17 AGUSTUS - Seri Tokoh Nasional: Burhanuddin Mohammad Diah

Burhanuddin Mohammad Diah atau yang biasa dikenal dengan BM Diah merupakan satu diantara segelintir tokoh yang menjadi saksi perumusan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pria kelahiran Aceh 7 April 1917 ini merupakan seorang wartawan.


zoom-inlihat foto
bm-diah.jpg
Tokoh.id
BM Diah

Burhanuddin Mohammad Diah atau yang biasa dikenal dengan BM Diah merupakan satu diantara segelintir tokoh yang menjadi saksi perumusan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pria kelahiran Aceh 7 April 1917 ini merupakan seorang wartawan.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Burhanuddin Mohammad Diah atau yang biasa dikenal dengan BM Diah merupakan satu diantara segelintir tokoh yang menjadi saksi perumusan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Pria kelahiran Aceh 7 April 1917 ini merupakan seorang wartawan.

BM Diah ditugaskan untuk menyebarkan berita kemerdekaan Indonesia ke seluruh negeri.

Bahkan BM Diah menyelamatkan teks proklamasi asli yang ditulis oleh Ir. Soekarno.

Baca: 17 AGUSTUS - Pernak-Pernik Proklamasi: Kamera & Fotografer

Baca: 17 AGUSTUS - Kronik Jelang Proklamasi: 13 Agustus 1945

Hal ini dikarenakan saat teks proklamasi diketik ulang oleh Sayuti Melik, teks proklamasi yang asli dibuang ke tempat sampah.

BM Diah menyebarkan berita proklamasi menggunakan surat kabar.

Pada Oktober 1945, BM Diah menerbitkan surat kabar Merdeka.

BM Diah meninggal dunia pada 10 Juni 1996. (1)

  • Masa Muda


BM Diah merupakan anak bungsu dari delapan bersaudara dari pasangan Mohammad Diah dan Siti Sa'dah.

Burhanuddin merupakan saudagar yang kaya raya dan terpandang di Aceh.

Kehidupan yang kaya raya tidak dapat dinikmati oleh BM Diah, karena ayahnya hidup boros dan tidak meninggalkan harta bagi anak-anaknya.

Kemudian ibunya membesarkan BM Diah seorang diri.

Ibu dan sauadara-saudaranya berjualan emas, intan, dan pakaian untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Ketika BM Diah berumur delapan tahun, ibunya meninggal dunia.

Kemudian BM Diah diasuh oleh kakak perempuannya yakni Siti Hafsyah.

BM Diah mengawali pendidikannya dengan bersekolah di HIS (Hollandsch-Inlandsche School).

Namun BM Diah tidak mau bersekolah dibawah ajaran guru Belanda, kemudian BM Diah melanjutkan pendidikan ke Taman Siswa di Medan, Sumatera Utara.

BM Diah meninggalkan Medan dan pergi ke Jakarta pa umur 17 tahun.

BM Diah melanjutkan pendidikan di Ksatrian Institut dan dipimpin oleh Dr. EE Douwes Dekker.

Jurusan yang dipilih jurnalistik dan BM Diah banyak belajar menjadi wartawan dari Douwes Dekker.

BM Diah tidak memiliki biaya ketika melanjtkan sekolah di Ksatrian Institut, namun Douwes Dekker mengijinkan BM Diah untuk tetap bersekolah bahkan dipercaya menjadi sekretaris di sekolah tersebut.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, BM Diah kembali ke Medan dan bekerja sebagai Redaktur harian Sinar Deli.

BM Diah memutuskan untuk kembali ke Jakarta dan bekerja di harian Sin Po sebagai tenaga honorer.

Setelahnya, BM Diah pindah ke Warta Harian dan akhirnya mendirikan usahanya sendiri yakni Pertjatoeran Doenia yang terbit bulanan. (2)

BM Diah
BM Diah (Tokoh.id)

  • Kehidupan Pribadi


Ketika BM Diahbekerja di Radio Hosokyoku BM Diah bertemu dengan Herawati.

Herawati merupakan seorang penyiar dari Amerika Serikat.

BM Diah memutuskan menikah dengan Herawati pada 18 Agustus 1942.

Akhir September 1945 setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, BM Diah bersama teman-temannya merebut percetakan Jepang "Djawa Shimbun".

Kemudian 1 Oktober 1945, BM Diah membangun surat kabar Harian Merdeka.

Redaksi dipimpin olehnya dan Joesoef Isak sebagai wakil, dan Rosihan Anwar menjadi redaktur. (3)

  • Peran


Setelah BM Diah mendirikan Harian Merdeka, pada 1950an muncul istilah Personal Journalism.

BM Diah pernah bertolak belakang dengan pandangan militer.

Akibatnya BM Diah sering berpindah tempat untuk menghindari kejaran militer.

Bahkan saat pemerintah orde baru yang telah dikuasai militer mengganti nama Tionghoa menjadi China dan Republik Rakyat Tiongkok menjadi Republik Rakyat China, Harian Merdeka tetap berani menyebut istilah Tionghoa dan Tiongkok.

BM Diah juga pernah menjabat sebagai birokrat.

Pada 1959, BM Diah diangkat menjadi Duta Brsar RI untuk kerajaan Inggris Raya pada 1962.

Kemudian pada orba, BM Diah diangkat menjadi Menteri Penerangan pada kabinet Ampera 1966.

BM Diah juga pernah menjadi anggota DPR dan DPA. (4)

Satu diantara kisah menariknya yakni BM Diah memungut kertas naskah proklamasi tulisan tangan Soekarno yang telah dibuang ke tempat sampah di rumah Laksamana Maeda.

Naluri BM Diah sebagai wartawan untuk menyimpan kertas yang telah dibuang sebagai bukti setiap peristiwa. (5)

Penghargaan

  • Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Soeharto (10 Mei 1978)
  • Piagam penghargaan dan Medali Perjuangan Tingkatan '45 dari Dewan Harian Nasional Tingkatan '45 (17 Agustus 1995) (4)

(TribunnewsWiki/Sekar)

Jangan lupa subscribe youtube channel TribunnewsWiki ya!



Nama Burhanuddin Mohammad Diah
Nama lain BM Diah
Tanggal lahir Aceh, 7 April 1917
Meninggal 10 Juni 1996
Ayah Burhanuddin
Ibu Siti Sa'dah
Istri Herawati
Dimakamkan Taman Makam Pahlawan Jakarta








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved