TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pengacara ternama Hotman Paris Hutapea mengungkapkan penyesalan terbesarnya yang pernah terjadi dalam hidupnya.
Penyesalan terbesar Hotman Paris itu diungkapkan Hotman Paris dalam acara Hotman Paris Show.
Pengacara Hotman Paris baru-baru ini terlihat menangis di acaranya Hotman Paris Show.
Hotman Paris tak kuasa menahan air mata saat bercerita soal ibunya, Rusmina Tiobinur Boru Simanjuntak, yang telah meninggal dunia.
Baca: Hotman Paris Hutapea
Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 8 Agustus 2019: Hari Baik dan Penuh Kesejahteraan bagi Pisces!
Baca: Mandala Shoji Bebas Seusai 6 Bulan Dibui sebab Kasus Kampanye Gelap, Istri Tak Pernah Nilai Bersalah
Sang pengacara kondang, Hotman Paris pun mengungkap penyesalan terbesar dalam hidupnya.
Hal itu terlihat dalam tayangan di kanal YouTube Hotman Paris Official dan Hotman Paris Show, Rabu (7/8/2019).
Dalam episode ini, acara Hotman Paris Show dihadiri keluarga Robinson Sinurat.
Robinson Sinurat adalah seorang anak dari keluarga petani asal Tanjung Beringin, Sumatera Utara yang berhasil meraih S2 di Universitas Columbia, Amerika Serikat.
Cerita kesuksesan Robinson Sinurat saat merantau membuat Hotman Paris mengenang masa lalunya.
Saat itu, Hotman Paris mengingatkan Robinson Sinurat agar ke depan, membalas jasa kebaikan orang tuanya terlebih dahulu.
Hotman Paris seketika teringat soal ibunya.
Hotman Paris mengatakan, untuk membalas jasa ibunya, ia biasa mengajak ibunya ke luar negeri untuk liburan.
Namun, Hotman Paris kerap tak bisa menemani.
Akhirnya Hotman Paris pun membayar orang untuk menemani sang ibu.
"Saya dulu ngebalas ke ibu saya, walaupun bapak saya mampu, tapi saya selalu balas,"
"Karena kesibukan saya, saya kirim sampai ke Yerusalem, tapi saya bayar orang untuk temanin,"
"Terus pernah saya kirim ibu saya ke Bali, karena saya nggak bisa ikut, saya bayar juga orang untuk temani," ceritanya, dikutip TribunJatim.com, (8/8/2019).
Namun, Hotman Paris memiliki kenangan tersendiri saat menemani ibunya ke luar negeri.
Saat itu, Hotman Paris sampai tak kuasa menahan tangis.
"Kita sepuluh bersaudara, kita berusaha menarik ibu. Saya sekarang ini kalau malam Natal di gereja aku nangis,"
"Jujur ini. Gue jadi nangis," ucapnya sambil mengusap air matanya.