17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: KH Hasyim Ashari

KH Hasyim Ashari adalah pahlawan nasional, lahir di Jombang, Jawa Timur pada 10 April 1875 dan wafat pada 1947. KH Hasyim Ashari dinobatkan sebagai pahlawan nasional pada 17 November 1964


zoom-inlihat foto
kh-hasyim-ashari.jpg
Instagram @santrinu.santara
Sosok KH Hasyim Ashari

KH Hasyim Ashari adalah pahlawan nasional, lahir di Jombang, Jawa Timur pada 10 April 1875 dan wafat pada 1947. KH Hasyim Ashari dinobatkan sebagai pahlawan nasional pada 17 November 1964




  • Riwayat Keluarga


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kyai Haji (KH) Mohammad Hasyim Asy'ari atau dikenal dengan KH Hasyim Ashari lahir di daerah Gedang, Jombang, Jawa Timur pada 10 April 1875 dan wafat pada 25 Juli 1947.

KH Hasyim Ashari meninggal dunia karena penyakit darah tinggi, pasca utusan Bung Tomo dan Jenderal Sudirman mengabarkan adanya agresi militer Belanda pertama pada 2 Juli 1947.

KH Hasyim Ashari wafat pada pukul 03:00, 25 Juli 1947 atau pada 7 Ramadhan 1366 Hijriyah.

Jasad KH Hasyim Ashari dimakamkan di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur.

KH Hasyim Ashari merupakan pendiri satu dari organisasi Islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama (NU).

KH Hasyim Ashari adalah putra ketiga dari 11 bersaudara, dan lahir di lingkungan keluarga Kyai.

Sang Kakek, Kyai Utsman memimpin Ponpes Nggedang, sebelah utara Jombang

Sang Ayah, Kyai Ashari adalah pemimpin Ponpes Keras di sebelah selatan Jombang dan sang Ibu bernama Halimah.

Dari garis keturunan sang ibu, KH Hasyim Ashari merupakan keturunan kedelapan dari Jaka Tingkir atau Sultan Pajang.

KH Hasyim Ashari juga memiliki garis keturunan yang berasal dari Sunan Giri (Raden Ainul Yaqin).

Dijelaskan menurut catatan nasab Sa’adah BaAlawi Hadramaut, Sunan Giri juga memiliki garis keturunan sampai Nabi Muhammad SAW.

Sehingga merunut dari silsilah Sunan Giri, Hasyim Ashari juga merupakan keturunan dari Nabi Muhammad SAW. (1)

KH Hasyim Ashari dinikahkan pada usia 21 tahun dengan Nafisah, satu dari putri dari ulama besar sekaligus pengasuh Ponpes Siwalan, Sidoarjo.

Dari pernihakan tersebut KH Hasyim Ashari memiliki seorang putra bernama Abdullah.

Namun putra dan istrinya tersebut meninggal dunia ketika menemani KH Hasyim Ashari beribadah haji dan menuntut ilmu di Mekkah.

Setelah itu KH Hasyim Ashari menikah dengan Nyai Khadijah, putri kyai Romli Karangkates, Kediri.

Dua tahun setelah pernikahan, Khadijah meninggal dunia dan belum dikaruniai putra-putri. (2)

Istri ketiga KH Ashari setelah wafatnya Nyai Khadijah adalah Nyai Nafiqoh yaitu puteri dari Kyai Ilyas yang merupakan pengasuh Ponpes Sewulan, Madiun.

Dari Nyai Nafiqoh, KH Hasyim Ashari memiliki 10 putra dan putri, yaitu Hannah, Khoiriyah, Aisyah, Azzah, Abdul Wahid (Wahid Hasyim), Abdul Hakim (Abdul Kholik), Abdul Karim, Ubaidillah, Mashuroh, dan Muhammad Yusuf.

Setelah Nyai Nafiqoh wafat pada 1920, KH Hasyim Ashari menikah dengan Nyai Masruroh, yaitu puteri dari Kyai Hasan, pengasuh Ponpes Kapurejo, Kediri.

Dari Nyai Masruroh, KH Hasyim Ashari memiliki 4 orang putra dan putri, yaitu Abdul Qodir, Fatimah, Khotijah, dan Muhammad Ya’kub. (1)

Pahlawan Nasional, KH Hasyim Ashari
Pahlawan Nasional, KH Hasyim Ashari (pahlawancenter.com)

  • Pendidikan


Pada usia 13 tahun, KH Hasyim Ashari sudah membantu mengajar santri-santri Ponpes milik sang Ayah yang lebih senior.

Hal itu dikarenakan KH Hasyim Ashari telah memiliki bekal ilmu agama yang diajarkan oleh sang Ayah.

Pada usia 15 tahun KH Hasyim Ashari mulai berkelana memperdalam ilmu dari satu pesantren ke pesantren lain.

Awalnya KH Hasyim Ashari menjadi santri di Ponpes Wonokoyo, Probolinggo.

Kemudian pindah ke Ponpes Langitan, Widang, Tuban dan dilanjutkan ke Ponpes Trenggilis, Semarang.

Namun KH Hasyim Ashari masih haus akan ilmu sehingga ia juga melanjutkan menimba ilmu di Ponspes Kademangan, Bangkalan di bawah asuhan KH Cholil Bangkalan.

Tidak lama setelah dari Ponpes Kademangan, KH Hasim Ashari pindah lagi di Ponpes Siwalan, Sidoarjo.

Di Ponpes Siwalan, KH Hasyim Ashari di bimbing oleh Kyai Ya’qub.

Selain mendapatkan ilmu agama, di Ponpes Siwalan KH Hasyim Ashari dinikahkan dengan Chadidjah, satu dari puteri Kyai Ya’qub di usia 21 tahun. (1)

  • Karya Intelektual


Kyai Hasyim Ashari merupakan salah satu intelektual muslim Jawa yang cukup produktif membuat kaya dari berbagai disiplin kajian Islam.\

Baca: PAHLAWAN NASIONAL - Ismail Marzuki

Baca: PAHLAWAN NASIONAL - Muhammad Ibnu Sayuti

Karya Hasyim Ashari ditulis dengan bahasa Arab dan Jawa, karya tersebut di antaranya:

  • 'Yizada Ta’liqat', yang menjelaskan tentang sanggahan beliau terhadap syair-syair karya Abdurrahman Yasin al-Fasuruwani yang mengkritik ulama NU
  • 'Cahaya Terang', yang menjelaskan tentang cinta kepada pemimpin Rasul (Allah SWT)
  • Pembukaan anggaran dasar NU
  • Empat puluh hadis yang terkait dengan berdirinya NU
  • Risalah Ahlisunnah waljamaah mengenai hadis-hadis tentang kematian dan tanda-tanda hari kiamat serta penjelasan mengenai sunnah dan bid'ah
  • 'Cahaya Lentera', yang menerangkan tentang hukum-hukum nikah (2)

  • Perjuangan


Mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) dan Ponpes Tebu Ireng

KH Hayim Ashari bersama Kyai Abdul Wahab Hasbullah, Syaikh Bisri Sansuri dan ulama pulau Jawa lainnya mendirikan organisasi islam pada 16 Rajab 1344 Hijriah.

Organisasi islam tersebut bernama Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikan untuk menangkal paham yang salah dari Islam. 

KH Hasyim Ashari juga mendirikan lembaga pendidikan Islam yang kini menjadi satu dari Ponpes terbesar di Jawa yaitu Ponpes Tebu Ireng.

Ponpes Tebu Ireng didirikan pada 26 Rabi'ul Awwal 1318 M.

Ponpes Tebu Ireng adalah satu dari ikon kebangkitan pesantren yang sedang mati suri di tengah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. (2)

Masa Kolonial Jepang dan pembentukan Hizbullah

Pada 1942 terjadi perubahan politik di Indonesia karena Hindia Belanda menyerah, kemudian pemerintah Indonesia diambil alih oleh Jepang.

Jepang mengeluarkan kebijakan untuk melakukan seikeirei yaitu membungkukkan badan kearah matahari terbit sebagai lambang menyembah Kaisar Jepang, Tenno Heika.

KH Hasyim Ashari menolak peraturan tersebut dan kemudian ditangkap karena dianggap sebagai anti Jepang.

Ponpes Tebuireng juga terpaksa ditutup sementara waktu.

Wahid Hasyim, putra KH Hasyim Ashari berangkat ke Jakarta untuk berusaha membebaskan sang Ayah.

Usaha tersebut berhasil dan pada 18 Agustus 1942 KH Hasyim Ashari dibebaskan kembali setelah ditahan selama kurang lebih empat bulan.

Namun Jepang berusaha memanfaatkan pengaruh KH Hasyim Ashari sehingga diangkat menjadi Kepala Urusan Agama.

Jabatan tersebut diterima KH Hasyim Ashari dengan tujuan untuk menyelamatkan umat Islam.

Dalam prakteknya KH Hasyim Ashari tidak pernah melakukan tugas Kepala Urusan Agama yang diberikan oleh Pemerintah Jepang.

KH Hasyim Ashari sempat memberi usulan kepada Pemerintah Militer Jepang agar dibentuk Tentara Sukarela Muslimin di Jawa.

Usul tersebut disampaikan setelah Jepang membentuk Tentara Sukarela Pembela Tanah Air (PETA).

KH Hasyim Ashari memiliki maksud tersirat yaitu menggunakan tentara yang diusulkanya untuk merebut kemerdekaan.

Usul tersebut ternyata disetujui dan diberi nama  'Hizbullah'.

KH Hasyim Ashari ketika ditemui pasukan Jepang
Pahlawan Nasional, KH Hasyim Ashari ketika ditemui pasukan Jepang (nu.or.id)

Resolusi jihad melawan penjajah

KH Hasyim Ashari merupakan satu dari ulama besar inspiratif bagi bangsa.

Pemikiran politik KH Hasyim Ashari kerap digunakan menjadi landasan perjuangan bangsa Indonesia.

Satu di antaranya adalah fatwa jihad melawan Belanda dan Jepang untuk menduduki dan menguasai bumi Indonesia.

KH Hasyim Ashari menempatkan perjuangan membela Indonesia sebagai sebuah kewajiban dan menyerah terhadap penjajah dianggap mengkhianati bangsa dan negara Indonesia. (3)

Dalam amanatnya, KH Hasyim Ashari menyerukan terjalinnya persatuan umat Islam dan membuang jauh pertengkaran soal khilafiyah guna menghadapi siapa saja yang sengaja memusuhi Islam, terutama kaum penjajah.

KH Hasyim Ashari berpandangan, sebesar apapun kepentingan suatu kelompok, jika hanya memunculkan perpecahan di antara umat Islam Indonesia harus segera diakhiri.

"Jangan kalian jadikan perdebatan itu menjadi sebab perpecahan, pertengkaran, dan bermusuh-musuhan. Ataukah kita teruskan perpecahan, saling menghina, dan menjatuhkan; saling mendengki kembali kepada kesesatan lama? Padahal agama kita satu: Islam, madzhab kita satu: Syafi’i, Daerah kita juga satu: Indonesia (ketika itu sebutannya Jawa). Dan kita semua juga serumpun Ahlussunnah wal Jamaah. Demi Allah, hal semacam itu merupakan musibah dan kerugian yang amat besar," - seruan KH Hasyim Ashari. (4)

Resolusi jihad dikumandangkan pada 22 Oktober 1945 dengan memanggil seluruh lapisan masyarakat agar bersatu mempertahankan kemerdekaan

Pada masa tersebut Ponpes Tebu Ireng digunakan menjadi markas pejuang-pejuang Islam.

Mereka yang akan berangkat ke medan tempur, terlebih dahulu memohon doa restu kepada KH Hasyim Ashari.

Tidak jarang pula KH Hasyim Ashari memberi pejuang tersebut bekal berupa uang.

Selain itu KH Hasyim Ashari juga melakukan persiapan fisik jika sewaktu-waktu terpaksa berhadapan dengan musuh dan belajar menggunakan pistol dri putranya, Yusuf Hasyim.

Pada 21 Juni 1947 pasukan Belanda melancarkan Agresi Militer I.

4 hari kemudian yaitu pada 25 Juni 1947 pukul 21.00 dua orang tamu tiba di Ponpes Tebu Ireng.

Orang tersebut masing-masing adalah utusan Bung Tomo, dan Kyai Gufron, pemimpin Hizbullah Surabaya yang diutus oleh Jenderal Sudirman.

Utusan Bung Tomo memohon agar KH Hasyim Ashari mengumumkan jihad kepada umat Islam.

Sedangkan Kyai Gufron menyampaikan berita bahwa pasukan Belanda sudah menduduki kota Malang dan pasukan Hizbullah terpaksa mengundurkan diri setelah bertahan sekuat tenaga.

Berita tersebut cukup mengejutkan KH Hasyim Ashari kemudian jatuh pingsan kemudian meninggal dunia pada 5 Juli 1947 karena darah tinggi dan pendarahan di otak. (5)

Dinobatkan sebagai pahlawan nasional

KH Hasyim Ashari dinobatkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No.294 Tahun 1964 tanggal 17 November 1964. (5)

(TRIBUNEWSWIKI/Magi)



Nama Kyai Haji (KH) Mohammad Hasyim Asy'ari
Lahir Jombang, 10 April 1875
Wafat 5 Juli 1947
Lokasi Makam Ponpes Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur
Keluarga
Kakek Kyai Utsman
Ayah Kyai Asyari
Ibu Halimah
Istri Pertama Nafisah
Istri Kedua Khodijah
Istri Ketiga Nafiqoh
Istri Keempat Masruroh


Sumber :


1. www.pcnutulungagung.or.id
2. eprints.stainkudus.ac.id
3. ejournal.uin-suka.ac.id
4. www.nu.or.id
5. pahlawancenter.com


Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: haerahr






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Markis Kido Wafat, Hendra Setiawan

    Hendra Setiawan, mantan partner Markis Kido di nomor
  • BREAKING NEWS! Mantan Atlet Bulu

    Mantan atlet profesional Markis Kido meninggal dunia di
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved