Riwayat Keluarga #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kiai Haji (KH) Abdul Wahab Hasbullah lahir di Jombang, 31 Maret 1888 dan wafat meninggal 29 Desember 1971 di usia 83 tahun.
KH Abdul Wahab Hasbullah pendiri Nahdatul Ulama (NU).
KH Abdul Wahab Hasbullah adalah seorang ulama yang berpandangan modern, dimana dakwahnya dimulai dengan mendirikan surat kabar 'Soeara Nahdlatul Oelama' atau 'Soeara NO' dan 'Berita Nahdlatul Ulama'.
Ayah KH Abdul Wahab Hasbullah adalah KH Hasbulloh Said, Pengasuh Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, sedangkan sang Ibu bernama Nyai Latifah.
KH Abdul Wahab Hasbullah ketika kecil banyak menghabiskan waktunya untuk bermain dan dikenal sebagai pemimpin dalam segala permainan.
KH Abdul Wahab Hasbullah memiliki garis keturunan dari Raja Brawijaya IV dan bertemu dengan silsilah KH Hasyim Ashari pada Kiai Soichah.
Pada 1914, KH Abdul Wahab Hasbullah menikah dengan puteri Kiai Musa, Maimunah.
Dari pernikahan tersebut KH Abdul Wahab Hasbullah memiliki putra bernama Wahib, atau dikenal sebagai Kiai Wahab Wahib.
Namun ketika menjalankan ibadah haji pada 1921, Nyai Maimunah meninggal dunia.
Setelah itu KH Abdul Wahab Hasbullah menikah lagi dengan puteri Kiai Alwi, Alawiyah.
Pernikahan tersebut juga tidak berlangsung lama karena Alawiyah meninggal dunia.
Sepeninggal Nyai Alwiyah, KH Abdul Wahab Hasbullah menikah lagi dengan Nyai Rahimah, puteri dari Kiai Abdul Syukur yang berasal dari Jombang.
Namun pernikahan tersebut tidak berlangsung lama karena Rahimah meninggal dunia.
Pernikahan keempat dilakukan dengan Asnah, putrid Kiai Sa’id dan pernikahan tersebut kembali tidak langgeng karena Nyai Asnah meninggal dunia.
Kemudian KH Abdul Wahab Hasbullah menikah lagi dengan seorang janda bernama Fatimah, anak Haji Burhan.
Dari pernikahan tersebut KH Abdul Wahab Hasbullah tidak mendapatkan keturunan.
Penikahan keenam KH Abdul Wahab Hasbullah dengan anak Kiai Abdul Madjid Bangil, yang bernama Ashikhah.
Pernikahantersebut juga tidak berlangsung lama karena saat menunaikan ibadah haji Nyai Ashikhah meninggal dunia.
Pernikahan KH Abdul Wahab Hasbullah yang terakhir adalah dengan kakak perempuan Ashikhah, bernama Sa’diyah.
Dengan Sa’diyah, pernikahan KH Abdul Wahab Hasbullah langgeng sampai akhir hayat.
Dari Nyai Sa’diyah, KH Abdul Wahab Hasbullah mendapatkan keturunan, yaitu Mahfuzah, Hasbiyah, Mujidah, Muhammad Hasib dan Raqib. (1)
Pendidikan #
Masa pendidikan KH Abdul Wahab Hasbullah banyak dihabiskan di pondok pesantren (ponpes).
Karena tumbuh dilingkungan ponpes, KH Abdul Wahab Hasbullah sejak dini diajarkan ilmu agama dan moral pada tingkat dasar oleh sang Ayah.
Kemudian pada usia 13 tahun, KH Abdul Wahab Hasbullah mulai merantau untuk menuntut ilmu dari satu pesantren ke pesantren lainnya.
Ponpes yang pernah disinggahi KH Abdul Wahab Hasbullah adalah sebagai berikut:
- Ponpes Langitan Tuban
- Ponpes Mojosari, Nganjuk
- Ponpes Cempaka
- Ponpes Tawangsari, Sepanjang
- Ponpes Kademangan Bangkalan, Madura, dibawah asuhan Kiai Kholil Bangkalan
- Ponpes Branggahan, Kediri
- Ponpes Tebu Ireng, Jombang, dibawah asuhan K.H. Hasyim Ashari (2)
Perjuangan #
KH Abdul Wahab Hasbullah merupakan Pendiri NU setelah KH Hasyim Ashari.
Baca: PAHLAWAN NASIONAL - KH Hasyim Ashari
Baca: PAHLAWAN NASIONAL - Mas Mansoer
Selain KH Abdul Wahab Hasbullah juga pernah menjadi Panglima Laskar Mujahidin (Hizbullah) ketika melawan penjajah Jepang.
KH Abdul Wahab Hasbullah tercatat sebagai anggota DPA bersama Ki Hajar Dewantara.
Pada 1914, KH Abdul Wahab Hasbullah mendirikan kursus bernama Tashwirul Afkar.
Pada 1916 KH Abdul Wahab Hasbullah mendirikan Organisasi Pemuda Islam bernama Nahdlatul Wathan, dan kemudian pada 1926 menjadi Ketua Tim Komite Hijaz.
Pada masa perang melawan Jepang, KH Abdul Wahab Hasbullah berhasil membebaskan KH Hasyim Ashari dari penjara ketika ditahan Jepang. (3)
Tashwirul Afkar #
KH Abdul Wahab Hasbullah adalah pelopor kebebasan berpikir di kalangan umat Islam di Indonesia.
KH Abdul Wahab Hasbullah merupakan seorang ulama yang menekankan pentingnya kebebasan dalam keberagamaan terutama kebebasan berpikir dan berpendapat.
Hal tersebut diwujudkan dengan didirikannya kelompok diskusi, Tashwirul Afkar (Pergolakan Pemikiran) di Surabaya pada 1941.
Dalam waktu singkat, Tashwirul Afkar menjadi sangat populer dan menarik perhatian kalangan pemuda.
Tashwirul Afkar tidak hanya menghimpun kaum santi namun juga menjadi ajang komunikasi dan tukar informasi antartokoh nasional,sekaligus menjembatani generasi muda dan generasi tua. (4)
Pelopor GP Ansor #
Gerakan Pemuda (GP) Ansor dibentuk oleh NU, berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di Nahdlatul Wathan.
Nahdlatul Wathan adalah organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh dan pembinaan kader.
KH Abdul Wahab Hasbullah dan KH Mas Mansoer akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda di saat semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam sedang berada di puncak.
Dua tahun setelah perpecahan itu, yaitu pada 1924 para pemuda yang mendukung KH Abdul Wahab Hasbullah membentuk Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air).
Organisasi tersebut yang menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO). (5)
Pahlawan nasional Indonesia #
KH Abdul Wahab Hasbullah layak mendapat gelar Pahlawan Nasional.
Selain merupakan salah satu pendiri NU KH Abdul Wahab Hasbullah juga banyak berkontribusi dalam perjuangan, baik sebelum kemerdekaan Republik Indonesia maupun sesudah kemerdekaan.
Bahkan sebelum mendirikan NU, KH Abdul Wahab Hasbullah bersama KH Hasyim Ashari, mendirikan Madrasah yang diberi nama Nahdlatul Wathan, yang berarti Bangkitnya Tanah Air.
Ketika Resolusi Jihad dikeluarkan KH Hasyim Ashari, KH Abdul Wahab Hasbullah sebagaiKhatib Am PBNU bertugas mengawal implementasi dan pelaksanaan di lapangan.
Rsolusi Jihad tersebut akhirnya menjadi pemantik kejadian mengusir Belanda yang ingin kembali menjajah pada 10 November 1954, yang kini di jadikan sebagai Hari Pahlawan Nasional.
KH Abdul Wahab Hasbullah diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Joko Widodo pada 7 November 2014. (6)
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)
| Nama | KH Abdul Wahab Hasbullah |
|---|
| Lahir | Jombang, 31 Maret 1888 |
|---|
| Wafat | 29 Desember 1971 |
|---|
| Keluarga |
|---|
| Ayah | Kiai Hasbullah Said |
|---|
| Ibu | Nyai Latifah |
|---|
| Istri | Maimunah |
|---|
| Alawiyah |
| Rahimah |
| Asnah |
| Fatimah |
| Ashikhah |
| Sa’diyah |
Sumber :
1. www.laduni.id
2. abianan.wordpress.com
3. www.pcnutulungagung.or.id
4. www.suaraislam.co
5. panutanmuslim.wordpress.com
6. www.tribunnews.com