Kisah Haslinda, Orang Pertama yang Temukan Bayi Dikubur Hidup-hidup: Bayi Dikubur di Kolong Rumahnya

Kisah Haslinda, Orang Pertama yang Temukan Bayi Dikubur Hidup-hidup: Bayi Dikubur di Kolong Rumahnya


zoom-inlihat foto
bayimalang222.jpg
Facebook Paski Ruppe
Kisah Haslinda, Orang Pertama yang Temukan Bayi Dikubur Hidup-hidup: Bayi Dikubur di Kolong Rumahnya.


Sementara menurut AKP Ardi Yusuf, kuat dugaan jika bayi tersebut adalah hasil dari hubungan gelap. (*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bayi Hasil Hubungan Gelap Dikubur Hidup-hidup, Diselamatkan Warga Berkat Suara Tangisan"

Geger Bayi Dikubur Hidup-hidup

Sebelumnya, seorang bayi yang baru dilahirkan lalu dikubur hidup-hidup menjadi viral di Facebook.

Untungnya sang bayi selamat karena warga yang mendengar tangisan bayi dengan cepat menggali kuburan bayi malang itu.

Warga memperkirakan bayi tak berdosa ini sudah dikubur setidaknya selama 30 menit karena tangisan bayi malang tersebut sudah terdengar selama kurang lebih 30 menit.

Orangtua sang bayi tega mengubur bayinya hidup-hidup karena sang bayi dilahirkan di luar nikah.

Peristiwa ini bikin geger dan jadi viral di postingan setelah diunggah oleh akun media sosial Facebook Paski Ruppe.

Paski Ruppe membagikan peristiwa tersebut pada Kamis (5/9/2019).

Menurut unggahan Paski Ruppe, penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut berada di Jalan Peda 2, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Pada postingan tersebut, terlihat bekas tanah untuk mengubur bayi.

Lubang tidak terlalu dalam, hingga terlihat bercak darah dari permukaan tanah.

Terlihat pula ada anggota kepolian yang membantu menangani penemuan bayi ini.

Beruntung, nyawa bayi malang tersebut masih bisa diselamatkan.

Postingan tersebut telah dibagikan lebih dari lima ribu kali.

Kasus penemuan bayi ini dibenarkan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Palopo, AKP Ardi

Sementara menutur AKP Ardi Yusuf, kuat dugaan bayi tersebut adalah hasil dari hubungan gelap.

Di Facebook, netizen memberi komentar prihatin dan mencela perbuatan biadab orangtua sang bayi.(*)

(Tribunnews.com/Kontributor Kompas TV Luwu Palopo, Amran Amir)





Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved