TRIBUNNEWSWIKI.COM - Para penumpang KM Santika Nusantara yang selamat tiba di Terminal Garuda Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak, Sabtu (24/8/2019) sore.
Sebanyak 56 orang penumpang selamat ini mengaku ditolong oleh nelayan.
Baca: Polemik Konser Westlife di Palembang, Rugi Rp 5 Miliar, Bantahan Pejabat Minta Jatah 500 Kursi VVIP
Baca: VIRAL Pemuda Banyumas Usia 24 Tahun Nikahi Janda 50 Tahun: Kepincut Rasmiati saat Nyinden di Pentas
Diki, seorang penumpang KM Santika Nusantara yang selamat menceritakan, awalnya berencana untuk pulang ke Sangatta, Kalimantan Timur untuk mengunjungi keluarganya.
Namun peristiwa nahas justru menimpa dirinya.
TribunnewsWIKI mengutip dari Surya.co.id, saat kejadian Diki berada di dek tiga.
Setelah makan malam, ia dan para penumpang lainnya lalu beristirahat.
Tiba-tiba ada informasi kapal terbakar.
Diki kemudian berusaha menyelamatkan diri turun ke bawah menggunakan tangga darurat yang ternyata telah penuh sesak oleh penumpang.
Mereka semua panik menyelamatkan diri hingga tangga darurat putus.
Suasana yang semakin panas karena kepulan asap dari bawah, membuatnya langsung melompat menggunakan pelampung.
Mereka terombang-ambing di perairan Masalembu.
"Selama 11 sampai 12 jam di tengah laut. Semua dibantu nelayan. Kemungkinan yang saya tahu masih banyak yang belum ketemu," ujarnya.
Hal senada juga dialami Hadi, kernet truk asal Blitar yang harus menaiki perahu karet untuk menyelamatkan diri.
Perahu karet itu ditumpangi 51 orang sehingga kondisinya rawan tenggelam.
"Sempat dilewati kapal tetapi tidak mau menolong. Kita teriak-teriak tidak ada yang tolong. Perahu karet diisi 51 orang hampir jebol," tuturnya.
Selama 12 jam terombang-ambing di laut, mereka hanya berharap bantuan segera datang.
Saat itu, cuaca dingin dan gelombang tinggi.
Baca: Kirim Miras ke Asrama Mahasiswa Papua, Oknum Polisi Dinonaktifkan dari Jabatannya
Baca: INFO TERKINI PAPUA, Perintah Tegas Jokowi Tangkap Pelaku Rasis, Curhat Warga Papua & Klarifikasi FPI
"Jam 08.00 wib baru ditolong nelayan," katanya.
Lanjut Hadi, jika tak ada nelayan kemungkinan nyawannya tidak tertolong.
"Kalau tidak salah yang meninggal cowok semua. Semua pakai pelampung mungkin tidak kuat dingin di laut," tutupnya.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Niken)