TRIBUNNEWSWIKI.COM - Beberapa pekan lalu viral sebuah postingan foto tentang indekos murah alas sleep box di kawasan Johar Baru, Kampung Rawa, Jakarta Pusat.
Dilansir oleh Kompas.com, pada awal pekan ini, indekos yang berharga murah meriah tersebut disegel oleh aparat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan akan ditutup.
Padahal peminat indekos ala sleep house itu banyak, terdiri dari pekerja dengan gaji UMR atau di bawah UMR karena berharga murah meriah dan terletak di pusat Jakarta.
Baca: Deretan Fakta Mahasiswa S2 ITB Tewas Gantung Diri, Sosok Berprestasi hingga Pesan Terakhir di Laptop
Baca: Deretan Fakta Veronica Koman, Aktif Sebar Hoaks dan Provokasi, Bakal Diburu Interpol
Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi, menyebut indekos ala sleep box di Jalan Rawa Selatan V, Johor baru, Jakarta Pusat itu sangat tidak manusiawi dan terancam ditutup.
Hal tersebut karena usaha ini belum memiliki izin usaha ke Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kelurahan Kampung Rawa.
"Kita berikan surat sekali, dua kali, tiga kali kalau tidak berizin akan ditutup," ujar Irwandi dikutip TribunnewsWiki dari Kompas.com pada Kamis (5/9/2019).
Dalam keterangannya, Irwandi juga menilai bahwa indekos tersebut tidak manusiawi dan berbahaya bagi penghuni.
“Kamar kos di dalam sangat memprihatinkan. Tidak layak dan menurut saya tidak manusiawi. Apalagi kalau ada kebakaran dan bangunan seperti itu tidak ada izinnya buat keselamatan penghuni dan tidak sehat,” ujar wakil wali kota tersebut.
Dirinya menyebutkan bahwa indekos tersebut akan disegel kemudian ditutup.
“Ini tidak ada izinnya (IMB dan izin usaha), itu yang kami cek, makanya akan ditutup dan disegel," ungkap Irwandi.
Untuk penyegelan indekos tersebut akan berlangsung selama tujuh hari.
Setelah disegel, pemerintah akan segera menutup indekos tersebut.
Meski murah namun tak manusiawi
Sebelum penyegelan itu, Irwandi berjanji pihaknya akan meminta keterangan pemilik usaha indekos tersebut.
Dalam satu rumah bertingkat di Johar Baru itu terdapat 82 kamar indekos ala sleep box.
Irwandi menyatakan, bentuk kamar yang kecil itu tidak manusiawi dan berbahaya.
Kamar indekos punya dua ukuran, yaitu 200x100x90 sentimeter dan 200x125x90 cm.
Tarif indekos tersebut Rp 50.000 per hari.
Sewa per bulan dibedakan berdasarkan tipe.
Tipe 200x100x90 cm sewa per bulan Rp 300.000, sementara tipe yang lebih besar, yaitu 200x125x90 cm sebesar Rp 400.000.
Menurut Irwandi, model indekos itu berbahaya. Kamarnya berdempetan antara kamar satu dengan yang lainnya.
“Ditambah indekos itu seperti tidak sehat (berdempetan dan berantakan),” kata Irwandi.
Indekos sempit dan hanya untuk tidur
Walau ukuran kamarnya kecil, dinding-dinging indekos itu terbuat dari tembok seperti layaknya kamar biasa.
Indekos tersebut banyak peminatnya bahkan sejumlah penghuni telah bertahun-tahun tinggal di situ.
Indekos semacam itu jadi pilihan agar gaji tak habis hanya untuk sewa penginapan.
Di Jakarta mencari indekos murah sangat sulit, apalagi di kawasan Jakarta Pusat.
Rata-rata indekos sewanya Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000 untuk yang berukuran 3 X 4 meter.
Meski indekos ala sleep box itu kecil dan sempit, fasilitasnya tak jauh berbeda dengan indekos pada umumnya.
Di indekos itu disediakan pendingin ruangan (AC) yang dipasang dilorong.
Pintu-pintu kamar kos hanya terpasang separuh sehingga semburan AC dari lorong itu bisa masuk ke dalam ruangan.
Fasilitas lain adalah kasur, bantal, dan stop kontak.
Bahkan, ada mesin cuci yang disiapkan di lantai bawah bagi pekerja yang tak sempat mencuci baju sendiri.
Kamar-kamarnya memang didesain untuk para pekerja yang sudah lelah dan menjadikan indekos itu hanya untuk tempat beristirahat.
Baca: Deretan Fakta Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Dianggap Warisan Buruk Periode Pertama Jokowi
Baca: 4 Fakta OTT Bupati Muara Enim, KPK Amankan Uang 498 Juta hingga Tanggapan Gubernur Sumsel
Ahli saraf : meski tak berbahaya namun tak baik
Penasaran mengenai efek atau kemungkinan bahaya yang terjadi ketika tidur di ruang sempit, pada Senin (2/9/2019) Kompas.com mencoba bertanya kepada ahli saraf sekaligus peneliti tidur Rimawati Tedjakusuma.
Dalam kesempatan wawancara, Rima menuturkan bahwa sebenarnya tidur dalam sleep box yang relatif sempit tidaklah berbahaya bagi kesehatan kecuali untuk orang dengan kondisi tertentu.
"Sebetulnya tidak berbahaya, kecuali pada orang dengan claustrophobia, bisa jadi pemicu kecemasan dan serangan panik," tuturnya.
Lebih lanjut, Rima menjelaskan, claustrophobia merupakan orang yang takut dengan tempat yang sempit.
Ia juga mengatakan, hal tersebut juga tidak baik bagi orang yang tidurnya gelisah dan banyak bergerak.
"Bisa sering terbangun karena terbentur dinding," katanya.
Ia juga menyebut, bagi orang-orang dengan light sleeper juga besar kemungkinannya mengalami sulit tidur karena adanya suara dengkuran yang mungkin terdengar dari kamar sebelahnya.
"Juga bila tiba-tiba terbangun dan tertunduk, kepala bisa terbentur," ujarnya.
Saat ditanya mengenai ukuran ideal ruang yang dibutuhkan seseorang saat tidur, menurutnya hal tersebut tidak ada standarnya.
"Tidak ada ukuran ruang tidur standar," paparnya.
(KOMPAS.COM/TRIBUNNEWSWIKI.COM/Abdurrahman Al Farid)