Demokrat Merapat ke Jokowi, Pengamat Nilai Koalisi Khawatir Jalan AHY Makin Mulus di 2024

Partai Demokrat semakin terang-terangan menunjukkan dukungannya kepada pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.


zoom-inlihat foto
gibran-dan-ahy.jpg
TRIBUN/BIRO PERS/LAILY RACHEV
Gibran Rakabuming dan Agus Harimurti Yudhoyono


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Partai Demokrat semakin terang-terangan menunjukkan dukungannya kepada pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukim Partai Demokrat, Fedrinand Hutahaen.

Dikutip dari Kompas.com, Rabu (14/8/2019), Ferdinand mengatakan kepurusan Partai Demokrat sudah bulan untuk ikut memperkuat pemerintahan Jokowi dan Ma’ruf Amin lima tahun ke depan.

Meski begitu, sampai saat ini dukungan tersebut belum disampaikan secara resmi oleh partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Adapun keputusan untuk mendukung pemerintah kata Ferdinand diambil langsugng oleh SBY setelah masa berkabung Partai Demokrat karena meninggalnya Ani Yudhoyono.

“Ya itu sikap resmi dan opsi terdepan. Tapi semua kembali ke Pak Jokowi,” kata Ferdinand kepada wartawan, Senin (12/8/2019).

“Kapan? Sikap itu sudah resmi diputuskan setelah 40 hari berkabung Demokrat meski tak diumumkan secara resmi karena menunggu disampaikan secara formal pada saat yang tepat,” lanjutnya.

Saat ini, Ferdinand mengatakan bahwa Partai Demokrat masih menjalin komunikasi intens dengan partai-partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) dan Jokowi.

Menurutnya, Partai Demokrat siap membantupemerintah jika nantinya presiden terpilih Joko Widodo mengajak untuk bergabung ke dalam koalisi.

Di lain kesempatan, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan mengatakan bahwa dukungan Partai Demokrat terhadap pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin itu belum diputuskan oleh majelis tinggi partai.

Ia mengakui bahwa sebagian besar kader partai memang menginginkan untuk bergabung denan koalisi pemerintah.

Meski begitu, ada juga sebagian kader yang menolak usulan tersebut.

"Ya belum diputuskan sama majelis tinggi. Memang pembicaraan kan di antara kader, kan ada yang mau masuk ada yang tidak," kata Syarief.

Baca: Diputusin Ruben Onsu, Vanessa Angel Sebut Nama Juwita Bahar: Pacari 5 Artis Sebelum Nikahi Sarwendah

Baca: Jadwal Live Streaming dan Prediksi Piala Super Eropa 2019 Liverpool vs Chelsea

Sementara itu, di pihak internal KIK sendiri terlihat belum sepenuhnya menerima kehadiran Partai Demokrat dengan tangan terbuka.

Nada penolakan datang dari politisi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira.

Ia menilai bahwa Partai Demokrat terlambat untuk merapat karena dukungannya baru disampaikan setelah hasil Pilpres 2019 diketahui.

Andreas menduga dukungan Partai Demokrat tersebut karena berharap adanya pembagian kekuasaan dalam Kabinet Kerja Jilid II.

Pengamat politik Hendri Satrio mengatakan bahwa pernyataan Andreas tersebut perlu ditangkap sebagai sinyal penolakan.

“Ini kelihatan mereka (koalisi Jokowi-Ma'ruf) tidak berniat memberikan panggung politik untuk AHY,” ujar Hendri kepada Kompas.com, Selasa (13/8/2019).

Hendri Satrio juga mengatakan bahwa koalisi tampak khawatir dengan merapatnya Partai Demokrat ke kubu pemerintah justru akan memuluskan jalan Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam Pemilu 2024.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Gending Sriwijaya (2013)

    Gending Sriwijaya adalah sebuah film drama laga kolosal
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved