Demonstrasi Hong Kong: Bandara Dikuasai Demonstran, Ratusan Jadwal Penerbangan Dibatalkan

Pembatalan tersebut disebabkan karena bandara internasional Hong Kong dikuasai demonstran gerakan protes anti pemerintah.


zoom-inlihat foto
demonstrasi-hongkong.jpg
KOMPAS.com / NI PUTU DINANTY
Demonstran anti-pemerintah yang berkumpul di Bandara Internasional Hong Kong. Peristiwa tersebut membuat bandara ditutup sementara pada hari Senin (12/8/2019).


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Ratusan jadwal penerbangan di bandara Hong Kong terpaksa dibatalkan pada Selasa (13/8/2019).

Pembatalan tersebut disebabkan karena bandara internasional Hong Kong dikuasai demonstran gerakan protes anti pemerintah.

DIkutip dari Kompas pada Rabu (14/8/2019), maskapai basis Hong Kong, Cathay Pacific sampai Selasa pagi harus membatalkan lebih dari 200 penerbangan dan meminta wisatawan untuk menunda kepergian dari dan menuju Hongkong.

Selain itu, penutupan bandara oleh otoritas bandara Hong Kong tersebut juga merupakan yang kedua kalinya.

Sebelumnya, pada Senin (12/8/2019) sore, bandara juga sempat ditutup.

Pada Selasa sore, massa pengunjuk rasa membuat brikade menggunakan troli bagasi di jalan menuju gerbang keberangkatan untuk menghgalangi para calon penumpang check-in.

“Saya ingin menutup bandara seperti kemarin, sehingga sebagian besar keberangkatan penerbangan akan dibatalkan,” kata salah seorang pengunjuk rasa berusia 21 tahun yang mengaku bernama Kwok, kepada AFP.

Otoritas bandara Hong Kong sebelumnya telah mengumumkan penangguhan seluruh proses check-in keberangkatan, namun ternyata masih ada beberapa penerbangan yang datang maupun lepas landas.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tidak datang ke bandara dan bagi yang sudah datang ke bandara disarankan untuk segera meninggalkan tempat tersebut sesegera mungkin demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Demonstrasi pada Selasa (13/8/2019) itu menjadi hari kelima massa pengunjuk rasa menduduki bandara.

Baca: Ajax vs PAOK, Dapat Tiga Penalti, Semifinalis Liga Champions Menang Tipis 3-2 atas Wakil Yunani

Baca: Kumpulan Ucapan Selamat Hari Pramuka ke-58, Cocok Untuk Dibagikan ke Teman dan Status Media Sosial

Sebelumnya, aksi tersebut diagendakan hanya berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat (9/8/2019) sampai Minggu (11/8/2019).

Namun ternyata demonstrasi terus berlanjut hingga Senin dengan jumlah massa lebih besar dan memaksa otoritas bandara untuk menghentikan operasi sejak sore dan membatalkan sisa jadwal penerbangan.

Pada Selasa pagi, operasional bandara sebenarnya sudah mulai berangsur normal.

Namun massa kembali menduduki bandara setelah pemimpin Hong Kong, Carrie Lam muncul dalam konferensi pers dan menyampaikan pernyataan di depan media.

Lam memperingatkan bahwa aksi demonstrasi yang diwarnai kekerasan dapat membawa kota menuju jalan yang tidak dapat kembali.

“Kekerasan, tidak peduli apakah itu menggunakan kekerasan atau memaafkan kekerasan, akan mendorong Hong Kong ke jalan yang tidak bisa kembali, akan menjerumuskan masyarakat Hong Kong ke dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan dan berbahaya,” kata Lam dalam konferensi pers.

“Situasi di Hong Kong dalam seminggu terakhir telah membuat saya merasa sangat khawatir bahwa kita telah mencapai situasi berbahaya ini,” tambahnya.

Lam yang mencoba menjawab pertanyaan dari wartawan setempat hampir menangis dan meminta warga untuk tenang.

Namun dalam kesempatan itu Lam masih tidak memenuhi tuntutan para pengunjuk rasa untuk mundur dari jabatannya.

Lam dinilai oleh para demonstran karena telah gagal dengan adanya krisis terburuk yang dialami Hong Kong sejak 1997 saat penyerahan kota itu dari Inggris ke China.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved