Hari itu dia hanya tidur-tiduran saja di sofa.
Tiba-tiba, Soekarno menangis tersedu-sedu sembari memeluk Sukmawati.
“Tiba-tiba, dia menangis tersedu sambil memeluk saya. Saat itu saya tidak terlalu paham kenapa Bapak menangis,” ujarnya.
Belakangan, Sukmawati baru mengetahui bahwa Soekarno menangis karena mendengar kabar menyedihkan setelah meletusnya tragedi berdarah pada 30 September 1965 atau G30S.
Terjadi pembunuhan massal terhadap rakyatnya yang dituduh memiliki paham komunisme.
“Bapak juga menangis karena dia digulingkan begitu saja oleh bangsanya sendiri dan jutaan rakyat yang dia cintai dibunuh untuk melanggengkan sebuah kekuasaan. Memang tragis, akhir hidup seorang pendiri bangsa,” pungkas Sukmawati.
(TribunnewsWIKI.com/Widi Hermawan)
KOMENTAR