Bukan hanya Hipotermia, Berpelukan 'Skin to Skin' Mengatasi Berbagai Macam Masalah Berikut Ini

Aktivitas'Skin to Skin' atau bersentuhan fisik dengan berpelukan selain mengatasi hipotermia, juga memiliki banyak manfaat lain


zoom-inlihat foto
izone-berpelukan.jpg
Facebook @IZONE Indonesia
Grup idola IZ*ONE dalam sesi foto berpelukan untuk GMarket Kakaotalk Januari 2019


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Belakangan sedang ramai dibicarakan oleh netizen mengenai salah kaprah penanganan hipotermia.

Hipotermia merupakan kondisi seseorang mengalami penurunan suhu tubuh hingga di bawah 35 derajat celsius.

Sedangkan suhu normal tubuh sehat pada umumnya adalah 37 derajat celcius.

Biasanya hipotermia dialami oleh orang yang tinggal di daerah dingin atau pendaki gunung.

Penanganan paling mudah dan cepat dalam mengatasi hipotermia adalah metode 'Skin to Skin'.

Bersasarkan informasi yang beredar, metode 'Skin to Skin' dalam mengatasi hipotermia disalahartikan menjadi melakukan hubungan badan layaknya suami-istri.

Dikutip dari Kompas.com yang berhasil melakukan konfirmasi dengan Kepala Bagian Humas Badan SAR Nasional (Basarnas), Suhri Sinaga pada Senin, (22/07/2019), menegaskan bahwa menghangatkan tubuh seseorang yang mengalami hipotermia dengan cara melakukan hubungan badan adalah keliru.

Suhri Sinaga menjelaskan bahwa metode 'Skin to Skin' yang dianjurkan adalah kulit bersentuhan dengan kulit, misalnya dengan saling bepelukan dalam sleeping bag untuk mengembalikan suhu penderita hipotermia.

Baca: Kakao

Baca: Sangat Takut untuk Menjomblo, Bisa Jadi Anda Mengalami Anuptaphobia

Manfaat Berpelukan

Selain untuk menyembuhkan penderita hipotermia, dikutip dari Kompas.com, berikut manfaat aktifitas 'Skin to Skin' alias bersentuhan dengan berpelukan, misalnya sebagai berikut:

1. Mengurangi kesepian

Ketika kita memeluk seseorang yang dekat dengan kita misalnya sahabat atau orangtua, otak akan melepaskan hormon oksitoksin,

Hormon oksitoksin dikenal sebagai molekul ikatan karena dapat membantu merangsang ikatan sosial sesama manusia.

Kadar hormon oksitoksin yang tinggi dapat meningkatkan romantisme serta mengurangi perasaan kesepian.


2. Meredakan kecemasan dan depresi

Selain hormon oksitoksin, berpelukan juga dapat meningkatkan pelepasan hormon dopamin di otak yang menimbulkan rasa bahagia.

Biasanya orang yang mengalami gangguan suasana hati seperti depresi, gangguan panik, dan stress memiliki kadar dopamin yang rendah.


3. Melawan stress

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh seorang peneliti dari Carnegie Mellon UniversityAmerika Serikat pada 2014, ditemukan bahwa tingkat stress seseorang dapat diturunkan melalui berpelukan.

Hal tersebut dikarenakan aktivitas 'Skin to Skin'  dapat membuat reponden yang mengalami stress merasakan adanya dukungan sosial dari berpelukan yang dilakukan secara teratur.

Setelah mengetahui manfaat berpelukan, Tribunners jangan ragu untuk membantu teman-teman kita baik yang sedang mengalami hipotermia, sedih, depresi, atau stress ya!

(TRIBUNNEWSWIKI/Kompas.com/Magi)

Untuk terus update informasi tribunnewswiki.com, ikuti kami di:

Instagram @tribunnewswiki

Fanpage Facebook Tribunnews Wiki

Youtube TribunnewsWiki Official





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Musuh dalam Selimut

    Musuh dalam Selimut adalah sebuah film drama romansa
  • Film - Sanubari Jakarta (2012)

    Sanubari Jakarta adalah film drama omnibus Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved