Sutarman menuturkan, hingga saat ini kepulan abu sudah tidak terasa.
Baca: Gunung Tangkuban Parahu Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 200 Meter, Warga Diminta Waspada
Ia pun berkoordinasi dengan aparat kewilayahan untuk menenangkan masyarakat.
4. Viral Video Letusan Gunung di Medsos, Warga Panik
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Supriatno, memastikan video letusan gunung yang banyak beredar di media sosial merupakan kondisi yang sebenarnya terjadi di Gunung Tangkuban Parahu.
“Betul, itu di Tangkuban Parahu,” kata Supriyatno saat dihubungi kompas.com, Jumat (26/7/2019).
Supriyatno juga membenarkan jika saat letusan pengunjung, pedagang dan warga yang masih ada di dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu mengalami kepanikan.
5. Pedagang Berlarian
Erupsi Gunung Tangkuban Parahu sempat membuat para pengunjung dan pedagang yang tengah berada di area wisata Kawah Ratu panik.
Hendrik (47), salah seorang pedagang di kawasan itu mengatakan, tak ada tanda-tanda erupsi bakal terjadi.
Namun ia sempat melihat munculnya asap kecil di dasar kawah.
Keresahan pedagang dan pengunjung terjadi ketika kuda-kuda wisata tampak panik.
"Itu sekitar pukul 16.00 WIB. Sebelum kawah erupsi kuda-kuda yang berada di area wisata terlihat panik, bahkan ada yang berlarian," ujar Hendrik saat ditemui di Pos Pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di kaki Gunung Tangkuban Parahu, Jumat (26/7/2019) petang.
6. Sudah Tidak Normal Sejak 2013
Meski hanya berlangsung 5 menit 30 detik, erupsi tadi sore itu seolah terjadi tiba-tiba sehingga mengagetkan masyarakat.
Namun, pendapat lain diungkap ahli vulkanologi Surono mengatakan bahwa tidak ada yang tiba-tiba dari letusan Tangkuban Parahu.
"Terakhir saya tangani 2013. Itu nggak normal juga," ujar Surono.
"Walaupun, saya sering tidak akur dengan pengelola wisata di situ.
Tapi bagi saya tidak masalah, (karena) lebih baik kita sedia payung saat langit terlihat mendung," tambahnya menganalogikan keadaan Tangkuban Parahu.
Ketika ditanya mengenai jenis erupsi yang terjadi tiba-tiba hari ini, Surono menyebut Tangkuban Parahu mengalami letusan freatik.
"Sebetulnya saya tidak takut, dari yang saya alami, paling hanya letusan-letusan freatik atau yang sifatnya dominan uap air," sambungnya.
"Letusannya masih karakter Tangkuban Parahu yang sering terjadi seperti itu," imbuhnya.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)