TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gedung s tudio Kyoto Animation yang terletak di Kyoto, Jepang dibakar orang tak bertanggung jawab, Kamis (18/7/2019) pagi waktu setempat.
Menurut petugas pemadam setempat, setidaknya 26 orang tewas dan belasan lainnya mengalami luka-luka akibat kebakaran ini.
Dikutip Tribunnewswiki.com dari BBC.com, polisi yang mengatakan seorang pria masuk ke studio Kyoto Animation Co pada Kamis pagi.
Polisi mengatakan tersangka yang disebutkan berusia 41 tahun, menyemprot gedung tersebut dengan bensin sebelum membakarnya.
Menurut media Jepang NHK, beberapa orang masih belum ditemukan dan diduga masih terjebak di dalam gedung yang terbakar.
Tersangka telah ditahan, namun dibawa ke rumah sakit karena menderita luka-luka.
Baca: Kebakaran Terjadi di Gedung Kyoto Animation Jepang, Polisi: Setidaknya 12 Orang Tewas
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan insiden itu "terlalu mengerikan untuk disampaikan dengan kata-kata".
Shinzo Abe juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarganya yang terkena dampak dari insiden ini.
Kronologi kejadian
Kebakaran terjadi di gedung tiga lantai tersebut pada hari Kamis sekitar pukul 10.30 pagi waktu setempat (12.30 WIB).
Evakuasi dan operasi penyelamatan masih berlangsung hingga berita ini ditulis, pukul 18.00 WIB.
Media setempat menyebutkan bahwa polisi juga menemukan sejumlah pisau di tempat kejadian.
Media NHK menyebutkan pria itu terdengar berteriak "matilah kalian" ketika ia membakar gedung itu.
Tidak jelas apakah tersangka ini berhubungan dengan perusahaan pembuat animasi tersebut.
Saksi mata mendengar ada ledakan keras diikuti oleh kobaran yang dengan cepat melahap bangunan itu.
Petugas pemadam kebakaran menemukan 10 korban di tangga.
Tangga itu menghubungkan lantai dua ke atap dan dikhawatirkan masih banyak korban yang berada di lantai atas.
"Beberapa orang lain tampaknya gagal melarikan diri dari lantai dua," kata juru bicara petugas pemadam kebakaran kepada kantor berita AFP.
Baca: Ikuti Tren AgeChallenge, Ini Cara Aman Gunakan FaceApp untuk Antisipasi
Para polisi Jepang mengatakan para korban diduga meninggal karena menghirup asap beracun dari aksi pembakaran itu.
Dilaporkaan sekitar 36 orang dirawat di rumah sakit, beberapa dalam kondisi kritis.