Manokwari

Manokwari adalah ibu kota Provinsi Papua Barat, Indonesia. Ibu kota Manokwari adalah Kabupaten Manokwari.


zoom-inlihat foto
manokwari.jpg
manokwarikab.go.id
Manokwari

Manokwari adalah ibu kota Provinsi Papua Barat, Indonesia. Ibu kota Manokwari adalah Kabupaten Manokwari.




  • Profil #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Manokwari adalah ibu kota Provinsi Papua Barat, Indonesia.

Ibu kota Manokwari adalah Kabupaten Manokwari.

Manokwari memiliki luas wilayah 1.556,94 km persegi dengan penduduk sebanyak 168.852 jiwa (per 2017). (1)

Hari jadi Manokwari adalah 18 November 1898.

Manokwari terletak di pantai utara Daerah Kepala Burung Pulau Papua.

Kota Manokwari berbatasan dengan:

Utara: Samudera Pasifik 

Selatan: Kabupaten Pegunungan Arfak dan Manokwari selatan

Barat: Kabupaten Tambrauw

Timur: Samudera Pasifik

Kabupaten Manokwari memeiliki 9 Kecamatan, 9 Kelurahan dan 151 Kampung. (2)

  • Sejarah #


Catatan sejarah tentang Irian jaya dimulai pada abad ke VII.

Pada abad tersebut diberitakan bahwa pedagang Sriwijaya telah sampai di daerah ini dan menyatakan bahwa Irian Jaya termasuk wilayah kerajaan Sriwijaya yang mereka beri nama Janggi.

Dengan armadanya yang kuat sriwijaya mengunjungi Maluku dan Irian Jaya untuk memperdagangkan rempah–rempah, wangi–wangian, mutiara dan bulu burung cendrawasih.

Didalam Kitab Negara Kertagama yang di tulis oleh Mpu Prapanca (1365) Irian Jaya adalah termasuk wilayah Majapahit atau Majapahit kedelapan.

Irian Jaya pernah merupakan daerah kekuasaan Sultan Tidore dan Bacan berdasarkan buku yang berjudul 'Penduduk Irian Barat' oleh Koentjaraningrat dan Prof Dr Harsya W Bachtiar.

Pada abad XIV pantai Utara sampai Barat daerah kepala burung sampai Namatota (Kab. Fak–Fak) di sebelah Selatan, serta pulau-pulau di sekitarnya menjadi wilayah kekuasaan Sultan Tidore.

Daerah tersebut meliputi pulau–pulau Raja Ampat wilayah Kabupaten Sorong sekarang, serta daerah Fakfak dan sepanjang pesisir Teluk Bintuni wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Manokwari sekarang.

Untuk memperlancar jalannya roda pemerintahan, Sultan Tidore mengangkat empat orang tokoh sebagai raja/korano yang memerintah penduduk di daerah mereka masing–masing atas nama Sultan Tidore. 

Bangsa Barat yang mula–mula melihat pantai Utara Irian adalah dua orang pelaut portugis Antonio D. Anease dan Fransisco Sorreano pada tahun 1511, dalam pelayarannya mencari rempah–rempah.

Don Jorge De Manezes seorang pelaut portugis merupakan orang Barat pertama yang mendarat, dia menamakan pulau ini pulau Papua.

Kata Papua berasal dari bahasa melayu kuno “Papuwah” yang berarti orang berambut keriting.

Orang pertama yang memberi nama New Guiena pada pulau Irian adalah ynigo Ortis De Restes, ketika ia berlabuh di muara sungai membramo di pantai Utara Irian.

Ynigo Ortis De Retes menamakan dengan nueva Guinea, karena melihat penduduknya berkulit hitam seperti penduduk pantai Afrika Barat.

Sebutan yang diberikan oleh De Retes  tersebut tertulis dalam peta abad ke XVI dalam bentuk latin yaitu : “Nova Guinea” dan dalam peta belanda “Nieuw Guinea”.

Dalam catatan sejarah penamaan Papua dan New Guinea biasa di pakai bersama–sama.

Nama Irian di usulkan oleh Frans Kaisiepo dalam konverensi Malino pada tahun 1946 dan nama ini kemudian dipakai oleh bangsa Indonesia.

Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Frans Kaisiepo

Namun sampai abad ke XIX Daerah Irian Jaya masih dianggap sebagai wilayah gelap, karena penduduknya masih kafir dan menyembah kepada berhala yang telah berakar berabad–abad lamanya.

Sejarah pekabaran Injil di Irian Jaya menunjukan suatu hasil kerja keras pendeta Groessner dan Heldring di Jerman, yang giat mengirimkan penginjilnya ke daerah tropis termasuk Irian Jaya yang sangat membutuhkan uluran tangan mereka.

Irian Jaya ketika itu dinamakan “Wilayah Iblis”, hal ini menunjukan bahwa Irian belum terjamah oleh Injil.

Dua orang utusan Groessner masing–masing C.W. Ottow dan J.G.Gleissler mengawali misi penginjilannya dari kota Berlin lewat kota Hemmen (Belanda) seterusnya pada tanggal 25 juli 1852.

Tepat tanggal 5 Februari 1855, kedua penginjil itu mendaratkan kakinya di pulau mansinam (Teluk Doreri), dengan ucapan “Dengan nama ALLAH, kami menginjak tanah ini.”

Dari Mansinam Manokwari inilah kemudian berita Injil tersebut diberitakan keseluruh daratan Irian Jaya.

Dan berdasarkan sejarah pekabaran Injil tersebut, maka manokwari maka kota manokwari merupakan kota pertama masuknya Injil di Irian Jaya.

Manokwari 1961
Manokwari 1961 (Dok:LP)

Dengan kedudukannya yang kuat serta sistem monopolinya di Indonesia, VOC kemudian berhasil mengusir orang–orang eropa lainnya dari Irian.

Komisaris kerajaan Belanda A J Van Delden, membacakan suatu pernyataan yang dikenal dengan “Proklamasi Fort Du Bus” pada tanggal 24 agustus 1898.

Adapun isi daripada proklamasi tersebut antara lain bahwa daerah New Guinea dengan daerah pedalamannya dimulai pada garis 1400BT di pantai selatan terus ke arah Barat, Barat daya dan utara sampai ke semenanjung goede hoop di pantai Utara kecuaili daerah Mansari, Karondefer, Ambarpura dan Ambepon yang dimiliki Sultan Tidore dinyatakan sebagai milik Belanda.

Sekalipun sejak tahun 1898 Irian jaya sudah dianggap daerah jajahan belanda namun kekuasaan yang sebenarnya baru terwujud pada akhir abad ke XIX. 

Untuk memantapkan pemerintahan Hindia Belanda di wilayah Irian Jaya ini, maka di bentuklah pos pemerintahan yanng pertama berkedudukan di Manokwari.

Dengan demikian maka kota Manokwari selain sebagai kota pertama masuknya Injil di Irian Jaya juga sebagai embrio pertama sejarah pemerintahan di wilayah Irian Jaya dan selanjutnya ke Fakfak.

Setelah kemerdekaan Indonesia yang di proklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan suatu wilayah hukum negara yang meliputi bekas wilaya jajahan kerajaan Belanda (Hindia Belanda) maka sejak saat itu secara sah dan di akui oleh dunia luar berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berwilayah dari sabang sampai Merauke.

Irian Jaya ternyata tetap di kuasai oleh Belanda, sehingga perjuangan untuk mengembalikan Irian jaya antara tahun 1950 dan 1953 terus di lakukan.

Dari hasil perjuangan ini pula melahirkan undang–undang nomor 1956, tentang pembentukan Provinsi Irian Barat perjuangan oleh kabinet Ali Sastroamidjojo, Moh. Roem dan Idam Chalid (hasil pemilu I tahun 1955).

Tepat pada tanggal 19 Desember 1961 di Yogyakarta Presiden Soekarno selaku Panglima Tertinggi Angkatan Perang mengeluarkan Tri komando Rakyat (Trikora).

Operasi Trikora
Operasi Trikora (grid.id)

Baca: 17 AGUSTUS - Seri Sejarah Nasional : Tri Komando Rakyat (Trikora)

Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Dr. Ir. H. Soekarno

Pada tanggal 1 Januari 1962 dikeluarkanlah penetapan Presiden No.1 tahuin 1962 tentang pembentukan Propinsi irian Barat bentuk baru.

Menurut konsepsi Pemerintahan Republik Indonesia, Propinsi Irian Barat baru merupakan propinsi otonom sebagai pelaksanaan pasal 18 undang-undang Dasar 1945, kepada penduduk asli Irian Barat akan diberikan otonom seluas-luasnya yang terwujud antara lain dengan ditetapkannya putera asli asal wilayah itu sebagai Gubernur.

Dalam bulan Juli 1962 mulailah dilangsungkan perundingan-perundingan di bawah bimbingan pejabat Sekretaris Jendral PBB, yaitu U.Thant dan Ellsworth Banker. 

Akhirnya tepat tanggal 15 Agustus 1962 diadakan penanda tanganan yang bersejarah yang disebut  “Persetujuan New York”.

Dalam persetujuan tersebut diupayakan bahwa tuntutan Indonesia untuk memasukkan wilayah Irian Barat kedalam kukuasaan pemerintah Republik Indonesia di penuhi oleh Belanda.

Dengan demikian maka pada tanggal 1 Mei 1963, pemerintah Republik Indonesia mulai menjalankan pemerintahannya di Irian Barat.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2007 tanggal 18 April 2007, nama provinsi ini diubah menjadi Papua Barat, beribu kota di Manokwari. (3)

  • Visi dan Misi #


VISI :

“Terwujudnya Masyarakat Manokwari Yang Berbudaya, Maju, Mandiri, Aman, Damai dan Sejahtera”

MISI :

  1. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
  2. meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui peningkatan kualitas birokrasi dalam memberikan pelayanan prima bagi masyarakat.
  3. Meningkatkan ketersediaan infrastruktur dan keterpaduan tata ruang wilayah
  4. Memantapkan pembangunan kampung
  5. memberikan kepastian hukum bagi pribadi, kelompok dan lembaga, baik pemerintahan maupun swasta dari berbagai tuntutan ganti rugi tanah dan pemalangan.
  6. Memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh lapisan masyarakat.
  7. Meningkatkan kerukunan antar umat beragama.

  • Lambang dan Arti #


BENTUK :
Perisai Segitiga dengan ujung menghadap ke bawah

KOMPONEN :

Bagian Atas , Angkasa biru dengan gambar memburuk

Bagian Tengah , deretan dengan bangunan Putih dan Landasan tata berwarna tanah.

Bagian bawah , laut serta setangkai padi dan kapas terikat dengan delapan simpul.

Logo Kota Manokwari
Logo Kota Manokwari (manokwarikab.go.id)

ARTI :

Wadah lambing berbentuk perisai bersegilima dengan tepi biru hitam mengelilinginya, melambangkan kesatuan yang teguh, kuat, bertetapan hati dan disiplin di dalam daerah kabupaten Manokwari sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang selalu berperisaikan Pancasila dalam segala dinamikanya.

Pembagian atas 3 bagian, atas tengah, dan bawah melambangkan tiga matra; Angkasa, daratan dan lautan yang kesemuannya melambangkang masyarakat daerah Kabupaten Manokwari hidup dalam kekayaan alam yang dikandung.

Angkasa Berwarna Biru Dengan Udaranya:

Sebagai unsur pokok yang harus ada dalam kehidupan manusia yang juga mengambarkan keluasan, melambangkan pikiran dan pandangan masyarakat Kabupaten Manokwari yang terdiri dari berbagai ragam suku bangsa, Agama dan Golongan dalam hidup bersama dengan saling hormat menghormati dan saling menghargai.

Burung Dara Mahkota (Mambruk) tertulis dalam angkasa biru:

Melambangkan diri khas daerah Papua pada umumnya termasuk Kabupaten Manokwari.

Bangunan Bertonggak 7 ( tujuh ) Tersusun Dari 29 Buah batu Cetak Yang Terpancang Atas Dasar 69 Buah Batu Cetak;

Yang melambang nilai–nilai perjuangan rakyat di daerah Kabupaten Manokwari yaitu saat bersejarah dalam perjuangan Nasional dalam memenangkan PEPERA di kabupaten Manokwari yang jatuh pada tanggal 29 Juli 1969.

Laut Biru:

Mengambarkan air sebagai unsur yang harus ada di Wilayah Kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya Kabupaten Manokwari melambangkan kedudukan Kabupaten Manokwari didalam Kesatuan Negara Republik Indonesia dengan adanya rangkaian hubungan yang erat melalui laut dengan daerah–daerah lainnya diseluruh Indonesia juga melambangkan letak geografis Kabupaten Manokwari yang berhadapan langsung dengan lautan teduh.

A i r:

Mempunyai sifat cenderung menuju kebawah walaupun sebenarnya mempunyai dayaguna, kemampuan kekuatan yang besar sesuai dengan sifat bangsa timur khususnya masyarakat Manokwari yang tidak menonjolkan diri walaupun memiliki kelebihan–kelebihan air juga bersifat rata dan bersifat tenang namun juga dapat berbahaya.

Demikian juga masyarakat Kabupaten Manokwari yang tidak membedakan golongan kaya miskin, tinggi rendah ataupunperbedaan–perbedaan suku, agama dan lain–lain sebagainya.

Rangkaian 17 (tujuh Belas) bunga kapas dan 45 (empat puluh lima) butir padi dengan simpul 8 (delapan) ikatan dipangkalannya:

Mengingatkan kepada masyarakat Kabupaten Manokwari akan hari Proklamasi Kemerdekaan RI yang melambangkan keikutsertaan Kabupaten Manokwari didalam Kesatuan Negara Republik Indonesia dalam kesamaan nasib perjuangan dan tujuan mencapai 'Padi dan Kapas' sebagai lambang kemakmuran Bangsa Indonesia yang adil berdasarkan Pancasila. (4)

(Tribunnewswiki.com/Indah)



Nama Kabupaten Manokwari
Provinsi Papua Barat
Hari Jadi 18 November 1898
Luas 1.556,94 km persegi
Penduduk 168.852 jiwa (per 2017)
Situs http://www.manokwarikab.go.id


Sumber :


1. manokwarikab.bps.go.id
2. www.manokwarikab.go.id
3. www.manokwarikab.go.id


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved