TRIBUNNEWSWIKI.COM - Terekam di seismogram, Gunung Bromo kembali mengalami erupsi pada Jumat (19/7/2019).
Kemarin Gunung Bromo masih berada pada Status Level II (Waspada).
Masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengujung atau wisatawan atau pendaki tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif.
Dilansir oleh kompas, Gunung Bromo masih aman untuk wisatawan, pasca-erupsi.
“Gunung ini untuk wisatawan masih aman, yang penting tidak masuk di dalam radius, dan kami masih memantau perkembangan gunung itu,” ujar Kasbani.
Selain fakta tersebut, berikut lima fakta menarik tentang Gunung Bromo.
1. Letusan terbesar Gunung Bromo terjadi pada 1974
Baca: Andong Ethnic Ritual : Mengulas Tradisi Lokal Dusun Sawit di Lereng Gunung Andong
Selama abad 20 dan 21, Gunung Bromo telah meletus banyak kali, kira-kira sebanyak 67 kali.
Saking seringnya, warga sekitar tidak pernah merasa takut dan perlu untuk mengungsi jika Gunung Bromo meletus.
2. Erupsi tersingkat Gunung Bromo terjadi pada 2004 yaitu selama 20 menit. Sementara erupsi terlama yaitu selama sembilan bulan pada 2010.
Saat erupsi 2004, tanda-tandanya kurang teratur seperti gempa vulkaniknya.
Sementara semenjak 2010, erupsi Gunung Bromo mulai teratur gejalanya.
Secara visual pun, erupis 2010 berbeda dengan sebelumnya, mulai dari gempa vulkanik yang banyak hingga semakin banyak abu yang keluar.
3. Terdapat banyak destinasi yang bisa dikunjungi ketika berada di Bromo
Baca: Indahnya Fenomena Gunung Rinjani Bertopi Putih
Kawasan Gunung Bromo yang indah bisa menjadi tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.
Salah satu destinasi favorit adalah padang rumput savana.
Ada pula pasir berbisik yang sangat luas dan dipenuhi hamparan pasir.
Air Terjun Madakaripura pun memiliki keunikan tersembunyi yang terletak di celah tebing.
4. Upacara Yadnya Kasada Gunung Bromo
Upacara Yadnya Kasada digelar setahun sekali setiap bulan Kasada hari ke-14 dalam penanggalan kalender tradisional Hindu Tengger.