17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Soepeno

Soepeno merupakan pahlawan nasional yang lahir di Pekalongan pada 12 Juni 1916. Soepeno memulai pendidikan sekolah dasarnya di H.I.S


zoom-inlihat foto
soepnoo.jpg
Merdeka.com
Soepeno, sosok yang mengawali perjuangannya pada saat bergabung dalam kelompok Amir Syariffuddin.

Soepeno merupakan pahlawan nasional yang lahir di Pekalongan pada 12 Juni 1916. Soepeno memulai pendidikan sekolah dasarnya di H.I.S




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Soepeno merupakan pahlawan nasional yang lahir di Pekalongan pada 12 Juni 1916.

Soepeno meninggal di Nganjuk pada 24 Februari 1949.

Ayah Soepeno merupakan pegawai di stasiun kereta api Tegal.

Soepeno menikah dengan gadis bernama Kamsitin Wasiyatul Khakiki.

Kamsitin merupakan putera keluarga Danusiswoyo, penilik pendidikan Masyarakat di Purbalingga. (1)

  • Pendidikan #


Soepeno memulai pendidikan sekolah dasarnya di H.I.S lalu berlanjut ke MULO.

MULO merupakan Sekolah Menengah Pertama.

Soepeno melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (AMS) di Semarang.

Baca: PAHLAWAN NASIONAL - Prof. DR. Moestopo

Baca: Terjadi Pemadaman Listrik di Wilayah Jawa, Begini Penjelasan dari Pihak PLN

Kemudian Soepeno melanjutkan ke Sekolah Tinggi Teknik (Technische Hogeschool) di Bandung.

Setelah dua tahun menuntut ilmu di Sekolah Tinggi Teknik, Soepeno kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Hukum (Recht Hogeschool) di Jakarta.

Soepeno tinggal di asrama Perkumpulan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) di Jalan Cikini Raya 71, Jakarta.

Kemudian di asrama Soepeno menjadi ketua asrama yang dipilih oleh teman-temannya. (2)

Menteri Pembangunan dan Pemuda dalam Kabinet Hatta I
Menteri Pembangunan dan Pemuda dalam Kabinet Hatta I (Merdeka.com)

  • Perjuangan #


Soepeno mengawalinya pada saat bergabung dalam kelompok Amir Syariffuddin.

Namun pada saat Perundingan Renville kabinet Amir Syariffuddin II (3 Juli 1947-19 Januari 1948) jatuh.

Perundingan Renville dinilai merugikan kepenringan Republik Indonesia.

Indonesia harus mengakui daerah-daerah yang diduduki Belanda pada Agresi Militer I.

Hasil perundingan Renville menyebabkan pro dan kontra.

Pertentangan terjadi diantara golongan yang setuju dan golongan tidak menyetujui.

Pertentangan semakin memanas dan satu diantara menyebabkan jatuhnya kabinet Amir Syariffuddin yakni masalah dualisme militer yang terhimpun dalam TNI dan TNI "Bagian Masyarakat".

Menurut Amir Syarifuddin TNI “Bagian Masyarakat” merupakan konsekuensi prinsip-prinsip pertahanan.

Tentara harus mengenal politik sehingga tentara sadar ketika terjadi pertentangan politik yang menyebabkan perang.

Dualisme yang terdapat di dalam tubuh TNI ditentang oleh PNI dan Masyumi sehingga menyebabkan kejatuhan kabinet tersebut.

Pada 1948 hubungan antara Pemerintah Indoensia dengan Belanda tetap bersitegang walaupun sudah ada perjanjian Renvill.

Perbedaan antara kelompok yang setuju dan tidak setuju terus terjadi.

Kelompok Amir Syarifuddin kemudian terpecah menjadi Front Demokrasi Rakyat (FDR) di bawah Amir Syarifuddin yang terdiri dari organisasi-organisasi dan partai golongan kiri yang melakukan oposisi terhadap pemerintah.

Kemudian Gerakan Revolusi Rakyat (GRR) di bawah pimpinan Dr. Muwardi

Berbeda politik dengan Amir Syarifuddin menyebabkan Soepeno memisahkan diri dari Amir Syarifuddin.

Soepeno kemudian diangkat menjadi Menteri Pembangunan dan Pemuda dalam kabinet yang dipimpin oleh Drs. Mohammad Hatta.

Soepeno dikecam oleh golongan kiri dan disebut sebagai pengkhianat.

Soepeno menegaskan jika Soepeno berada di dalam kabinet atas kesadaran politik pribadi.

Program Kabinet Drs. Mohammad Hatta antara lain adalah pelaksanaan Persetujuan Renville dan rasionalisasi dalam negeri, dan pembangunan.

Kemudian Amir Syarifuddin bergabung dengan Partai Komunias Indonesia yang dipimpin oleh Muso.

Rasionalisasi yang ditentang oleh Muso dan FDR menyebabkan terjadi pemberontakan di Madiun pada 1948.

Pada 19 Desember 1948, Belanda kemudian melancarkan aksi agresi militer yang kedua setelah perundingan yang dilakukan tidak mendapatkan hasil.

Belanda menduduki dan menyerang Yogyakarta.

Kemudian Soepeno mengungsi ke luar kota dan bergabung dengan Angkatan Perang untuk perlawanan gerilya.

Pada 24 Februari 1949, rombongannya berada di desa Ganter, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Namun di waktu itu Belanda sedang melancarkan serangan di desa tersebut.

Kemudian Soepeno ditangkap dan ditembak ditempat tersebut. (3)

  • Wafat #


Pada saat terjadinya penyerangan, Belanda meminta Soepeno untuk jongkok.

Kemudian Belanda menginterograsi Soepeno.

Lalu Soepeno menjawab tanpa ada rasa takut bahwa Sopeno merupakan penduduk asli.

Belanda tidak percaya dan terus memaksa Sopeno untuk mengaku.

Namun Soepeno tetap diam dan tidak memiliki rasa takut.

Sikap Soepeno teguh kemudian Belanda menembak Soepeno.

Peristiwa tersebut dilukiskan Julius Pour mengutip Rosihan Anwar.

Julius Pour menulis dalam buku 'Doorstoot Naar Djokja, Pertikaian Pemimpin Sipil-Militer'.

Buku tersebut diterbitkan Kompas.  (4)

  • Penghargaan #


Soepeno telah ditetapkan oleh Pemerintah RI dengan SK Presiden No. 039/TK/Th. 1970 tanggal 13 Juli 1970 sebagai Pahlawan Nasional.

Soepeno juga dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra Kelas III secara anumerta. (5)

(TribunnewsWiki/Sekar)

Jangan lupa Subscribe youtube channel TribunnewsWiki ya!



Nama lengkap Soepeno
Tanggal lahir Pekalongan, 12 Juni 1916
Meninggal Nganjuk, 24 Februari 1949
Dikebumikan Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta
Jabatan Menteri Pembangunan dan Pemuda Indonesia
Presiden Soekarno
Pendahulu Wikana
Pengganti Maladi


Sumber :


1. sosok-tokoh.blogspot.com
2. sosok-tokoh.blogspot.com
3. tokoh.id
4. biografi-tokoh-ternama.blogspot.com
5. pahlawancenter.com


Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Pokun Roxy (2013)

    Pokun Roxy adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved