TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pretty Boys merupakan sebuah film komedi yang disutradarai oleh Tompi dan ditulis oleh Imam Darto.
Film yang akan tayang pada 19 September 2019 ini menceritakan tentang perjuangan dua sahabat yang ingin menjadi artis terkenal.
Diproduseri oleh Deddy Mahendra Desta, film ini menjadi film pertama yang disutradari oleh penyanyi dan dokter bedah plastik Tompi.
Film yang diproduksi oleh The Pretty Boys Pictures dan Anami Films ini menghabiskan waktu satu setengah bulan untuk syuting.
Dikutip dari Kompas.com, Desta mengungkapkan alasannya membuat film Pretty Boys.
Desta mengatakan jika tema ini diangkat karena keprihatinan melihat tayangan televisi Indonesia.
Menurut Desta tayangan televisi Indonesia saat ini menampilkan sesuatu yang kurang mendidik.
Tayangan televisi Indonesia menampilkan bertengkar di televisi, bullying, drama reality show setting-an yang menurut Desta terkadang berlebihan, bahkan terkadang berpakaian dan berdandan yang tidak sesuai dengan kodratnya.
“Generasi muda adalah golongan usia yang mudah terbawa arus dengan apa yang mereka lihat, misalnya tayangan di televisi," kata Desta.
Desta mengatakan walaupun media hiburan sudah banyak, namun televisi merupakan media hiburan yang paling diminati dan dapat dijangkau oleh siapa saja, dari orang dewasa hingga anak-anak.
"Namun, semakin ke sini, televisi mulai menampilkan tayangan yang tidak mendidik. Perusahaan TV seakan berlomba-lomba menghadirkan tayangan yang kurang mendidik generasi penerus. Semua itu dilakukan hanya demi kepentingan rating dan share," kata Desta.
Sehingga keresahan tersebut membuat Desta dan Vincent membuat film Pretty Boys.
"Film Pretty Boys ini menjadi semacam ungkapan terhadap keresahan tersebut. Jadi, TV-kah yang menodai kita atau kita yang menodai TV? Apakah kita memang sedang mengalami Kehancuran Dunia Televisi?" kata Desta.
Film ini menceritakan tentang perjalanan dua sahabat yakni Rahmat Maha Wsa (Deddy Mahendra Desta) dan Anugerah Santoso (Vincent Rompies).
Rahmat dan Anugerah sudah bersahabat sejak kecil dan memiliki mimpi yang sama, masuk TV dan terkenal.
Mimpi yang sama diantara keduanya ternyata memiliki tujuan yang berbeda.
Rahmat ingin menjadi terkenal dan membuatnya dikelilingi wanita cantik dan dikagumi.
Baca: FILM - Men in Black (2002)
Baca: Gara-gara Desta, Tompi Pertama Kali menjadi Sutradara di Film Pretty Boys
Sedangkan Anugerah ingin masuk TV dan dapat disandingkan dengan pembawa acara idolanya, yakni seperti Koes Hendratmo, Nico Siahaan, Bob Tutupoli, Sonny Tulung, dan sederet nama terkenal lainnya di dunia pertelevisian Indonesia.
Ayah Anugerah melarang cita-citanya untuk bekerja di dunia entrertainment.
Menurut Pak Jono dunia entertainment dekat dengan hal buruk.
Sehingga, Anugerah memutuskan untuk kabur ke Jakarta bersama sahabatnya Rahmat.
Namun keduanya justru menjadi pelayan koki dan restoran.
Kemudian hadirlah Asty sebagai penyejuk bagi Anugerah.
Suatu hari, Aungerah dan Rahmat menjadi penonton bayaran dan bertemu dengan koordinator penonton bayaran.
(TribunnewsWiki/Sekar)
Jangan lupa subscribe youtube channel TribunnewsWiki ya!