17 AGUSTUS - Seri Tokoh Nasional: Latief Hendraningrat

Latief Hendraningrat merupakan seorang anggota PETA (Pembela Tanah Air) yang menjadi pengibar bendera merah putih saat Kemerdekaan Indonesia.


zoom-inlihat foto
abdul-latief-hendraningrat.jpg
banjarmasin.tribunnews.com
Abdul Latief Hendraningrat

Latief Hendraningrat merupakan seorang anggota PETA (Pembela Tanah Air) yang menjadi pengibar bendera merah putih saat Kemerdekaan Indonesia.




  • Profil


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Latief Hendraningrat merupakan seorang anggota PETA (Pembela Tanah Air) yang menjadi pengibar bendera merah putih saat Kemerdekaan Indonesia.

Bernama lengkap Raden Mas Abdul Latief Hendraningrat dan lahir di Jakarta pada 15 Februari 1911.

Pria yang memiliki pangkat sebagai Brigadir Jenderal TNI ini meninggal pada 14 Maret 1983 di umur 72 tahun.

Saat peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, pangkat Latief Hendraningrat yakni Sudanco (komandan Kompi).

Latief Hendraningrat didampingi oleh Soehoed Sastro Koesoemo, pemuda dari barisan pelopor. (1)

Baca: 17 AGUSTUS - Seri Tokoh Nasional: Frans Soemarto Mendur

Baca: 17 AGUSTUS - Seri Tokoh Nasional: Burhanuddin Mohammad Diah

Pada Jumat 17 Agustus 1945 pukul 05.00, para pemimpin dan pemuda keluar dari rumah Laksamana Maeda dalam keadaan bahagia.

Generasi tua dan muda sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pda Jumat pukul 10.00 di rumah Soekarno Jalan Pegangsaan Timur No 56.

Pada saat itu, rumah Soekarno dipadati oleh beberapa tokoh penting.

Tokoh yang hadir di antaranya Mr. A. A. Maramis, dr. Buntaran Martoatmojo, Mr. Latuharhary, Suwiryo, Abikusno Cokrosuyoso, Otto Iskandardinata, Ki Hajar Dewantoro, Sam Ratulangie, Sartono, Sayuti Melik, Pandu Kartawiguna, M. Tabrani, dr. Muwardi, Ny. S. K. Trimurti, dan A. G. Pringgodigdo.

Demi kelancaran proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dr. Muwadi meminta Latief Hendraningrat mengerahkan beberapa anak buahnya untuk berjaga-jaga di sekitar rumah dan jalan kereta api di belakang rumah Soekarno (Merdeka, 17 Agustus 1972).

Kemudian wali kota Jakarta pada saat itu, Suwiryo memerintahkan Wilopo untuk menyiapkan mikrofon.

Sedangkan Sudiro memerintahkan kepada Suhud untuk menyiapkan tiang bendera.

Menurut Ahmad Mansur Suryanegara dalam buku 'Api Sejarah' upacara proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan secara sederhana karena keadaan Indonesia yang sedang darurat.

S. Suhud kemudian mendapatkan bendera Merah Putih atau bendera pusaka yang dijahit oleh Fatmawati.

Namun sejak 1969, bendera pusaka tidak dikibarkan dan diganti dengan bendera duplikat.

Upacara peroklamasi Kemerdekaan Indonesia diawali dengan pembacaan teks Proklamasi dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih dan diteruskan dengan sambutan Wali Kota Suwiryo dan dr. Muwardi dari seksi keamanan.

Berdasarkan buku 'Sejarah Nasional Indonesia Volume 6' gubahan Nugroho Notosusanto dan Mawarti Djoened Poesponegoro, Latief Hendraningrat mengawal Ir. Soekarno dan Moh. Hatta beserta Fatmawati ke tempat upacara.

Setelah teks proklamasi dibacakan, Latief Hendraningrat diberikan amanah untuk mengibarkan bendera bersama S. Suhud.

Naiknya bendera Merah Putih diiringi dengan lagu Indonesia Raya. (2)

Latief Hendraningrat
Latief Hendraningrat (gurusejarah.com)

  • Perjuangan


Setelah kemerdekaan Indonesia, Latief Hendraningrat terlibat dalam berbagai pertempuran untuk mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.

Pada 1948, ketika Belanda menyerbu Yogyakarta Latief Hendraningrat menjabat sebagai Komandan Komando Kota Yogyakarta.

Latief Hendraningrat bergerilya bersama pejuang lain saat Yogyakarta dikepung.

Latief Hendraningrat juga pernah ditugaskan di Markas Besar Angkatan Darat setelah penyerahan kedaulatan Indonesia pada 1949.

Pada 1952, Latief Hendraningrat mendapat amanah sebagai atase militer RI untuk Filipina, dan dipindahkan ke Washingron hingga 1956.

Saat kembali ke Indonesia, Latief Hendraningrat ditugaskan menjadi pemimpin Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SSKAD).

Pada 1964, ketika Fakultas IKIP Universitas Indonesia menjadi IKIP Jakarta, Latief Hendraningrat diberikan amanah untuk menjadi rektor hingga 1965.

Saat memasuki pensiun pada 1967, Latief Hendraningrat yang berpangkat brigadir Jenderal menjadi seorang wiraswastawan dan aktif di Yayasan Perguruan Rakyat, organisasi Indonesia Muda dan ASITA (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies). (3)

  • Akhir Hayat


Latief Hendraningrat dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta karena usus buntu.

Senin 14 Maret 1983 pukul 21.00 WIB, Latief Hendraningrat meninggal dunia di usia 72 tahun.

Pangkat kemiliteran Latief Hendraningrat dari Brigadir Jenderal dinaikkan menjadi Mayor Jenderal.

Latief Hendraningrat dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta. (4)

(TribunnewsWiki/Sekar)

Jangan lupa subscribe youtube channel TribunnewsWiki ya!



Nama lengkap Raden Mas Abdul Latief Hendraningrat
Nama populer Latief Hendraningrat
Lahir Jakarta, 15 Februari 1911
Meninggal 14 Maret 1983
Jabatan Komandan SSKAD
Masa Jabatan 16 April 1958 – 27 Juli 1959
Pendahulu A.Y. Mokoginta
Pengganti Suadi Suromihardjo
Dinas TNI Angkatan Darat
Pangkat Brigadir Jenderal TNI








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved