80 Persen Lahan Terbakar Berubah Jadi Lahan Perkebunan, BNPB Ungkap Motif Pembakaran Hutan dan Lahan

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, mengungkapkan motif manusia yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


zoom-inlihat foto
kabut-asap-pekanbaru2.jpg
TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY
Petugas Manggala Agni Daops Pekanbaru berusaha memadamkan kebakaran lahan seluas dua hektare di Jalan Siak 2 Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru, Senin (2/9/2019). Kebakaran lahan dikawasan itu telah terjadi sejak hari Kamis (29/8/2019) lalu. Berdasarkan pantauan satelit yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG Stasiun Pekanbaru, terpantau 150 hotspot yang tersebar di beberapa Kabupaten dan Kota di Riau. Terbanyak terpantau di Kabupaten Rokan Hilir 49 titik, Pelalawan 30 titik, Bengkalis 25 titik, Meranti 16 titik, Indragiri Hulu 13 titik, Indragiri Hulu 13 titik, Kampar 2 titik, Kuansing dan Siak masing-masing 1 titik. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, mengungkapkan motif manusia yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, mengungkapkan motif manusia yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Diketahui, kebakaran hutan dan lahan disebabkan oleh manusia dengan motif land clearing karena lebih murah.

Dikutip dari Kompas.com, Rabu (18/9/2019), Doni Monardo mengatakan bahwa saat ini 80 persen lahan yang terbakar berubah menjadi lahan perkebunan.

"Sebesar 99 persen kerhutla akibat ulah manusia, 80 persen lahan terbakar berubah menjadi perkebunan," ungkap Doni Monardo, dikutip dari Kompas.com.

PEMADAMAN KEBAKARAN LAHAN-Petugas BPBD Samarinda berusaha memadamkan kebakaran lahan gambut di kawasan desa Sungai Bawang jalan Poros Arah Samarinda Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, Senin (16/6/2019). Kebakaran lahan tak jauh dari runway Bandara APT Pranoto tersebut melibatkan petugas BPBD Kutai Kartanegara, BPBD Samarinda, KODIM 0901 Samarinda, relawan mengingat lokasi berada diperbatasan Samarinda dengan wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.
PEMADAMAN KEBAKARAN LAHAN-Petugas BPBD Samarinda berusaha memadamkan kebakaran lahan gambut di kawasan desa Sungai Bawang jalan Poros Arah Samarinda Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, Senin (16/6/2019). Kebakaran lahan tak jauh dari runway Bandara APT Pranoto tersebut melibatkan petugas BPBD Kutai Kartanegara, BPBD Samarinda, KODIM 0901 Samarinda, relawan mengingat lokasi berada diperbatasan Samarinda dengan wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. (TRIBUNNEWS/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)

Salah satu penyebab api sulit dipadamkan pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini ialah kemarau panjang.

Sehingga curah hujan menjadi lebih sedikit sehingga menjadi penyebab api sulit padam.

Pembakaran lahan tersebut disinyalir untuk digunakan sebagai perkebunan kelapa sawit.

Dikutip dari Kompas.com, Indonesia memiliki 14,4 juta hektar perkebunan kelapa sawit.

Doni mengatakan bahwa masalah karhutla ini pemerintah membutuhkan sinergi dari seluruh pihak.

"Karhutla adalah ancaman permanen, maka solusinya juga harus permanen," kata Doni.





Halaman
1234
Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved