Mobil Murah Dilarang Pakai Premium dan Pertalite, Begini Alasannya

Pada 2013, pemerintah meneken regulasi tentang low cost green car/LCGC alias mobil murah.


zoom-inlihat foto
mobil-murah.jpg
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Sejumlah pengendara mengisi bahan bakar di SPBU Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/1/2017). PT Pertamina (Persero) langsung menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 5 Januari 2017. Revisi harga berlaku untuk jenis BBM non-subsidi dengan angka kenaikan sebesar Rp 300.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Pada 2013, pemerintah meneken regulasi tentang low cost green car/LCGC alias mobil murah.

Dalam regulasi tersebut, dijelaskan bahwa yang termasuk ke dalam kategori mobil murah harus memenuhi spesifikasi BBM minimal Research Octane Number (RON) 92 atau setara Pertamax.

Ketentuan serupa juga tercantum dalam Peraturan Menteri (Permen) Perindustrian No 33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau (PPKB).

Adapun aturan BBM minimal untuk LCGC bermesin bensin tertulis pada Pasal 2 ayat 2a.

Selain itu, aturan penggunaan minimal BBM RON 92 juga terdapat dalam Peraturan Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi No. 25/IUBTT/PER/7/2013 tentang Petunjuk Teknis PPKB.

Ketentuan tersebut terdapat pada Bab II TAHAPAN Nomor 3a dan wajib dipenuhi merek LCGC agar mendapat fasilitas keringanan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Dikutip dari Kompas.com, saat ini merek-merek yang ikut dalam program mobil murah di antaranya Daihatsu dengan Ayla dan Sigra, Datsun GO dan GO+ Panca, Honda Brio Satya, Suzuki Karimun Wagon R, serta Toyota Agya dan Calya.

Semua agen pemegang merek (APM) tersebut pun menyarankan pemilik mobil murah tetap menggunakan BBM RON 92.

Hal itu karena semua model LCGC dirancang menggunakan BBM dengan oktan lebih tinggi dari Premium dan Pertalite.

Baca: Ikut Sebabkan Pencamaran Udara, Pemerintah Diminta Hapus 4 Jenis BBM Ini

Baca: Susunan Kabinet Jokowi Jilid II Sudah Rampung, Jokowi Umumkan 1 September 2019: Siapa yang Terpilih

Meski demikian, pada kenyataannya ternyata masih banyak ditemukan pemilik mobil murah mengisi BBM jenis Premium dan Pertalite.

Service Head Auto2000 cabang Bekasi Barat, Sapta Agung Nugraha mengatakan mesin mobil murah termasuk yang sudah Euro IV seharusnya menggunakan BBM RON di atas 95 untuk hasil yang maksimal.

Hal itu karena kompresi tinggi, yaitu 11:1, sehingga pembakarannya lebih sempurna.

“Sehingga dengan RON di atas 95 akan lebih mudah mendapatkan performa maksimal, lebih irit, dan dalam jangka waktu panjang menghindari ruang bakar terjadi kerak karbon yang banyak,” ujarnya seperti ditulis oleh Kompas.

Namun jika mobil LCGC tetap dipaksakan untuk menggunakan BBM jenis Premium atau Pertalite, hal tersebut akan mengakibatkan efek buruk pada sektor mesin, terutama untuk jangka waktu panjang.

“Pembakaran menjadi kurang maksimal, dan jangka panjangnya bisa timbul kerak karbon yang lebih banyak, sehingga yang dirasakan mesin menjadi ngelitik (knocking) dan boros BBM,” tambah Sapta.

Sempat diberitakan sebelumnya, bahwa bahan bakar minyak (BBM) berkualitas rendah seperti Premium 88, Solar, Dexlite, dan Pretalite 90 dinilai ikut menyumbang tingginya polusi udara di DKI Jakarta melalui emisi gas buang kendaraan bermotor.

Hal itu membuat Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) menyarankan supaya pemerintah menghentikan produksi dan penjualan keempat jenis BBM itu.

Namun sampai sekarang jenis BBM itu masih saja diproduksi dan dijual.

(TribunnewsWIKI/Widi Hermawan)

Jangan lupa subscribe kanal Youtube TribunnewsWIKI Official







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Oreo BLACKPINK

    Oreo BLACKPINK adalah adalah produk eksklusif terbaru dari
  • Cara Membuat SIM Online 2022,

    Setiap pengendara kendaraan bermotor wajib mempunyai Surat Izin
  • Beukenhof Restaurant

    Beukenhof Restaurant adalah restoran yang terletak di Yogyakarta
  • Andries Noppert

    Andries Noppert adalah pemain sepak bola berkebangsaan Belanda
  • Takut Kembali ke Rumah, Korban

    Puluhan warga terdampak gempa Cianjur, Jawa Barat, memilih
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved