17 AGUSTUS - Seri Sejarah Nasional: Perang Batak (1878-1907)

Perang Batak adalah perlawanan yang dilakukan rakyat negeri Toba, Sumatra Utara kepada Belanda. Perlawanan ini dipimpin oleh Sisingamangaraja XII.


zoom-inlihat foto
perang-batak.jpg
Twitter.com/potretlawas
Potret keluarga Sisingamangaraja XII, pemimpin Perang Batak

Perang Batak adalah perlawanan yang dilakukan rakyat negeri Toba, Sumatra Utara kepada Belanda. Perlawanan ini dipimpin oleh Sisingamangaraja XII.




  • Latar Belakang


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perang Batak adalah perlawanan yang dilakukan rakyat negeri Toba, Sumatra Utara kepada Belanda.

Perlawanan ini dipimpin oleh Sisingamangaraja XII.

Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Sisingamangaraja XII

Belanda datang ke kawasan Sumatra setelah adanya Perjanjian Belanda Inggris (Anglo-Dutch Treaty of 1824) di mana Inggris memberikan seluruh wilayahnya di Sumatera kepada Belanda.

Pada awal masa pemerintahan, kegiatan pengembangan agama Kristen yang dipimpin oleh Nommensen dari Jerman sedang berlangsung di Tapanuli.

Awalnya, Sisingamangaraja XII tidak keberatan dengan masuk dan berkembangnya agama Kristen yang disebarkan Belanda.

Namun ternyata Belanda punya maksud lain yaitu untuk menguasai dan memonopoli Batak.

Saat itu seluruh kawasan Sumatra telah dikuasai oleh Belanda, kecuali Aceh dan tanah Batak yang masih berada di bawah pimpinan Raja Sisingamangaraja XII.

Sisingamangaraja XII kemudian mengadakan musyawarah bersama raja-raja dan panglima daerah Humbang, Toba, Samosir, dan Pakpak.

Kemudian, ketegangan antara Belanda dan Sisingamangaraja meningkat hingga menimbulkan konflik.

Upaya jalan damai sudah tidak dapat lagi ditempuh. (1)

Keluarga Sisingamangaraja XII dalam sekapan di Siborong-borong, Tapanuli, 1907.
Keluarga Sisingamangaraja XII dalam sekapan di Siborong-borong, Tapanuli, 1907. (Twitter.com/potretlawas)

 

 

  • Kronologi


Perlawanan yang direncanakan dari pihak Sisingamangaraja XII sudah diduga oleh Belanda.

Pada 14 Maret 1878, Belanda mendatangkan Residen Boyle bersama tambahan pasukan yang dipimpin oleh Kolonel Engels sebanyak 250 orang tentara dari Sibolga.

Bangkara, pusat pemerintahan Sisingamangaraja diserang pada 1 Mei 1878 dan ditaklukkan pada 3 Mei 1878.

Pada penyerangan itu, Sisingamangaraja XII berhasil menyelamatkan diri dan mengungsi.

Sementara itu para raja yang tidak sempat melarikan diri dipaksa bersumpah setia pada Belanda.

Sisingamangaraja XII mulai melakukan perlawanan secara gerilya.

Karena kekurangan persenjataan dan jumlah pasukan, maka Sisingamangaraja XII menghimpun kekuatan dengan pasukan Aceh.

Pejuang Batak
Pejuang Batak (wikimedia.org)

Pada 1888, pejuang Batak mulai menyerang ke Kota Tua dibantu tentara Aceh.

Belanda berhasil meredam pemberontakan, namun kesulitan karena kala itu ada pula perlawanan di Aceh.

Sisingamangaraja XII kembali menyerang di Lobu Talu pada 8 Agustus 1889.

Belanda mundur dari Lobu Talu, namun kemudian mendatangkan bala bantuan dari Padang.

Pada 4 September, Lobu Talu dan Huta Paong jatuh kembali ke tangan Belanda.

Karena khawatir dengan kegigihan Sisingamangaraja XII, Belanda mencoba menawarkan pengangkatan menjadi Sultan Batak.

Sisingamangaraja XII menolak dengan tegas yang membangkitkan amarah Belanda.

Akhirnya Belanda mendatangkan regu pencari jejak dari Afrika untuk melacak keberadaan Sisingamangaraja XII.

Meski telah bertarung sengit di seluruh penjuru Batak, Panglima Sisingamangaraja XII bernama Amandopang Manullang tertangkap pada 1906.

Menyusul peristiwa itu, satu persatu orang yang cukup berpengaruh berhasil ditawan.

Pada 1907, Belanda berhasil mengepung Sisingamangaraja XII dan keluarganya.

Sisingamangaraja XII gugur ditembak oleh Kapten Christoffel bersama dua putranya Patuan Nagari dan Patuan Anggi dan seorang putrinya, Lopian. (2)

Monumen Sisingamangaraja XII
Monumen Sisingamangaraja XII (hariansib.co)

  • Dampak


Rakyat Batak banyak yang menjadi korban jiwa.

Banyak pula kerugian yang ditimbulkan seperti rumah–rumah hancur dibakar.

Selain itu, agama Kristen berkembang dengan luas di Sumatera Utara.

Belanda mengalami kebangkrutan dana karena Belanda harus menghadapi Perang Aceh pada saat yang bersamaan sehingga mendatangkan pasukan–pasukan dari luar yang dibayar mahal. (3)

(TribunnewsWiki/Indah)

Jangan lupa subscribe channel YoutubeTribunnewsWiki



Nama Perang Batak
Kategori Sejarah Nusantara
Waktu 1878-1907
Lokasi Tapanuli Utara, Indonesia
Tokoh Sisingamangaraja XII


Sumber :


1. www.ilmusiana.com
2. sejarahlengkap.com
3. kisahkitaindonesia.blogspot.com


Penulis: Indah Puspitawati
Editor: Fathul Amanah






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved