BUKAN HOAX - LBH Pers Klaim Memang Ada Penangkapan Pengantar Makanan dan Minuman di Asrama Papua

BUKAN HOAX - LBH Pers Klaim Memang Ada Penangkapan Pengantar Makanan dan Minuman di Asrama Papua Surabaya.


zoom-inlihat foto
papua222.jpg
KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN
Sejumlah polisi menggunakan perisai mendobrak dan menjebol pintu pagar Asrama Papua Surabaya di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/8/2019).


BUKAN HOAX - LBH Pers Klaim Memang Ada Penangkapan Pengantar Makanan dan Minuman di Asrama Papua Surabaya.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mengklaim bahwa postingan status Veronica Koman yang menyatakan adanya penangkapan terhadap pengantar makanan dan minuman di Asrama Papua di Surabaya, sama sekali bukan hoax.

Baca: Situasi Sudah Terkendali, Ini Fakta-fakta Terkait Kerusuhan Pembakaran di Fakfak Papua Barat

Baca: Terkait Kerusuhan yang Terjadi di Fakfak Papua Barat, Polri Ambil Tindakan Antisipasi

Dalam rilisnya, disebutkan pada tanggal 19 Agustus 2019 beredar rilis yang dibuat oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menyatakan informasi tentang penculikan pengantar makanan dan minuman di Asrama Papua Surabaya adalah Hoax.

Terjadi kerusuhan di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Rabu (21/8/2019), pasar dibakar.
Terjadi kerusuhan di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Rabu (21/8/2019), pasar dibakar. (HANDOVER VIA ANTARA/TRIBUN TIMUR)

Rilis tersebut berjudul “[HOAKS] Polres Surabaya Menculik Dua Orang Pengantar Makanan untuk Mahasiswa Papua”.

Dalam rilis tersebut juga disertakan screen capture postingan Veronica Koman dengan disertai label cap “DISINFORMASI”.

"Atas rilis Kominfo tersebut patut ditanggapi bahwa postingan Veronica Koman sama sekali tidak menyebut adanya “penculikan” terhadap 2 orang pengantar makanan dan minuman di Asrama Papua, Surabaya," demikian bunyi rilis yang dikeluarkan LBH Pers, Rabu (21/8/2019). 

Baca: Aksi Pembakaran di Fakfak: Tanggapan Polri hingga Kemenkominfo Batasi Akses Internet

Baca: Ricuh di Papua Barat : Mimika Mulai Terkendali, Brimob dan TNI Amankan Situasi di Fakfak

Dalam postingan Veronica tersebut menggunakan diksi “penangkapan” terhadap kedua pengantar makanan dan minuman.

Penggunaan istilah “penangkapan” merupakan terminologi resmi yang digunakan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini foto bersama Staf Khusus Presiden yang juga Ketua Lembaga Adat Tanah Papua, Lenis Kogoya, perwakilan mahasiswa Papua di Surabaya serta perkumpulan warga Papua di rumah dinas Jalan Sedap Malam, Surabaya, Selasa (20/8/2019).
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini foto bersama Staf Khusus Presiden yang juga Ketua Lembaga Adat Tanah Papua, Lenis Kogoya, perwakilan mahasiswa Papua di Surabaya serta perkumpulan warga Papua di rumah dinas Jalan Sedap Malam, Surabaya, Selasa (20/8/2019). (KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN)

Apabila merujuk pada kedua diksi antara Penangkapan dan Penculikan secara jelas mengandung definisi yang berbeda.

Penangkapan merupakan bentuk upaya paksa yang menjadi wewenang kepolisian yang diberikan oleh KUHAP. Sedangkan Penculikan merupakan tindakan kejahatan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima kunjungan Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya di rumah dinas wali kota, Jalan Sedap Malam, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (20/8/2019).
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima kunjungan Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya di rumah dinas wali kota, Jalan Sedap Malam, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (20/8/2019). (KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN)

Jika merujuk pada rilis yang dibuat oleh Kominfo yang menyertakan screen capture postingan Veronica yang dituduh menyebarkan hoaks karena dianggap menyeberkan informasi penculikan, hal tersebut secara jelas merupakan bentuk kekeliruan.





Halaman
12
Editor: haerahr






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved