Tubrukan energi di atmosfir cukup untuk memicu adanya reaksi kimia antarunsur seperti hidrogen dan oksigen dan menghasilkan nitro oksida.
Nitro oksida jika berinteraksi dengan air di awan akan menghasilkan asam nitrat.
Kandungan asam nitrat dapat mengasamkan curah hujan sehingga jika hujan jatuh ke Bumi maka akan mengancam kehidupan makhluk hidup.
Air
Jika meteorit jatuh di lautan, gelombang besar atau tsunami raksasa akan terbentuk dan dapat mengancam kehidupan baik hewan maupun manusia.
Seorang peneliti bernama Philip A. Bland and Charles S. Cockell menulis berjudul 'Trends in Ecology and Evolution' mengungkap adanya dampak positif dari peristiwa tersebut.
Meskipun tsunami raksasa akan mengancam kehidupan manusia namun kandungan nutrisi dari air laut dapat membantu pertumbuhan organisme yang berhasil bertahan.
Evolusi
Kepunahan dinosaurus merupakan contoh dari dampak tabrakan meteorit di permukaan Bumi pada 65 juta tahun lalu.
Kehidupan pada era sekarang juga akan mendapatkan ancaman kepunahan yang serupa jika meteorit kembali menabrak Bumi.
Namun berdasarkan penelitian Bland dan Cockell memberikan informasi bahwa kepunahan berdampak pada kehidupan selanjutnya.
Hal tersebut dikarenakan meteorit membawa senyawa penting baru untuk Bumi dan kehidupan di atas Bumi.
Kehidupan akan kembali berkembang dan makhluk hidup yang baru akan mengalami evolusi karena melakukan adaptasi dengan lingkungan yang baru.
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)