Pemindahan Ibu Kota, BMKG Ungkap Pulau Kalimantan Aman dari Gempa dan Tsunami

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengungkapkan Pulau Kalimantan cukup aman dari gempa dan tsunami.


Pemindahan Ibu Kota, BMKG Ungkap Pulau Kalimantan Aman dari Gempa dan Tsunami
instagram.com/@dwikoritakarnawat
Dwikorita Karnawati ketua Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) 


Kepala Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengungkapkan Pulau Kalimantan cukup aman dari gempa dan tsunami.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Terkait pemindahan ibu kota Jakarta ke Pulau Kalimantan, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengungkapkan Pulau Kalimantan cukup aman dari gempa dan tsunami.

Dwikorita Karnawati menjelaskan Pulau Kalimantan memiliki jarak yang lebih jauh dari zona megathrust.

Dikutip dari Kompas.com pada Rabu (28/8/2019), zona megathrust berada sekitar 250 km dari pantai Sumatera yang memanjang ke selatan Jawa, Nusa Tenggara sampai Papua bagian Selatan.

"Nah kalau itu yang kita sebut megathrust berarti jaraknya terhadap Jakarta itu kan lebih dekat daripada jarak megathrust terhadap Kalimantan Timur potensi ancamannya lebih jauh," kata Dwikorta, dikutip dari Kompas.com.

Baca: Aspek Geografis - Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

Baca: Ibu Kota Baru : Gaikindo Sebut Industri Otomotif Tak Harus Pindah, Toyota Belum Perkirakan Potensi

Dwikorita juga mengatakan bahwa ancaman tsunami di Pulau Kalimantan sifatnya tsunami kiriman.

Berbeda dengan Pulau Sulawesi khususnya Palu, Sulawesi Tengah yang memiliki jarak yang dekat dengan pantai dan pusat yang berpotensi terjadinya tsunami.

Dwikorita juga memberikan contoh apabila gempa dan tsunami di Palu, maka Kalimantan Timur akan mendapatkan imbasnya.

"Tapi kalau di Kaltim, gempa dulu travel time-nya butuh waktu kurang lebih 20 menit. Jadi waktu 20 menit cukup untuk dilakukan evakuasi dengan sistem peringatan dini yang ada, artinya meski lebih aman tapi harus ada sistem peringatan dini tsunami, tapi memang jauh lebih aman," jelas Dwikorita, dikutip dari Kompas.com.

Sebelumnya, Humas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan kajian tingkat kerawanan bencana alam di wilayah Pulau Kalimantan.

Kajian tersebut dijelaskan melalui akun Twitter Humas BMKG, Senin (26/8/2019) siang.





Halaman
123






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved