sejumlah petugas kepolisian dan beberapa mahasiswa.
Bahkan, terlihat seorang mahasiswa dari pers mahasiswa seketika pingsan lantaran terkena lemparan batu.
Untuk membubarkan massa, para polisi lalu menurunkan mobil water canon dan menembakkan gas air mata.
4. Polisi gelar patrol pasca-unjuk rasa
Pasca unjuk rasa yang berakhir bentrokan, sekitar pukul 18.30 WIB, para mahasiswa mulai berhamburan meninggalkan Gedung DPRD Jabar.