Lencana astronaut
Saat Alan Bean berada di bulan saat melakukan misi Apollo 12 pada 1969, ia melepaskan lencana yang ia pakai dan kemudian melemparnya ke area Bulan.
Hal ini sempat disampaikan langsung oleh Alan Bean.
“Saya masih ingat bagaimana lencana tersebut bersinar terkena cahaya matahari sebelum akhirnya menghilang di kejauhan. Rasanya seperti melihat bintang di langit yang gelap.
Saya sering membayangkan mungkin lencana saya berada di antara debu-debu Surveyor Crater–bersinar sama terangnya seperti dulu. Namun, pasti membutuhkan jutaan tahun sebelum turis menemukannya dan membawanya kembali ke Bumi,” papar Bean.
Alkitab
Barang berikutnya yang ditinggalkan oleh manusia di Bulan adalah Alkitab.
Komandan Apollo 15, David Scott meletakkan kertas dari alkitab dengan sampul merah di dasbor rover yang ditinggalkan di Bulan.
Patung astronaut
Selain meninggalkan alkitab, David Scott juga meninggalkan patung perak berukurang 3,3 inci.
Patung tersebut dibuat oleh seorang seniman Belgia, Paul Van Hoeydonck.
Patung astronaut itu ditinggalkan di samping plakat nama 14 penjelajah ruang angkasa dari AS dan Soviet yang sudah menginggal dunia saat itu.
Kotoran astronaut
Seperti yang sudah diketahui bersama, seorang astronaut pun adalah orang biasa dan perlu mengeluarkan kotorannya sebelum kembali ke Bumi.
Dalam 22 halaman dokumen NASA tersebut, tertulis bahwa para astronaut meninggalkan lima alat pengumpul buang air besar, tujuh pengumpul air seni, dan tiga sistem wadah air seni.
Lima buah reflektor
Untuk menghitung jarak Bumi dan Bulan dengan presisi yang tepat, observatorium di California, Prancis, dan Tokyo menggunakan reflektor.
Mereka mengarahkan sinar laser ke sebuah cermin yang ditempatkan di permukaan Bulan.
Hal ini pertama kali dilakukan oleh Apollo 11 pada 1969, disusul oleh Apolo 14 dan 15 pada 1971, serta Luna 17 pada 1970 dan Luna 21 pada 1973 milik Soviet.