TRIBUNNEWSWIKI.COM - Balita usia 14 bulan, Khadijah Haura, yang minum 5 gelas kopi sehari, sudah diperiksa tim medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Hasil pemeriksaan tim medis menunjukkan grafik kesehatan dan gizi Khadijah berada di warna hijau, artinya Khadijah, 1,5 liter kopi tubruk yang dikonsumsi Khadijah setiap hari belum berpengaruh apa-apa pada perkembangan fisiknya.
Tubuh mungil balita ini mampu menahan pengaruh kafein dan zat-zat lainnya yang terdapat dalam kopi.
Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Polman, Mandaria Saleh, mengatakan, dari hasil pemeriksaan petugas medis serta kartu menuju sehat (KMS) posyandu menunjukkan, grafik kesehatan dan gizi Khadijah berada di warna hijau yang artinya pertumbuhan Khadijah normal.
Baca: Dampak Konsumsi Kopi Bagi Balita, Sebabkan Insomnia hingga Risiko Penyakit Jantung
Baca: Tak Mampu Belikan Susu, Orangtua Balita di Sulbar Beri 5 Gelas Kopi Per Hari Sejak Usia 6 Bulan
Meski hasil pemeriksaan kesehatan sang bocah tidak menunjukkan adanya tanda-tanda gangguan pertumbuhan kesehatan, tapi dalam jangka panjang bisa berpotensi menganggu pertumbuhan Khadijah.
Karenanya petugas kesehatan telah berdiskusi dengan orangtua Khadijah agar kebiasaan minum kopi segera dihentikan.
Dampak buruk minum kopi bagi bayi seusia Khadijah memang belum bisa terlihat saat ini.
Tapi dalam jangka panjang akan berdampak buruk.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bayi 14 Bulan yang Minum 5 Gelas Kopi Setiap Hari Tumbuh Normal, tapi..."
Baca: Api Kebakaran Hutan Mulai Masuk Wilayah Rehabilitasi, Nasib Orangutan Terancam
Baca: Karhutla Riau, Polisi Tetapkan 23 Tersangka Termasuk Satu Korporasi, Pemerintah Gelar Salat Hujan
“Karenanya kita sudah mengimbau orangtua dan keluarga bocah Khadijah agar kebiasaan menyeruput kopi tubruk itu tidak lagi dilakukan."
"Petugas kesehatan telah menyalurkan bantuan susu dan makanan pelengkap seperti biskuit agar bocah Khadijah bisa minum susu dan tumbuh sehat seperti anak seusianya,” ujar Mandaria.
Seperti diberitakan, bayi 14 bulan bernama Khadijah terbiasa menyeruput kopi tubruk sejak ia berusia enam bulan.
Orangtua Khadijah, Sarifuddin dan Anita beralasan mengaku terpaksa menyuguhi kopi tubruk ke anak pertamanya itu lantaran tak mampu membeli susu.
Meski mengonsumsi kopi tubruk, pertumbuhan fisik bayi Khadijah seperti anak normal lainnya.
Khadijah tergolong anak super aktif.
Meski usianya baru 14 bulan, dia sudah mahir berjalan sendiri, hingga aktif bermain bersama teman-teman sebayanya.
Anak pertama pasangan Sarifuddin dan Anita dari Desa Tonro Lima ini bahkan kerap membuat kedua orangtuanya tak bisa tidur lantaran bocah ini aktif bermain sendiri.
Baca: Polemik Sampul Jokowi Pinokio : Relawan Lapor ke Dewan Pers, Haris Azhar Sebut Wujud Ekspresi
Bolehkah Bayi Minum Kopi
Dikutip dari theasianparent.com, sebuah studi di Boston, Amerika Serikat, memperlihatkan data bahwa balita di negara bagian itu sudah terbiasa mengonsumsi kopi hingga empat cangkir setiap hari.
Studi terbaru bahkan menyebutkan sebanyak 15% anak-anak di Boston, Amerika Serikat sudah terbiasa minum hingga empat cangkir kopi setiap hari karena budaya yang sudah mendarah daging di sana.
Namun, para ahli kesehatan mengatakan, bayi sebaiknya jangan dulu minum kopi.
Mengapa?
Kafein yang terkandung di dalamnya berisiko menimbulkan efek negatif untuk anak di masa mendatang kelak.
Penelitian telah membuktikan bahwa anak yang minum kopi dan minuman berkafein lainnya sejak berusia 2 tahun lebih rentan alami obesitas dan depresi.
Minuman berkafein akan membuat anak kecanduan makanan manis sehingga berisiko membuat berat badan meningkat.
Berikut dampak yang mungkin terjadi bila balita minum kopi:
Baca: DERETAN Fakta Film Perempuan Tanah Jahanam yang Terinspirasi dari Mimpi Buruk Joko Anwar
1. Sulit Tidur
Kebiasaan balita minum kopi juga memengaruhi kualitas tidur sehingga bisa membuat anak rentan alami depresi.
Minum kopi yang kian membudaya membuat banyak anak minum kopi dari mencicipi minuman orangtuanya.
Namun, hal ini dapat membuat si kecil sulit tidur, terutama di malam hari.
Di samping itu, kopi mengandung kafein lima kali lebih banyak dibanding soda sehingga akan lebih baik jika bayi tidak diberikan kopi lebih dulu.
2. Kerusakan Gigi
Rasanya memang lezat, namun penting diketahui bahwa kopi juga memiliki sifat asam sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada gigi.
Jika anak sudah terbiasa minum kopi sejak kecil, maka akan mengikis enamel gigi dan meningkatkan risiko sakit gigi.
Jika lapisan gigi melemah, bayi dan anak-anak membutuhkan perbaikan lebih lama untuk membentuk lapisan baru.
3. Nafsu Makan Menurun
Bayi dan anak-anak masih membutuhkan nutrisi esensial untuk perkembangannya seperti vitamin, mineral, protein dan serat.
Kopi tidak menyalurkan cukup vitamin dan mineral, selain itu juga menghambat penyerapan zat besi sehingga berisiko mengakibatkan deretan dampak negatif berikut ini.
Kopi adalah stimulan yang nyatanya dapat membuat nafsu makan menurun, sementara anak dalam masa tumbuh kembangnya tentu membutuhkan nutrisi esensial.
Protein, gandum, buah dan sayuran lebih dibutuhkan daripada kopi.
Baca: DERETAN 10 Foto Pose Berani Pramugari di Bagian Pesawat Ini: Ada yang Berani Masuk ke Dalamnya
4. Kerusakan Tulang
Jika tergoda memberikan bayi kopi walau sedikit, sebaiknya pikirkan dulu.
Kopi bersifat diuretik dimana ia meningkatkan produksi urin.
Rasanya mungkin akan membuat anak penasaran, namun kopi juga efektif menimbulkan masalah perilaku pada anak Anda, di antaranya kecenderungan hiperaktif dan anak akan sulitberkonsentrasi.
Hal ini tentu akan berdampak saat anak sudah memasuki usia sekolah, khususnya ketika ia diharuskan memerhatikan guru dan mengikuti instruksi di sekolah.
Bahkan tak menutup kemungkinan efek samping ini akan berlanjut pada kemampuan kognitif dan prestasinya di sekolah.
Dengan ragam dampak negatif, alangkah baiknya jika menahan diri untuk memberikan kopi pada anak.
Lalu, berapa banyak rekomendasi ideal bayi minum kopi?
American Academy of Pediatrics menyarankan agar anak di bawah usia 12 tahun sebaiknya tidak minum kopi atau minuman berkafein lainnya.
Sedangkan untuk anak di atas 12 tahun, asupan kafein sebaiknya jangan lebih dari 85-100 mg per hari.(*)
(Kompas.com/Kontributor Polewali, Junaedi)