4. Beberapa lagu dan tarian di versi lawas tak dimunculkan
Banyak lagu dan tarian di versi asli tak ditampilkan di 'The Lion King', seperti lagu dan tarian 'I Just Can’t Wait to be King'.
Ada sekitar 20 persen bagian lagu yang dikurangi untuk mengakomodasi efek realisme.
Ini membuat rasanya jadi datar, dan menghilangkan kesan bersinarnya 'The Lion King' versi asli.\
5. The Lion King bukan tontonan untuk anak-anak?
Jika ingin memperkenalkan cerita ini ke anak-anak itu bisa jadi hebat, namun ada kemungkinan Anda akan membuat trauma sebagian besar anak berusia lima tahun.
Menurut review di laman media Australia ini, 'The Lion King (2019)' bukan untuk anak kecil.
Tetapi jika itu untuk merebut kembali hati orang dewasa yang dulu menonton versi aslinya, bisa dibilang film ini gagal.
Baca: Disney Umumkan Tanggal Perilisan Album Soundtrack Film The Lion King, Ada 19 Lagu dalam Daftar
6. Tanggapan kritikus film
Meskipun sama sekali bukan film yang buruk, The Lion King akan lebih baik jika mencoba menjadi film sendiri dengan melakukan sesuatu yang berbeda dalam hal cerita dan karakter seperti versi aslinya.
Dikutip dari The Guardian,pada dasarnya, Lion King versi baru ini sangat dekat dengan versi aslinya, sehingga tentu saja dapat ditonton dan dinikmati.
Lion King yang baru dengan berani mempertahankan dialog-dialog yang terkenal dari film pertama.
Namun hewan pemburu atau pemakan daging disajikan secara moral setara dengan herbivora.
Ini tentunya sangat irasional dan bertentangan dengan kenyataannya.
Situs review film seperti IMDb dan Rotten Tomatoes memberi nilai rendah pada 'The Lion King (2019)'.
IMDb hanya memberi nilai 5.3 dari skala 10, sementara Rotten Tomatoes memberi nilai 59%.
Sinopsis film
Film The Lion King mengambil tempat di hutan savana Pride Rock, tempat lahirnya raja rimba masa depan.
Tapi tidak semua orang di kerajaan merayakan kedatangan calon pewaris takhta tersebut.
Scar, saudara lelaki dari King Mufasa sekaligus mantan pewaris takhta memiliki rencana sendiri.