Kebakaran Hutan Amazon Tak Kunjung Usai, Pemerintah Brasil Tolak Bantuan 285 Miliar

Pemerintah Brasil menolak tawaran bantuan untuk mengatasi kebakaran hutan Amazon dari pihak asing.


zoom-inlihat foto
kepulan-asap-di-hutan-hujan-tropis-amazon-akibat-kebakaran.jpg
NASA Earth Observatory via Daily Mirror
Seperti inilah citra satelit yang diperoleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), yang memperlihatkan kepulan asap di hutan hujan tropis Amazon akibat kebakaran pada pertengahan Agustus ini.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Kebakaran hutan Amazon terus meluas dan tak kunjung bisa diselesaikan.

Di tengah situasi seperti itu, Pemerintah Brasil justru menolak tawaran bantuan untuk mengatasi kebakaran hutan Amazon dari pihak asing.

Sebelumnya, negara-negara yang tergabung sebagai anggota G7 sepakat memberikan bantuan senilai 20 juta dollar AS atau sekitar Rp 285 miliar untuk mengirim pesawat pemadam kebakaran di Amazon.

Dikutip dari Kompas.com, Selasa (27/8/2019), tindakan itu dirasa perlu mengingat hutan Amazon memiliki peran penting untuk kelangsungan hidup manusia.

“Kita harus mengambil tindakan terhadap kebakaran hutan yang terjadi di Amazon,” kata Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Baca: Hutan Hujan Amazon

Presiden Chili, Sebastian Pinera, selaku tamu dalam pertemuan G7, mengatakan negara-negara di mana hutan Amazon berada sangat membutuhkan pasukan pemadam kebakaran dan pesawat pembom air.

Namun pemerintahan Presiden Brasil Jair Bolsonaro menyatakan menolak tawaran bantuan tersebut.

“Kami menghargai (tawaran) itu, namun mungkin sumber daya itu akan lebih tepat jika digunakan untuk reboisasi Eropa,” kata kepala staf kepresidenan Brasil, Onyx Lorenzoni kepada situs berita G1, yang dikutip AFP.

“(Presiden) Macron bahkan tidak bisa menghindari kebakaran sebuah gereja situs warisan dunia yang sudah dapat diramalkan terjadinya,” tambah Lorenzoni, merujuk pada kebakaran Katedral Notre Dame, pada April lalu.

“Apa yang ingin dia ajarkan kepada negara kami,” lanjutnya dalam pernyataan yang telah dikonfirmasi oleh kantor kepresidenan Brasil.

Baca: Deretan Fakta Hutan Amazon yang Alami Kebakaran Terparah, Keajaiban Dunia hingga Mencakup 9 Negara

Baca: Penyebab Kebakaran Hebat di Hutan Amazon, Presiden Brasil Salahkan Aktivis Lingkungan

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Brasil, Ricardo Salles, mengatakan kepada wartawan bahwa mereka menyambut baik adanya bantuan dari G7 untuk menanggulangi kebakaran yang melanda ratusan ribu hektar wilayah hutan Amazon itu.

Namun setelah digelarnya pertemuan antara Bolsonaro dengan para menterinya, sikap pemerintah Brasil berubah drastis.

“Brasil adalah negara demokratis dan bebas yang tidak pernah memiliki praktik kolonialis dan imperialis, yang mungkin adalah tujuan dari Macron,” kata Lorenzoni.

Hutan Amazon yang saat ini tengah terbakar sekitar 60 persen wilayahnya berada di Brasil, namun hutan terluas di dunia itu juga menjadi bagian dari delapan negara lain, termasuk Guyana, yang merupakan wilayah luar negeri Perancis.

Macron sebelumnya juga menyebut situasi kebakaran hutan Amazon sebagai krisis internasional dan menjadikannya prioritas pembahasan dalam pertemuan G7 bersama Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat.

Presiden Prancis itu juga telah mengancam akan memblokir kesepakatan perdagangan besar antara Uni Eropa dengan Amerika Latin, kecuali Presiden Bolsonaro bersedia mengambil langkah serius untuk melindungi hutan Amazon yang terus menyusut akibat penebangan dan pertambangan.

Isu kebakaran hutan Amazon sebelumnya juga telah memicu perseteruan antara presiden Prancis dan Brasil itu.

Baca: Paksa Dua Anaknya Makan Kotoran Anjing, Perempuan Amerika Dipenjara

Bolsonaro menilai pernyataan Macron yang sensasional tentang kebakaran Amazon tidak menyelesaikan masalah.

Dia juga mengkritik keputusan presiden Perancis itu yang membawa isu kebakaran hutan Amazon ke forum G7 tanpa menyertakan negara di mana kebakaran itu terjadi.

“Saran Presiden Perancis yang hendak mendiskusikannya tanpa menyertakan negara di kawasan merupakan pemikiran kolonial yang tidak bisa diterima di abad ke-21,” paparnya.

Presiden sayap kiri itu juga menuding media yang terlalu mengeksploitasi kebakaran demi merendahkan pemerintahannya.

“Banyak media ingin Brasil seperti Venezuela,” ujarnya.

(TribunnewsWIKI/Widi Hermawan)

Jangan lupa subscribe kanal Youtube TribunnewsWIKI Official:





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved