Jelang Idul Adha 2019, Ini Doa Niat dan Keistimewaan Puasa Arafah dan Puasa Tarwiyah

Idul Adha 1440 H bakal jatuh pada 11 Agustus 2019, dibarengi sejumlah amalan sunnah yang bisa dilakukan di antaranya puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah


zoom-inlihat foto
puasa-tarwiyahdanarafah.jpg
TRIBUNLAMPUNG.COM
Ilustrasi puasa sunnah Tarwiyah dan puasa sunnah Arafah.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perayaan Idul Adha 1440 H bakal jatuh pada 11 Agustus 2019, dibarengi dengan sejumlah amalan sunnah yang bisa dilakukan di antaranya puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah.

Sebagaimana diketahui, organisasi Islam Muhammadiyah telah menetapkan tanggal 1 Dzulhijjah 1440 H.

Berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani Muhammadiyah, 1 Dzulhijjah akan jatuh pada hari Jumat, 2 Agustus 2019.

Dikutip dari Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah nomor 01/MLM/I.0/E/2019 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1440 Hijriah, ijtimak jelang jelang Dzulhijjah 1440 H terjadi pada hari Kamis Pon, 1 Agustus 2019 M pukul 10:14:35 WIB.

Sementara itu, tinggi bulan pada saat terbenam matahari di Yogyakarta menunjukkan hilal sudah wujud.

Kemenag juga telah menetapkan Idul Adha jatuh pada Minggu (11/8/2019).

Baca: Viral Taruna Akmil Enzo Zenz Diduga Terpapar HTI : Pesantren Tepis Isu, Menhan Beri Sikap Tegas

Hal ini berdasar sidang isbat yang digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kemenag, Jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Sebagaimana dikutip Tribunnewswiki.com dari TribunPadang.com, dalam sidang isbat ini, ditetapkan 1 Dzulhijjah 1440H jatuh pada Jumat (2/8/2019).

Menjelang Hari Raya Idul Adha di bulan Dzulhijjah, banyak amalan-amalan sunah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW termasuk berpuasa.

Puasa menjelang Hari Raya Idul Adha dilakukan untuk mendapat keberkahan bulan Dzulhijjah.

Terlebih lagi, bulan Dzulhijjah menjadi satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Mereka yang mampu dianjurkan untuk melaksanakan ibadah haji ke tanah suci untuk menyempurnakan rukun Islam.

Sementara bagi yang tidak melakukan ibadah haji, dianjurkan untuk mendirikan amalan-amalan sunah.

Mengutip dari zakat.or.id, sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah menjadi hari yang paling istimewa untuk memperbanyak amalan.

Baca: Akademi Militer

Hal ini sesuai dengan hadist riwayat Ibnu Abbas dalam Sunan At- Tirmidzi berikut ini.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر

Artinya : “Rasulullah SAW berkata: Tak ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini,” (HR. At- Tirmidzi)

Tiga hari yang paling istimewa dalam bulan Dzulhijjah yakni pada tanggal 8, 9, dan 10 Dzulhijjah.

Tanggal 8 Dzulhijjah disebut dengan yaumu tarwiyah, tanggal 9 Dzulhijjah disebut dengan yaumul 'arafah, dan tanggal 10 Dzulhijjah disebut dengan yaumun nahr.

Keistimewaan ini menjadikan tujuh hari sebelum di bulan Dzulhijjah dianjurkan untuk puasa.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved