TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ayah Dul Jaelani, Ahmad Dhani memberikan santunan sebesar Rp 5 juta kepada keluarga korban meninggal kejadian di Tol Jagorawi pada 2013 lalu.
Dilansir dari Kompas.com, Selasa (10/9/2019), terdapat enam keluarga korban yang mendapatkan santunan selama enam tahun.
Keluarga korban mengatakan bahwa santunan yang diberikan Ahmad Dhani cukup.
Baca: Raditya Dika Jelaskan Penyakit Autoimun yang Diderita Dirinya dan Sang Adik
"Alhamdulilah kalau kurang, ya, kurang. Kalau cukup, ya cukup," kata Sri Sumarni, dikutip dari Kompas.com.
Sri Sumarni merupakan ibunda dari Agus Surahman, salah satu korban meninggal.
Ia harus merawat dua cucunya setelah sang anak meninggal dalam kecelakaan tragis tersebut.
Menurutnya, Dhani selama enam tahun memberikan santunan dan tidak pernah lupa menunaikan kewajibannya.
Sementara itu, Vonny, istri dari korban meninggal lainnya mengatakan santunan yang diberikan oleh Dhani lancar.
"Alhamdulilah sesuai dengan apa yang dijanjikan. Enggak lebih, enggak kurang," ujar Vonny.
Selain mereka berdua, ada dua perwakilan korban meninggal lainnya.
Mereka menepis kabar bahwa Ahmad Dhani tidak lagi memberikan santunan setelah berada di LP Cipinang, Jakarta Timur.
Pada tahun 2013 lalu, kecelakaan beruntun di Tol Jagorawi yang melibatkan Dul Jaelani terjadi pada 8 September 2013.
Kecelakaan terjadi di Tol Jagorawi, ruas jalur Jakarta ke Bogor di KM 8-200 pada pukul 00.45 WIB.
Sebanyak 3 mobil terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Baca: Kaget Videonya Naik Becak Jadi Viral, Putri Sultan, GKR Bendara, Ungkap Sudah Sering Naik Becak
Baca: Jennifer Jill Akui Sering Mau Selingkuh, Ajun Perwira Juga Mau Tapi Batal Pas Ingat Wajah Jennifer
Kecelakaan Dul Jaelani menewaskan enam orang dan belasan lainnya luka-luka.
Bahkan, Dul Jaelani menjadi salah satu korban dari kecelakaan tersebut.
Diketahui, kaki sebelah kanan Dul patah akibat kecelakaan itu.
Sesaat setelah kecelakaan, Dul dilarikan ke Rumah Sakit Melia, Cibubur.
Saat itu, Dul Jaelani masih berusia 13 tahun.
Kecelekaan maut di Tol Jagorawi tersebut menyisakan trauma dan rasa bersalah di benak Dul Jaelani.