Jokowi keluar dari Istana Merdeka untuk menuju area upacara sekitar pukul 09.15 WIB.
Baju adat Klungkung yang dikenakan Jokowi bermotif hitam, dipadu dengan kain batik sebagai bawahan serta tutup kepala.
Joko Widodo menuju ke arena upacara kemerdekaan bersama anak sulungnya, Gibran Rakabuming serta cucunya, Jan Ethes.
Jokowi mengatakan tidak ada alasan khusus mengapa ia menggunakan baju adat Bali dalam upacara kemerdekaan HUT RI Ke-74 ini.
Ia mengaku hanya ingin mengenakan pakaian adat yang berbeda dari tiap daerah dalam berbagai kesempatan.
"Kita kan sudah 5 tahun ini sudah ganti-ganti, dulu pernah aceh, Sumatera Barat, pernah Kalimantan Selatan, pernah Sunda, Jawa, Betawi kemudian ke sana Bali, Sasak, Bugis, pernah semua," katanya.
"Memang kekayaan budaya pakaian adat ini memang ribuan, jumlahnya ribuan, nanti sampai ke Maluku, Papua semua akan kita (pakai)," sambungnya.
Pakaian Adat Sasak NTB
Pakaian adat Sasak asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dikenakan Presiden Joko Widodo dalam Sidang Bersama DPD-DPR 2019 pada Jumat (16/8/2019) membuat Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah melontarkan kelakar.
Fahri berkelakar, Jokowi telah seimbang karena saat ini memakai pakaian dari daerah kekalahannya saat Pilpres 2019, yaitu NTB.
Sebelumnya, Jokowi pernah memakai pakaian adat Bali, salah satu wilayah kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin.
Jokowi mengenakan pakaian adat Bali saat menghadiri Kongres V PDI Perjuangan di Bali, Kamis (8/8/2019).
"Kan waktu itu di Bali dia bilang pakai (pakaian) adat Bali karena menang (pilpres) di Bali," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat.
"Sekarang (mengenakan pakaian Sasak) karena kalah di NTB. Baguslah, balance," tuturnya.
Secara pribadi, Fahri mengucap terima kasih karena Jokowi telah mengenakan pakaian adat dari tanah kelahirannya.
"Saya berterima kasih," kata Fahri.
Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat Sasak, Nusa Tenggara Barat, dalam menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Bersama DPD-DPR, Jumat (16/8/2019).
"Ini pakaian adat dari bumi Sasak," ucap Jokowi sebelum menyampaikan pidato kenegaraan.
Saat menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR, Jokowi masih mengenakan pakaian sipil formal, yaitu jas dan dasi.
Dia kemudian berganti pakaian adat saat menyampaikan pidato kenegaraan. Menurut Jokowi, dia mengenakan pakaian adat Sasak untuk memperlihatkan semangat pendiri bangsa mengenai keindonesiaan.
"Saya mengajak kembali kepada semangat pendiri bangsa. Bahwa Indonesia bukan hanya Jakarta, bukan hanya Jawa," ucap Jokowi.
"Indonesia adalah seluruh pelosok Tanah Air," kata dia. Dengan demikian, Jokowi pun menyatakan bahwa pembangunan yang perlu dilakukan sebaiknya tidak hanya berpusat di satu wilayah.
"Pembangunan yang dilakukan harus Indonesia-sentris, dinikmati oleh seluruh pelosok di Nusantara," kata dia.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Saradita Oktaviani)