Sempat Viral soal Ular Berkaki yang Mati di Karhutla Riau, Begini Penjelasan Ahli Tentang Hewan Itu

Ahli Herpetologi (Reptil & amfibi) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Amir Hamidy menjelaskan mengenai ular berkaki yang ditemukan di karhutla.


zoom-inlihat foto
ular-berkaki-1.jpg
Istimewa
Ular berkaki yang ditemukan mati terbakar di lokasi karhutla di Desa Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu, Riau, Rabu (18/9/2019).


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau berakibat buruk untuk lingkungan dan kelangsungan satwa di dalamnya.

Kabut asap yang ditimbulkan mengakibatkan gangguan pernapasan.

Di sisi lain, banyak tumbuhan dan binatang liar dan langka ikut lenyap.

Sempat viral foto-foto ular berkaki yang mati di karhutla Riau.

Bangkai ular berkaki itu ditemukan di lokasi karhutla Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau.

Baca: Fakta-fakta Ular Raksasa yang Hangus Akibat Kebakaran Hutan di Kalimantan: Bisa Tiru Suara Mangsa

Petugas Manggala Agni Daops Pekanbaru berusaha memadamkan kebakaran lahan seluas dua hektare di Jalan Siak 2 Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru, Senin (2/9/2019). Kebakaran lahan dikawasan itu telah terjadi sejak hari Kamis (29/8/2019) lalu. Berdasarkan pantauan satelit yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG Stasiun Pekanbaru, terpantau 150 hotspot yang tersebar di beberapa Kabupaten dan Kota di Riau. Terbanyak terpantau di Kabupaten Rokan Hilir 49 titik, Pelalawan 30 titik, Bengkalis 25 titik, Meranti 16 titik, Indragiri Hulu 13 titik, Indragiri Hulu 13 titik, Kampar 2 titik, Kuansing dan Siak masing-masing 1 titik. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY
Petugas Manggala Agni Daops Pekanbaru berusaha memadamkan kebakaran lahan seluas dua hektare di Jalan Siak 2 Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru, Senin (2/9/2019). Kebakaran lahan dikawasan itu telah terjadi sejak hari Kamis (29/8/2019) lalu. Berdasarkan pantauan satelit yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG Stasiun Pekanbaru, terpantau 150 hotspot yang tersebar di beberapa Kabupaten dan Kota di Riau. Terbanyak terpantau di Kabupaten Rokan Hilir 49 titik, Pelalawan 30 titik, Bengkalis 25 titik, Meranti 16 titik, Indragiri Hulu 13 titik, Indragiri Hulu 13 titik, Kampar 2 titik, Kuansing dan Siak masing-masing 1 titik. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY)

Dikutip dari Kompas.com, Jumat (20/9/2019), ulat tersebut tampak memiliki dua kaki di bagian ekor.

Anggota Manggala Agni Daops Rengat, Maidi pun mengatakan bahwa pihaknya menemukan ular berkaki di lahan yang terbakar.

"Tim kami pulang duluan, karena sudah malam. Ternyata tim TNI menemukan ular berkaki mati di lokasi. Aku pun kaget setelah nengok videonya. Karena jarang ada ular berkaki," kata Maidi.

Ahli Herpetologi (Reptil dan amfibi) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amir Hamidy menjelaskan mengenai ular berkaki tersebut.

Amir menegaskan, itu bukanlah ular berkaki tapi hemipenis ular.

Baca: Karhutla Riau : Wiranto Klaim Tak Parah, Gubernur Kalbar Sebut Oknum Pejabat Lindungi Korporasi

ular berkaki 2
TNI menemukan ular terbakar yang dianggap memiliki kaki di lokasi karhutla di Desa Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu, Riau, Rabu (18/9/2019). Ahli ular LIPI tegaskan, itu bukan kaki.

“Itu bukan kaki, itu adalah hemipenis dari ular ya. Hemipenis itu alat kelamin ular jantan,” kata Amir seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (20/9/2019).

Ahli Herpetologi tersebut menjelaskan, semua ular jantan memiliki hemipenis.

"Kalau manusia punya penis, ular jantan punya hemipenis,"

Bebeda dengan pria yang memiliki satu penis, ular jantan memiliki dua hemipenis yang terletak di pangkal ekor.

“Semua ular jantan punya hemipenis, jadi ini bukan kejadian langka atau yang wah,” kata Amir.

Baca: Karhutla Riau, Polisi Tetapkan 23 Tersangka Termasuk Satu Korporasi, Pemerintah Gelar Salat Hujan

Ular berkaki yang ditemukan mati terbakar di lokasi karhutla di Desa Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu, Riau, Rabu (18/9/2019).
Ular berkaki yang ditemukan mati terbakar di lokasi karhutla di Desa Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu, Riau, Rabu (18/9/2019). (Istimewa)

Untuk diketahui, hemipenis ular akan keluar pada saat ular kawin.

Saat ular masih hidup kemudian dipencet makan hemipenis juga bisa keluar.

Atau ketika mati karena terbakar seperti yang ditemukan di Riau.

"Saat ular mati terbakar, otot-otot hemipenis akan kontraksi sehingga hemipenisnya keluar," jelas Amir.

Meski demikian, Amir tidak dapat mengidentifikasi jenis ular apakah itu, karena kondisinya yang sudah hangus terbakar.

Fakta-fakta Piton Raja, Ular Raksasa yang Hangus Akibat Kebakaran Hutan di Kalimantan: Tiru Suara Mangsa.
Fakta-fakta Piton Raja, Ular Raksasa yang Hangus Akibat Kebakaran Hutan di Kalimantan: Tiru Suara Mangsa. (Kolase capture akun Instagram gardasatwafoundatin)




Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved