Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mohammad Roem merupakan seorang diplomat dan salah satu pemimpin Indonesia pada masa kolonial.
Mohammad Roem merupakan sosok yang berpengaruh di dalam Perjanjian Roem Roijen atau dikenal dengan Perjanjian Roem Royen.
Lahir di Parakan Temanggung pada 16 Mei 1908 dan meninggal dunia pada 24 September 1983 di Jakarta.
Mohammad Roem pernah menjadi Wakil Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri dan Mendagri ketika Soekarno menjabat sebagai presiden. (1)
Masa Kecil #
Mohammad Roem melewati masa kecil di dua tempat yakni Parakan pada 1908-1919 dan Pekalongan pada 1919-1924.
Pada saat itu Mohammad Roem pindah ke Pekalongan ketika Parakan terkena wabah penyakit menular.
Baca: 17 AGUSTUS - Seri Sejarah Nasional: Perang Batak (1878-1907)
Baca: 17 AGUSTUS - Seri Sejarah Nasional: Tank Jan Cox
Semula, kepindahan di Pekalongan hanya sementara, namun karena sang ayah meninggal dunia, akhirnya Mohammad Roem memutuskan untuk tinggal di Pekalongan bersama kakak perempuannya.
Mohammad Roem menempuh pendidikan dasar di Sekolah Desa (Volkschool) pada 1915.
Kemudian melanjutkan di Hollands Inlandshe School (HIS) Temanggung sampai kelas 3 pada 1917-1929, dan melanjutkan pendidikannya di Pekalongan dari 1919 hingga 1924.
Setelah menyelesaikan pendidikan di HIS Pekalongan, Mohammad Roem mendapat beasiswa sehingga di STOVIA.
Namun Mohammad Roem tidak sempat menyelesaikan pendidikannya, karena saat itu STOVIA dihapuskan pada 1927.
Murid STOVIA kemudian melanjutkan pendidikan ke Algemene Middelbare School (AMS).
Mohammad Roem lulus dari AMS pada 1930.
Setelah menyelesaikan pendidikan di AMS, Mohammad Roem melanjutkan pendidikan ke Geneeskundigie Hoogeschool (GHS) atau sekolah tinggi kedokteran di Jalan Salemba selama dua tahun, tetapi tidak lulus setelah melewati dua kali ujian.
Kemudian Mohammad Roem melanjutkan pendidikan ke Rechts Hoogeschool (RHS) di Batavia dan berhasil mendapat gelar Meester in de Rechten atau sarjana hukum pada 1939.
Pada saat itu, Mohammad Roem menjadi pengacara yang banyak membela rakyat kecil. (2)
Politik #
Pada 1924, Mohammad Roem memasuki dunia politik dengan bergabung menjadi anggota Jong Java (Pemuda Jawa).
Pada saat Mohammad Roem masuk menjadi anggota Jong Java bersamaan saat masuk ke STOVIA.
Pada 1925, Mohammad Roem bergabung bersama JIB (Jong Islamieten Bond) dan membentuk organisasi Pandu Indonesia (National Indonesische Padvinderiji/ Natipij).
Pandu Indonesia merupakan sebuah organisasi yang mewajibkan anggotanya mempelajari Islam.
Pada saat itu, Mohammad Roem menjadi ketuanya.
Menjadi bagian dari JIB menyebabkan Mohammad Roem mengenal tokoh besar Indonesia seperti Agus Salim dan HOS Cokroaminoto.
Mohammad Roem kemudian bergabung di dunia politik.
Saat itu Mohammad Roem tertarik kepada Partai Sarekat Islam Indinesia (PSII).
Kemudian Mohammad Roem bergabung dengan Sarekat Islam sebelum memasuki partai Masyumi (majelis syura muslimin Indonesia).
Ketika Jepang menduduki Indonesia, Mohammad Roem dipercaya menjadi Ketua Muda Barisan Hizbullah di Jakarta. (3)
Peran #
Mohammad Roem merupakan anggota delegasi Indonesia pada perundingan Linggarjati pada 1946.
Mohammad Roem juga ikut andil dalam Perundingan Renville pada 1948.
Mohammad Roem merupakan pemimpin dalam Perundingan Roem Royen pada 1949.
Pada saat perundingan Roem Royen, pihak Belanda diketuai oleh Dr. Jan Herman van Roijen. (4)
Setelah bubarnya Masyumi, karier Mohammad Roem di politik juga berakhir.
Bahkan di penghujung kepemimpinan Soekarno, pada 16 Januari 1962 sampai 17 Mei 1966 Mohammad Roem dimasukkan ke dalam penjara tanpa alasan yang jelas.
Kemudian beberapa pemimpin lainnya yang bersikap kritis terhadap Soekarno juga ditahan seperti Sutan Sjahrir, Prawoto Mangkusasmito, M. Yunan Nasution, Soebadio Sastrosatomo, Mochtar Lubis, HAMKA, M. Natsir, Sjafruddin Prawiranegara, kasman Singodimedjo, E.Z. Muttaqin, Imron Rosjadi, dan Anak Agung Gede Agung. (5)
Karier
- Menteri Dalam Negeri pada Kabinet Sjahrir III (2 Oktober 1946 - 27 Juni 1947)
- Pemimpin delegasi Indonesia dalam perundingan Roem-Royen (1949)
- Menteri Luar Negeri pada Kabinet Natsir (6 September 1950 - 20 Maret 1951)
- Menteri Dalam Negeri pada Kabinet Wilopo (3 April 1952 - 30 Juli 1953)
- Wakil Perdana Menteri I pada Kabinet Ali Sastroamidjojo II (24 Maret 1956) (4)
(TribunnewsWiki/Sekar)
Jangan lupa subscribe youtube channel TribunnewsWiki ya!
| Nama | Mohammad Roem |
|---|
| Tanggal lahir | Temanggung, 16 Mei 1908 |
|---|
| Meninggal | Jakarta, 24 September 1983 |
|---|
| Kebangsaan | Indonesia |
|---|
| Agama | Islam |
|---|
| Profesi | Diplomat |
|---|
Sumber :
1. mohammad-roem.kalajengking.web.id
2. 1001indonesia.net
3. amriadicyber.blogspot.com
4. sejarah-bangsa-kita.blogspot.com
5. www.obsessionnews.com