Para ahli menganggap Labake tidak bertanggung jawab atas tindakannya pada saat membunuh putrinya.
Otoritas perlindungan setempat yang mengawasi Labake juga tidak disalahkan atas serangan itu karena masalah kejiwaannya berkembang sangat cepat.
"Ini sangat sulit bagi saya. Biasanya pada akhir kasus di pengadilan Anda menemukan seseorang yang bertanggung jawab. Tetapi jika Anda melihat kasus ini - Anda tidak menemukan siapa pun." kata Hakim seperti dikutip dari Mirror, Rabu (14/8/2019)
"Tidak ada yang bisa melihat apa yang akan terjadi. Masalah psikologis yang berkembang cepat yang berakhir dengan bencana." tambah hakim.
(Tribunnewswiki.com/Ekarista)
Jangan lupa subscribe channel YouTube Tribunnewswiki.com:
KOMENTAR