Agar praktis, masyarakat saat itu mulai berpikir untuk hanya membawa bekal berupa beras yang dimasak dengan sedikit air atau digongseng, pisang yang dilumatkan dengan menggunakan pelepah pisang sebagai alat penghancur.
"Lalu masyarakat saat itu mengaduk adonan pisang dan beras yang digonseng tadi, tambah santan, gula dan garam secukupnya. Kemudian dimakan sebagai pengganti nasi untuk mengganjal perut yang sedang lapar," lanjut Karim.
Namun saat bekalnya habis, hanya tersisa bersa ketan saja meski perjalanan menuju kampung masih sangat jauh.
Maka dari itu, untuk mengganjal perut, masyarakat setempat langsung mengunyah sisa beras ketan yang ada.
Dalam bahasa Simeuleu mengunyah beras disebut mamemek.
"Tentu kita semua tahu bagaimana rasa beras yang hanya dikunyah. Tentu tidak enak," kata Karim.
"Sembari demikian dijumpailah kebun pisang warga dan ternyata ada yang sudah masak. Lalu beras dikunyah-kunyah dan pisang dimakan bersamaan. Tentu rasanya sudah mulai enak. Kemudian sambil melanjutkan perjalanan dijumpai pula kelapa. Lalu dicoba diaduk pisang dan beras diberi kuah santan kelapa," paparnya.
Karena hal itu, masyarakat jadi menyukai cita rasa campuran beras ketan, pisang dan kelapa tersebut.
Hingga akhirnya masayarakat setempat mulai membuat olahan makanan yang kemudian diberi nama memek.
3. Cara buatnya mudah
Cara membuat Memek ternyata mudah dan bisa dilakukan di rumah.
Bahannya pun juga mudah dicari.
Abdul Karim menjelaskan bahwa Memek terbuat dari bahan utama pisang, beras ketan, dan santan.
Beras ketan digongseng (disangrai), kemudian pisang matang dihancurkan hingga lumat tapi tetap tinggalkan tekstur kasar.
Karim menjelaskan bahwa biasanya masyarakat sekitar menggunakan pelepah pisang untuk menghancurkan pisang.
Kemudian, pisang yang sudah dihaluskan diberi santan yang sebelumnya sudah dipanaskan lalu diberi penambah rasa berupa gula dan garam.
4. Waktu terbaik berburu Memek
Kapan waktu terbaik untuk berburu Memek yang bisa ditemui saat berkunjung ke Aceh?
Abdul Karim menjelaskan bahwa Memek kerap dihidangkan saat memasuki bulan Ramadhan.
Pada saat bulan Ramadhan, masyarakat setempat akan memasak Memek dalam porsi yang lebih banyak.