Setelah Tuai Gelombang Demonstrasi, Pemerintah Hong Kong Akhirnya Cabut RUU Ekstradisi

Setelah menuai gelombang demonstrasi berkepanjangan, Pemerintah Hong Kong akhirnya memutuskan untuk mencabut RUU Ekstradisi.


zoom-inlihat foto
hong-kong-cabut-ruu-ekstradisi.jpg
Facebook Carrie Lam
Carrie Lam


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Setelah menuai gelombang demonstrasi berkepanjangan, Pemerintah Hong Kong akhirnya memutuskan untuk mencabut RUU Ekstradisi.

Pencabutan RUU Ekstradisi yang kontroversial itu diumumkan oleh Pemimpin Hongkong, Carrie Lam, Rabu (4/9/2019).

Dikutip dari Kompas.com, RUU yang memungkinkan ekstradisi pelaku pelanggaran ke China daratan itu menuai kecaman dari rakyat Hong Kong dan memicu krisis politik yang diwarnai aksi protes selama 13 pekan di kota semi-otonom itu.

“Pemerintah akan secara resmi menarik RUU (Ekstradisi) untuk sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran publik,” kata Pemimpin Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, dalam video pernyataan yang dirilis kantornya, demikian dikutip AFP.

Baca: Kronologi 3 Siswa SMK Magang Dijual Calo ke Perusahaan Kapal, Hilang 9 Tahun hingga Sekarang

Lebih lanjut, Lam juga mengumumkan langkah pencabutan RUU itu di hadapan kelompok anggota parlemen pro-Beijing.

Penarikan RUU Ekstradisi itu merupakan salah satu dari lima tuntutan utama para pengunjuk rasa, yang turun ke jalan dan melancarkan protes.

Aksi itu bahkan membawa Hong Kong ke dalam krisis politik terburuk sejak penyerahannya dari Inggris pada tahun 1997.

Laporan awal di media lokal tentang penarikan RUU itu membangkitkan harapan untuk dapat membantu mengakhiri krisis.

Sebelumnya, pemerintah Hong Kong telah menangguhkan pembahasan RUU Ekstradisi tersebut dari parlemen.

Kendati demikian, langkah itu tidak cukup untuk menurunkan tensi ketegangan setelah gerakan pro-demokrasi berkembang menuntut reformasi demokrasi yang lebih luas di Hong Kong.

Lam mengonfirmasi pencabutan RUU tersebut akan dilakukan saat parlemen dibuka kembali pada Oktober mendatang.

Baca: Anies Baswedan Skak Mat Hotman Paris Soal Wanita dan Berikan Tips Tahan Godaan

Lam juga mengumumkan rencana untuk menggelar dialog sehingga orang-orang dapat berbagi pandangan dan menyuarakan keluhan mereka.

Pemimpin berusia 62 tahun itu juga berencana menugaskan akademisi, penasihat, dan para profesional untuk memeriksa dan meninjau masalah-masalah yang ada di masyarakat secara independen dan memberi saran solusi kepada pemerintah.

Tetapi Lam juga memperingatkan kepada para pengunjuk rasa bahwa demonstrasi yang sedang berlangsung dan menentang pemerintah China telah menempatkan Hong Kong dalam posisi yang rentan dan berbahaya.

“Prioritas utama kami sekarang adalah untuk mengakhiri kekerasan, menjaga supremasi hukum dan memulihkan ketertiban dan keselamatan di masyarakat,” ujarnya.

Baca: Hong Kong Semakin Memanas, Meriam Air hingga Bom Molotov Warnai Aksi Demonstrasi

Sebelumnya dalam laporan Reuters, yang mengutip rekaman suara komentar Carrie Lam di sebuah pertemuan tertutup, bahwa pemimpin Hong Kong itu akan memilih berhenti dan mundur dari jabatannya jika memang dia memiliki pilihan.

Lam menanggapi dengan menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah mengajukan pengunduran diri dan pemerintah Beijing yakin pemerintahannya akan dapat menyelesaikan krisis politik yang telah berlangsung selama tiga bulan tanpa campur tangan China daratan.

“Saya tidak pernah mengajukan pengunduran diri,” kata Lam dalam konferensi pers yang disiarkan televisi.

“Saya bahkan belum memikirkan untuk membahas pengunduran diri dengan pemerintah pusat. Pilihan pengunduran diri itu pilihan saya sendiri,” tambahnya.

“Saya mengatakan kepada diri saya berulang kali dalam tiga bulan terakhir ini, bahwa saya dan tim saya harus tetap membantu Hong Kong. Itu sebabnya saya mengatakan bahwa saya belum memberi pilihan pada diri saya untuk mengambil jalan yang lebih mudah, yaitu untuk pergi,” ujar Lam.

Pengunduran diri Lam termasuk dalam salah satu tuntutan yang diajukan para pengunjuk rasa dan belum terpenuhi hingga saat ini.

(TribunnewsWIKI/Kompas.com/Agni Vidya Perdana/Widi Hermawan)

Jangan lupa subscribe kanal Youtube TribunnewsWIKI Official





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved