Siswa lain tersebut benama Wiko Jerianda (14) saat ini sedang menjalani operasi di bagian perut, diduga karena penganiayaan yang dialaminya saat menjalani MOS.
Orang tua murid Wiko Jerianda (14) (korban,red) yakni Suwito (44), mendatangi pengaduan Polresta Palembang, Senin (15/7/2019) siang didampingi pengacaranya, Firli Darta SH dan Dedi Heriansyah SH.
Baca: Korban MOS SMA Taruna Indonesia Palembang Bertambah, Wiko Jerianda Harus Menjalani Operasi Perut
5. Pendarahan di Kepala dan Dada Korban
Pemeriksaan visum terhadap korban telah dilakukan.
"Saat diperiksa visum dalam juga memang resapan darah di kepala. Berarti ada benturan kuat di kepala. Di dada juga ada," ujar dokter forensik RS Bhayangkara Palembang Indra Sakti, Sabtu (13/7/2019) dikutip dari Kompas.com.
Tersangka Obby nekat melakukan penganiayaan karena kesal dengan ulah korban.
Korban dianggap pemalasa dna sering membantah arahan pembina.
Korban disebut sempat memaki Obbi setelah dipukul.
Tersangka Obby merasa tersinggung hingga membuatnya marah dan menarik korban hingga terjatuh.
Akibatnya, kepala DBJ terbentul ke aspal, benturan ini diduga membuat DBJ mengalami pendarahan di kepala.
(Tribunnewswiki.com/Wiene)