Karena kondisinya yang terus menurun, Rayya harus dirawat di RSUD dr Slamet, Garut.
"Kondisinya semakin memburuk sehingga harus dirawat di rumah sakit. Apalagi dia juga terena stroke," ucap Soni saat dihubungi, Jumat (30/8/2019).
Untuk sementara, Rayya juga tak ditahan kepolisian.
Pihaknya telah meminta penangguhan penahanan karena kliennya harus menjalani pengobatan.
Pekan lalu Rayya baru saja menjalani perawatan di RSUD Slamet, Garut selama 4 hari.
Selama di RSUD dr Slamet, Rayya yang merupakan mantan suami pemeran wanita, V itu menjalani perawatan penyakit stroke dan penyakit lainnya.
Rayya sempat dipulangkan karena kondisinya telah membaik pada Jumat (30/8/2019).
Sebelum dirujuk ke RSUD dr Slamet, Rayya sempat dirawat di RS Guntur.
Selama menjalani perawatan, Rayya ditangani oleh tim dokter.
Ia juga menempati ruangan isolasi karena termasuk pasien yang memiliki penyakit khusus.
"Jadi kemarin berobatnya untuk penyakit stroke dan beberapa penyakit lainnya. Bukan untuk penyakit khususnya itu," ucapnya ketika dihubungi, Selasa (3/9/2019).
Sony Sanjaya juga mengatakan, kondisi Rayya semakin memburuk.
Bahkan, Rayya telah kesulitan bergerak. Duduk pun sulit.
Ia hanya bisa berbaring di tempat tidur.
"Kondisinya terus memburuk. Sekarang juga tidak bisa duduk. Tertidur saja di rumah. Paling beribat jalan ke rumah sakit," katanya.
Meski telah ditetapkan sebagai tersangka sejak pekan lalu, kuasa hukum V, perempuan pemeran video viral Vina Garut, menyebut kliennya sebagai korban.
Indikasi itu setelah adanya keterangan V (19), pemeran dalam video Vina Garut, diancam oleh mantan suaminya berinisial A alias Rayya.
Pengacara V, pemeran dalam video Vina Garut, Budi Rahadian menyebut pihaknya mengindikasikan kliennya hanya sebagai korban dalam video 'Vina Garut'.
Dari informasi kliennya, Budi menyebut ada paksaan untuk melayani laki-laki lain.
"Mantan suaminya itu memaksa V untuk bermain dengan pria lain. Termasuk pura-pura memasang mimik tersenyum karena diancam," ujar Budi di Mapolres Garut, Kamis (22/8/2019).