Beberapa kasus menjadi pemberitaan, termasuk kasus Margarita Gracheva, yang dipotong tangannya oleh suaminya lantaran cemburu.
Beberapa ahli menyatakan sekitar 80% perempuan di penjara Rusia karena kasus pembunuhan terkait kekerasan domestik atau pembelaan diri.
Namun ada tekanan balik terhadap tiga remaja ini yang berasal dari kalangan konservatif Rusia.
Sebuah kelompok yang menamakan diri Men's State mengutip "patriarki" dan "nasionalisme" sebagai nilai utama mereka, dan punya 150.000 anggota di media sosial.
Mereka berkampanye dengan tema "Pembunuh harus dipenjara" dan berkeras tiga remaja putri ini tidak boleh dibebaskan.
Selain petisi di change.org yang meminta agar kasus dihentikan, ada rangkaian pembacaan puisi, unjuk rasa dan pertunjukan teater.(*)