Profil #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sisingamangaraja XII adalah pahlawan nasional Indonesia yang berasal dari Toba, Sumatra Utara.
Sisingamangaraja XII (Sisimangaraja Kedua Belas) lahir pada tahun 1849, Tapanuli.
Nama asli Sisingamangaraja XII adalah Patuan Bosar Ompu Pulo Batu.
Sisingamangaraja melakukan diskusi dengan sesama raja di daerah itu untuk mewaspadai Belanda, dan segera, ketegangan mulai meningkat antara dia dan Belanda.
Oleh karena itu, pertempuran demi pertempuran dilakukan, dan meskipun kalah dalam pertempuran, Sisimangaraja XII terus berjuang dengan menggunakan taktik gerilya hingga akhirnya berhasil menghabiskan pasukan lawan.
Sisingamangaraja jatuh di perang setelah menolak untuk menerima tawaran Belanda untuk menyerah pada tahun 1907. (1)
Raja Tanah Batak #
Nama kecil Sisingamangaraja XII adalah Patuan Bosar.
Pada 1867, ayahnya meninggal akibat penyakit kolera.
Patuan Bosar dinobatkan menjadi Raja Si Singamangaraja XII pada tahun 1876, menggantikan ayahnya Sisingamangaraja XI yang bernama Ompu Sohahuaon.
Seperti raja-raja sebelumnya, Si Singamangaraja XII adalah juga kepala adat dan sekaligus menjadi pemimpin agama yang disebut ”Parmalim”.
Sisingamangaraja dianggap memiliki kekebalan dan kesaktian dan sangat dihormati oleh rakyatnya.
Kehebatan Sisingamangaraja XII dalam berperang dan kebal terhadap senjata tajam dan peluru yang telah melegenda membuat musuhnya kewalahan.
Menurut kepercayaan suku Batak, darah adalah pantangan Sisingamangaraja XII.
Perjuangannya untuk memerdekakan ‘manusia bermata hitam’ dari penindasan penjajahan si mata putih (sibontar mata), tidak terbatas pada orang Tapanuli (Batak) saja, tetapi diartikan secara luas dalam rangka nasional.
Pada awal masa pemerintahannya, kegiatan pengembangan agama Kristen yang dipimpin oleh Nommensen dari Jerman sedang berlangsung di Tapanuli.
Belanda ikut masuk dengan berlindung di balik kegiatan tersebut.
Namun, lambat laun Belanda mulai menunjukkan itikad tidak baik dan bermaksud ingin menguasai wilayah kekuasaan Sisingamangaraja XII.
Sisingamangaraja XII kemudian mengadakan musyawarah bersama raja-raja dan panglima daerah Humbang, Toba, Samosir, dan Pakpak.
Kemudian, ketegangan antara Belanda dan Sisingamangaraja meningkat hingga menimbulkan konflik. Upaya jalan damai sudah tidak dapat lagi ditempuh.
Perlawanan Terhadap Belanda #
Pada 19 Februari 1878, Sisingamangaraja XII bersama rakyat Tapanuli mulai melancarkan serangan terhadap pos pasukan Belanda di Bahal Batu, dekat Tarutung. Pertempuran yang tak seimbang membuat Sisingamangaraja dan pasukannya kalah dan terpaksa mundur dari Bahal Batu.
Namun, perlawanan pasukan Sisingamangaraja masih tetap tinggi, terutama di desa-desa yang belum tunduk pada Belanda, seperti Butar, Lobu Siregar, Tangga Bantu, dan Balige.
Sebaliknya, Belanda semakin gencar mengejar Sisingamangaraja XII sampai ke desa-desa dan melakukan pembakaran serta menawan raja-raja desa.
Akibatnya pertempuran meluas hingga ke beberapa daerah seperti Sipintu-pintu, Tangga Batu, Balige, dan Bakkara.
Namun, Sisingamangaraja tetap gigih melakukan perang gerilya.
Pada Mei 1883, pos Belanda di Uluan dan Balige kembali diserang oleh Sisingamangaraja.
Setahun kemudian (1884), kekuatan Belanda di Tangga Batu berhasil dilumpuhkan.
Belanda melakukan upaya pendekatan dan menawarkan penobatan Sisingamangaraja sebagai Sultan Batak dengan berbagai hak istimewa.
Namun, beliau menolaknya dengan tegas. Pada 1904, Belanda melakukan pengepungan ketat.
Pada 1907 Sisingamangaraja berhasil lolos.
Namun, upaya keras Belanda akhirnya membuahkan hasil dengan mengetahui tempat persembunyian Sisingamangaraja di Hutan Simsim.
17 Juni 1907, markas Sisingamangaraja dikepung Belanda. (2)
Wafat #
Pada tanggal 12 Juni 1907 Belanda berhasil menyergap ibu, Isteri pertama dan seorang anak Sisingamangaraja XII.
Sisingamangaraja XII berhasil meloloskan diri, dan meneruskan perjalanan ke hutan di daerah Simsim.
Pertempuran terjadi antara dua kekuatan yang tidak seimbang.
Pasukan Sisingamangaraja XII terkepung pasukan Belanda yang berjumlah banyak dengan persenjataan yang lengkap.
Pada waktu pertempuran sedang berlangsung, Lopian, seorang puteri Sisingamangaraja XII terkena tembakan dan gugur seketika.
Mayat yang berlumuran darah itu diambil oleh Sisingamangaraja XII untuk dipindahkan ke tempat lain.
Darah yang mengucur dari badan Lopian mengenai tubuh Sisingamangaraja XII.
Menurut kepercayaan suku Batak, dengan terkena darah itu maka kekebalan dan kesaktian Sisingamangaraja XII menjadi hilang.
Pasukan Belanda terus melakukan pengejaran, Sisingamangaraja XII tidak sempat beristirahat dan menyusun kekuatan untuk menghadapi musuh yang mengejarnya.
Dalam perjalanan terakhir Sisingamangaraja XII hanya ditemani oleh beberapa orang pengikut dan putera-puteranya, senjata yang masih dimiliki hanya sebilah rencong.
Pada tanggal 17 Januari 1907, Sisingamangaraja XII gugur setelah tertembak.
Dengan gugurnya Si Singamangaraja XII berakhir pulalah perang yang sudah berlangsung selama hampir tiga puluh tahun di Tanah Batak. (3)
Jenazah Raja Sisingamangaraja XII, Patuan Nagari dan Patuan Anggi dibawa dan dikuburkan Belanda di tangsi Tarutung.
Pada Tahun 1953, dimakamkan kembali di Makam Pahlawan Nasional Soposurung Balige yang dibangun oleh pemerintah, masyarakat dan keluarga.
Pahlawan Nasional #
Berkat Kegigihan perjuangan Sisingamangaraja XII ini telah menginspirasikan masyarakat Indonesia, yang kemudian Sisingamangaraja XII diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.
Selain itu untuk mengenang kepahlawanannya, nama Sisingamangaraja juga diabadikan sebagai nama jalan di seluruh kawasan Republik Indonesia.
Pemerintah RI menghargai jasa-jasa yang telah diberikannya untuk kemerdekaan tanah air.
Berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 590 Tahun 1961 tanggal 19 November 1961, Si Singamangaraja XII dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
Sisingamangaraja ditampilkan dalam uang kertas seribu rupiah yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.
(TribunnewsWiki/Indah)
Jangan lupa subscribe official Youtube channel TribunnewsWiki
| Nama | Patuan Bosar Ompu Pulo Batu |
|---|
| Nama kecil | Patuan Bosar |
|---|
| Gelar | Sisingamangaraja XII |
|---|
| Lahir | Bakara, 18 Februari 1845 |
|---|
| Meninggal | Dairi, 17 Juni 1907 |
|---|
| Makam | Makam Pahlawan Nasional di Soposurung, Balige |
|---|
| Ayah | Sisingamangaraja XI |
|---|
| Ibu | Boru Situmorang |
|---|
| Anak | Patuan Nagari, Patuan Anggi, Lopian |
|---|
Sumber :
1. www.wowshack.com
2. www.ilmusiana.com
3. pahlawancenter.com