TRIBUNNEWSWIKI.COM – Celana jin sobek yang kini banyak digandrungi kawula muda, ternyata sempat menjadi simbol pemberontakan.
Alih-alih menimbulkan kesan jelek karena robek-robek, celana jin sobek justru semakin banyak penggemarnya dan dianggap sebagai tren fesyen yang keren.
Bahkan tidak jarang harga celana jin sobek ini mencapai angka puluhan juta Rupiah.
Kesan keren semakin kuat ketika beberapa orang terkenal seperti artis K-pop hingga bintang Hollywood juga mengenakan celana jin sobek.
Namun, ada cerita di balik celana jin sobek ini.
Awalnya celana jin sobek merupakan simbol perlawanan atau pemberontakan atas tren yang sedang menjamur pada masa itu.
Dikutip dari Kompas.com pada Jumat (26/7/2019), pengamat mode dan penata gaya, Erlangga S Negoro mengungkapkan bahwa tren celana jin sobek awalnya berkembang di era 1980-an.
“Awalnya memang pada era 80-an dan dipopulerkan sebagai street style oleh grup-grup rhythm and blues (R&B). Grup rock pada tahun 80-an itu justru (pakainya) kulit,” ujar Erlangga.
Pada masa itu, masyarakat cenderung selalu terpikat dengan pakaian-pakaian yang mencolok, meletup, dan banyak warna yang malah cenderung norak.
Sementara celana jin sobek dipakai sebagai sebuah cara untuk menarik perhatian.
Namun seiring berjalannya waktu, tren celana jin sobek mengalami perubahan makna.
Pada tahun 1990-an, kaum grunge dan punk yang menyukai pakaian kasual kemudian menunjukkan sikap anti-fesyen mereka dengan memakai busana seadanya, bahkan yang sudah robek-robek.
“Nah, grup band Nirvana dan Green Day pakai celana jin sobek-sobek karena mereka anti-fesyen.
Jadi, mereka konser tapi enggak mau kelihatan heboh, ‘Pokoknya gue maunya kelihatan sama kayak penonton gue yang comfort aja’,” lanjut Erlangga.
Baca: KAKKOII Japanese BBQ & Shabu Shabu, restorant jepang dengan konsep All You Can Eat pertama di Solo
Baca: Lebih dari 50 Ekor Paus Pilot Mati Terdampar di Pantai Islandia, Apa Penyebabnya?
Sementara itu, dikutip dari The Newspaper.ca oleh hai.grid.id, kaum punk memang memiliki peran penting dalam memopulerkan tren distressed jeans atau jin sobek ini.
Ideologi punk yang antikemapanan dan melawan sistem pemerintahan direpresentasikan lewat fesyen.
Celana jin sobek dan dipasangi spike menjadi kunci fesyen punk pada saat itu.
Namun seiring berjalannya waktu, statemen politik tidak lagi melekat pada jin sobek.
Beberapa orang memakainya karena sekadar nyaman dan menganggap jin sobek sebagai gaya fesyen yang keren.
Iggy pop dalam sebuah wawancara pernah mengatakan, “Gue mulai banyak konser. Dan celana gue ini mulai sobek karena sering dipakai. Tapi gue biarkan saja, karena toh terlihat oke. Setelah konser selesai pun gue biarkan karena menurut gue ini adalah jejak dari gig gue. Sejauh yang gue tahu gue adalah yang pertama kali memakai jin robek,” kata Iggy Pop.
Saat ini bahkan perusahaan-perusahaan fesyen sudah banyak yang sengaja memproduksi celana jin sobek karena memang celana jin sobek sudah dianggap sebagai tren fesyen yang keren.
(TribunnewsWIKI/Widi Hermawan)
Jangan lupa subscribe kanal Youtube TribunnewsWIKI Official